Masalah kemacetan di Bandung

Saya orang Bandung, memiliki KTP Kota Bandung, tapi saya termasuk dengan warga Bandung lainnya cukup kesal karena kemacetan di kota Bandung sudah semakin parah.

Banyak orang menyalahkan kemacetan ini dengan hal-hal teknis, seperti jalan sempit, traffic light tidak berfungsi, dan lain sebagainya, tapi ada satu aspek yang lebih penting, namun enggan mereka bahas, yaitu aspek manusia, dan saya akan bahas hanya aspek ini.

Menurut saya, masalah kemacetan di kota Bandung (dan mungkin kota-kota lainnya) terletak di egois, tidak sabar, dan tidak patuh terhadap peraturan. Mari kita bahas satu persatu.

Continue reading Masalah kemacetan di Bandung

Review: GoPro Hero+ LCD

Setelah beberapa minggu ini asyik bermain dengan action cam Sony HDR AS50, ada yang buat saya penasaran, sebenarnya sebagus apa produk GoPro, dan kenapa produk ini bisa sangat mainstream, atas dasar itu, saya mencoba untuk mencari Action Cam GoPro, karena saya sudah memiliki Sony HDR AS50, maka saya mencari GoPro yang satu level dengan action cam yang saya punya, akhirnya saya membeli GoPro Hero+ LCD.

Continue reading Review: GoPro Hero+ LCD

Review: Sony HDR-AS50 Action Cam

Pernah dengar Action cam? Atau Sport cam? Ya, kamera jenis ini semakin menjamur belakangan ini. Di Indonesia, kamera jenis ini didominasi oleh JaPro GoPro, bahkan sebutan “GoPro” sendiri bagi sebagian kalangan sudah menjadi sebutan default untuk sebuah action cam, jadi, jangan heran kalau ada percakapan seperti ini:

“Eh, aku beli GoPro merek ABC loh di Mangga Dua, hasilnya keren walaupun murah”

Perusahaan yang memproduksi action cam ini tidak cuma GoPro dengan seri HERO-nya, Garmin pun membuat kamera jenis ini dengan seri VIRB-nya, Tomcat TomTom dengan Bandit-nya, dan Sony dengan seri Action Cam-nya.

Karena saya termasuk golongan anti mainstream maka saya iseng-iseng memilih action cam dengan merk Sony, dan berikut adalah review Sony HDR AS50 Action Cam.

Continue reading Review: Sony HDR-AS50 Action Cam

Tisu dan Teko di Toilet

Di Indonesia, tepatnya di beberapa rumah makan (biasanya rumah makan padang) mereka menyediakan tisu untuk beberapa keperluan seperti membersihkan alat makan, hingga membersihkan mulut, bagi kita yang lama tinggal di negeri sendiri tentunya tidak asing, namun, bagi orang asing yang berkunjung ke Indonesia dan melihat tisu tersebut, mereka akan merasa aneh, risih, bahkan jijik, mengapa? Tentunya kalian mengerti seperti apa bentuk tisu tersebut

Continue reading Tisu dan Teko di Toilet

С просторов интернета

Под зов космических лир,
Идут в бой воины света,
Чтобы снова спасти мир,
От вечного зла.

Зовут всех – тебя, меня,
В бой вчерашнего дня,
Чтобы встретить вновь,
Лучи родного солнца.

Идут в строю войны,
Воины духа в сияющих доспехах
Истина – путь наш,
Любовь – наше знамя!

Под песню Ангелов,
Идем мы вперед,
Мечи наши ждали много веков,
Когда зло наконец то падет…

И когда начнется заключительная битва,
Глаза воспылают мои,
Откину страхи свои,
Кинусь в роковой бой…

Итоги боя неясны,
Но домой я вернусь,
Чтобы встретить вновь
Лучи родного солнца…

Samsung XPress M2020 Laser Printer

Akhirnya setelah sekian lama, saya kembali membutuhkan printer, tentu saja tujuannya untuk menulis tugas akhir, biasanya saya selalu membeli printer jenis inkjet, karena menurut saya, hasilnya cukup tajam dan warnanya cukup cerah, hanya saja kali ini semenjak saya tinggal di Rusia, saya tidak menemukan tempat untuk melakukan refill printer inkjet, dan saya diharuskan membeli cartridge original, saya sebagai orang ga ada kerjaan rasanya males sekali kalau harus beli yang asli 😀 hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli printer jenis monochrome laser.

Keputusan saya memilih printer jenis ini adalah kapasitas toner yang diklaim dapat mencapai 1000 lembar, berbeda dengan cartridge inkjet yang hanya mencapai 100-150 lembar.

Setelah saya survey di toko setempat, akhirnya saya membawa pulang printer Samsung XPress M2020 seharga 4500 RUB

Note: Sebenarnya saya maunya tipe M2020W dengan fitur Wi-Fi dan NFC, tapi barangnya sudah habis, dan saya sudah tidak mau menunggu terlalu lama 😀

Samsung M2020
Tampak depan

Ini merupakan kali pertama saya membeli printer jenis monochrome laser, dan kesan pertama yang saya suka adalah bentuknya 😀 ya, printer ini minimalis, cocok untuk disimpan di meja kecil dan cocok untuk disembunyikan kalau ada teman yang mau numpang print.

Printer ini tidak memiliki banyak tombol dan indikator, cukup dua tombol, dan dua indikator, indikator pertama merupakan indikator paper out dan error lainnya, lalu ada tombol power untuk mematikan dan menghidupkan printer, setelah itu ada tombol yang menurut saya kurang berguna, yaitu tombol screenshot and print, tombol ini akan mencetak apapun yang ada di layar komputer, menurut saya, fitur ini lebih bermanfaat untuk printer berwarna, dan yang terakhir terdapat indikator toner, indikator ini akan berkedip jika toner yang dipakai mulai habis.

Kualitas dan kecepatan cetak

Samsung klaim bahwa printer ini dapat mencetak hingga 21 lembar per menit, cukup cepat untuk saya yang biasa pake inket printer yang ndut-ndutan 😀

Untuk kualitas hasil cetakan, dengan konten hanya teks, tentunya hasilnya cukup memuaskan, bahkan saat saya coba cetak grafik yang saya ambil dari handout PowerPoint, dan foto pemandangan resolusinya masih cukup baik, hanya saja, jangan coba-coba cetak foto pacarmu, hasilnya buat saya agak menyeramkan 🙂

Berhubung ini printer laser untuk pemakaian personal, tentunya tidak ada konektor LAN, tidak ada fitur duplexer(cetak bolak-balik), dan hanya terdapat satu paper handling,  tapi untuk saya itu bukan masalah besar.

Toner

Printer ini menggunakan jenis toner Samsung MLT-D111S, dan Samsung kembali klaim bahwa kapasitas toner ini bisa mencapai 1000 lembar, inilah yang membuat saya memutuskan untuk membeli laser printer.

Saat saya beli, printer ini sudah pre-installed toner sampel yang hanya mampu mencetak kurang lebih 100 lembar.

Karena toner sampel akan saya gunakan untuk eksperimen, maka dari itu saya beli lagi toner untuk printer ini seharga 1250 RUB, buat saya ini cukup murah, mengingat harga cartridge hitam dan berwarna untuk inkjet mencapai 800-1000 RUB dengan kapasitas 100-150 lembar.

Overall, printer ini cocok untuk mahasiswa tugas akhri yang kerjaannya print revisi skripsi :p

 

 

Note: Artikel ini opini pribadi saya, saya tidak dibayar oleh siapapun.

Nothing But Anything