Semua tulisan dari Anggie

The administrator and owner of this blog :)

Liebster Award

Cukup terkejut saat saya mendapatkan Liebster Award dari Matriphe a.k.a Zam. Liebster Award ini adalah penghargaan dari blogger untuk blogger lainnya yang dianggap layak untuk dikunjungi.

Sebenarnya ini bukan hal baru bagi para blogger, saya sudah pernah mengerjakan award seperti ini 12 tahun yang lalu. Namanya dulu bukan Liebster Award tapi secara aturan kurang lebih sama, berikut aturannya:

  1. Berterima kasih kepada pemberi penghargaan.
  2. Jelaskan fakta tentang diri sendiri dan 3 artikel favorit.
  3. Jawab 11 pertanyaan dari pemberi penghargaan.
  4. Berikan penghargaan ini kepada 11 blogger.
  5. Berikan 11 pertanyaan kepada blogger yang menerima penghargaan.
  6. Beritahu 11 blogger yang menerima penghargaan.
Lanjutkan membaca Liebster Award

Alasan Mobil Manual Masih Jadi Favorit di Eropa

Saat saya berkunjung ke Amerika Serikat, Jepang dan Australia, saya selalu memperhatikan kendaraan yang digunakan di negara-negara tersebut mayoritas menggunakan transmisi otomatis, bahkan banyak orang Amerika tidak bisa mengemudikan kendaraan dengan transmisi manual.

Uniknya, setelah saya pindah ke benua Eropa, mayoritas orang menggunakan kendaraan dengan transmisi manual , lalu kenapa orang Eropa masih prefer menggunakan mobil manual? Berikut beberapa alasannya.

Identik Sebagai Mobil Mahal

Di Eropa, mobil dengan transmisi otomatis identik dengan mobil mahal, bahkan mobil dengan tipe yang sama, varian matic-nya lebih mahal 1000€. Kebanyakan orang eropa berpendapat, buat apa bayar lebih mahal kalau bentuk mobilnya sama.

Car Oriented vs Public Transport Oriented

Seperti yang kita tahu, mayoritas masyarakat di Eropa mengandalkan transportasi publik sebagai moda transportasi utama mereka, berbeda dengan mayoritas masyarakat di Amerika (dan juga Australia?) mereka lebih mengandalkan mobil sebagai moda transportasi utama mereka, bahkan bisa dibilang hidup orang Amerika lebih banyak dihabiskan di mobil, beberapa di antara mereka kadang sarapan di mobil, make-up di mobil dan lain-lain, transmisi otomatis sedikit meringankan pekerjaan mereka. Berbeda dengan di Eropa, saya hampir tidak pernah lihat orang melakukan hal itu saat menyetir, mereka benar-benar fokus berkendara.

Lebih Hemat Bensin

Jika ada dua mobil yang sama dengan dua varian transmisi yang berbeda, tentu varian manual akan lebih hemat bensin, tentu saja karena mayoritas mobil matic lebih sedikit jumlah giginya sehingga RPM(rotasi per menit) mesin lebih tinggi ditambah lagi tenaga mesin akan berkurang beberapa persen di torque converter dan harga bensin di Eropa rata-rata berkisar antara 1,3€ – 1,8€ / liter, harga yang cukup mahal.

Topografi Eropa

Eropa memiliki topografi yang beraneka ragam. Jalanan sempit yang berliku, tanjakan, turunan hingga crowded traffic semua ada di sini, dalam kondisi jalan seperti itu transmisi manual lebih berguna, karena perlunya tenaga saat di tanjakan, bertemu dengan speed bumper hingga perlunya engine break di kondisi turunan. Nyetir mobil matic memang lebih menyenangkan di Eropa.

Kategori SIM yang dibedakan

Di Inggris, jika Anda belajar mengemudikan mobil dengan transmisi otomatis, maka Anda akan mendapatkan SIM yang berlaku hanya untuk mobil dengan transmisi otomatis – itu artinya Anda tidak dapat mengemudikan mobil manual dengan SIM tersebut tapi jika Anda belajar mengemudikan mobil dengan transmisi manual, maka SIM Anda berlaku untuk mobil manual dan otomatis. Biaya kursus mengemudikan mobil dengan transmisi otomatis lebih mahal daripada yang manual. Memang jika orang sudah terbiasa dengan mobil manual, hanya perlu sekitar 5-10 menit untuk adaptasi ke mobil otomatis, tapi tidak berlaku sebaliknya.

Saya rasa mobil dengan transmisi manual akan terus populer di Eropa sampai beberapa tahun ke depan dan akan tergeser jika populasi mobil listrik yang notabene hanya memiliki single gear mulai meningkat.

Bagaimana dengan Anda? Apakah terbiasa mengendarai mobil dengan transmisi manual atau otomatis?

Belajar Untuk Bertanya

Kebanyakan mahasiswa dari Indonesia (atau Asia pada umumnya?) saat kuliah tidak pernah bertanya dalam kelas, ketika dosen bertanya “ada pertanyaan?” hampir tidak ada yang bertanya, tidak sampai lima menit kemudian kelas berakhir tanpa ada mahasiswa yang bertanya, kalau-pun ada yang bertanya, mahasiswa itu bertanya setelah kelas selesai.

Lanjutkan membaca Belajar Untuk Bertanya

Efek Panik Dari Virus Corona di Belanda

Seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya bahwa saya menanggapi isu Corona ini dengan waspada tapi tidak panik, awal-awal virus Corona ditandai dengan habisnya stok hand sanitizer dan masker di beberapa toko dan apotek, bagi saya ini tidak jadi masalah, di kantor sudah disediakan hand sanitizer dan saya memang punya kebiasaan selalu mencuci tangan di rumah, masker pun saya bisa dapatkan hasil dari nodong teman yang kebetulan bekerja di tattoo workshop.

Bahkan pagi hari saya sempat mampir ke HEMA dan melihat stok hand sanitizer yang cukup banyak, walau harganya 2 kali lipat lebih mahal – tapi tersedia, juga membalas cuitan dari Zam bahwa stok tisu toilet yang aman di sini. Semua terlihat aman-aman saja.

Ternyata saya salah.

Lanjutkan membaca Efek Panik Dari Virus Corona di Belanda

Satu Hari Di Kazan, Rusia

Musim dingin adalah musim di mana saatnya saya jalan-jalan. Kenapa harus musim dingin? Ya karena udara dingin membuat orang malas jalan-jalan, dan harga tiket cukup murah di musim dingin walau resikonya harus siap dengan udara dingin yang cukup menusuk.

Kebetulan sekali pacar saya baru saja kembali dari Amerika Serikat, jadi kami memiliki rencana untuk jalan-jalan, awalnya kami berencana untuk berkunjung ke Eropa Selatan, tapi pacar saya tidak punya visa schengen dan untuk membuatnya diperlukan beberapa dokumen pendukung sedangkan waktunya tidak cukup banyak, akhirnya diputuskan lebih baik saya yang ke Rusia, karena visa Rusia lebih mudah didapatkan – terlebih lagi saya menggunakan invitation letter dari pacar saya yang notabene orang Rusia, berbekal dokumen tersebut saya berhasil membuat visa Rusia dalam 4 hari kerja dengan biaya 150€, dan tujuan kami adalah ke Kazan.

Lanjutkan membaca Satu Hari Di Kazan, Rusia

Alasan Rumitnya Numeralia Dalam Bahasa Prancis

Photo: k on Flickr [source]

Setiap orang asing yang ingin mempelajari bahasa Prancis pasti akan kesulitan saat mempelajari numeralia dalam bahasa Prancis.

Lalu apa susahnya numeralia di bahasa Prancis? Bukannya mudah? Contohnya seperti ini:

Lanjutkan membaca Alasan Rumitnya Numeralia Dalam Bahasa Prancis

Perbedaan Motorfiets, Bromfiets dan Snorfiets

Belanda memang negeri sepeda, bahkan populasi sepeda sendiri melebihi populasi warganya sendiri. Kita sebagai orang Indonesia yang biasa lihat sepeda motor berkeliaran di Jakarta mungkin akan kaget kok segini banyak sepeda. Lalu apakah ada sepeda motor juga di Belanda? Tentu saja ada.

Di Indonesia pembagian sepeda motor sangat simpel; motor bebek, motor matic dan motor sport . Di Belanda, pembagian sepeda motor terbagi menjadi motorfiets, bromfiets dan snorfiets. Lalu apa saja perbedaannya?

Lanjutkan membaca Perbedaan Motorfiets, Bromfiets dan Snorfiets

Drama Pohon Cemara

Hampir satu bulan saya berada di Indonesia untuk menikmati hangatnya polusi udara Jakarta, dinginnya udara Bandung dan tidak lupa saya menikmati indahnya trotoar yang ada di Kota Depok.

Setelah kembali ke Belanda, seperti biasa beberapa minggu setelah natal, orang Belanda membuang pohon cemara di pinggir jalan, padahal pohon ini mereka dapat dengan susah payah, beberapa dari mereka kadang menebang langsung pohonnya jauh-jauh hari sebelum natal tiba.

Pohon cemara
Pohon cemara berserakan di pinggir jalan

Pohon cemara ini akan dibiarkan beberapa hari sampai petugas kebersihan mengangkut pohon yang berserakan.
Lanjutkan membaca Drama Pohon Cemara