Arsip Kategori: Otomotif

Alasan SIM Indonesia Tidak Berlaku di Korea Selatan

Beberapa hari yang lalu, teman saya seorang WNI yang tinggal di Inggris berkunjung ke Korea Selatan untuk menemui koleganya. Sesampainya di Bandar Udara Incheon dia menghubungi perusahaan rental mobil, saat verifikasi dokumen, dia menunjukkan SIM A Indonesia + SIM Internasional Indonesia dan ditolak. Tidak menyerah, dia berusaha menunjukkan SIM Inggris + SIM Internasional Inggrisnya, petugas langsung bertanya bukti dia tinggal di Inggris, setelah dia menunjukkan dokumen izin tinggalnya di Inggris, dia diperbolehkan untuk menyewa dan menyetir kendaraan sendiri di Korea Selatan dengan SIM Inggris + SIM Internasional Inggris.

Lanjutkan membaca Alasan SIM Indonesia Tidak Berlaku di Korea Selatan

Perbedaan SIM Lama dengan Smart SIM

Akhirnya tanggal 22 September kemarin, Korlantas Polri resmi meluncurkan smart SIM.

Smart SIM tersebut menurut pihak Korlantas memiliki beberapa kelebihan, salah satunya adalah memiliki chip yang berfungsi merekam data pelanggaran lalin pemegang-nya, walaupun sampai tulisan ini diturunkan saya sendiri belum mengerti implementasi-nya seperti apa.

Salah satu keunggulan lainnya adalah; berfungsi sebagai uang elektronik. Ya, kita bisa mengisi kartu tersebut layaknya kartu Flazz, e-money, dan lain-lain.

Karena saya sendiri belum melihat secara detail mengenai teknis chip pada smart SIM ini, maka saya hanya akan membahas desain-nya saja, berikut adalah tampilan smart SIM:

Lanjutkan membaca Perbedaan SIM Lama dengan Smart SIM

Panduan Konversi Kategori SIM Indonesia ke SIM Internasional

Setelah saya posting mengenai list negara-negara dimana SIM Internasional Indonesia berlaku, banyak yang kirim e-mail ke saya tentang serba-serbi SIM Internasional ataupun validasi sim domestik Indonesia di negara lain, yang tidak mungkin bisa saya jawab sepenuhnya karena saya belum pernah mengunjungi semua negara, dan sekalipun saya kunjungi suatu negara, saya tidak selalu menyetir, karena itu opsi yang paling mahal. Tapi ada pertanyaan yang cukup menarik, seperti:

  • Kenapa saat saya buat SIM Internasional untuk mobil, dari SIM A kok jadi SIM B di SIM Internasional?
  • Saya bikin SIM Internasional untuk motor kok kategori di SIM Internasional jadi SIM A?
  • Saya pengen bawa heavy truck di Amerika, pakainya SIM Kategori apa?
  • Saya pengen kaya keluarga Halilintar yang bisa sewa mobil bus tapi kategori apa yang diperlukan supaya bisa nyetir bis/van di luar negeri?

Sebenarnya beberapa pertanyaan tersebut bisa dijawab hanya dengan melihat SIM Internasional kalian, semua penjelasan-nya ada di situ.

Tapi ya sudah daripada saya jawab satu-satu, lebih baik saya jelaskan ulang di sini, itu juga kalau kalian mau baca :p

Lanjutkan membaca Panduan Konversi Kategori SIM Indonesia ke SIM Internasional

Perlukah SIM Seumur Hidup?

Saya mendengar, ada salah satu partai yang menjanjikan pemberlakuan SIM seumur hidup jika terpilih. Tentu saja ini menuai pro dan kontra, banyak komentar mengenai pemberlakuan SIM seumur hidup ini, bahkan tidak sedikit mencaci maki kebijakan ini. Sebenarnya perlukah SIM seumur hidup diberlakukan di Indonesia?

Sebelumnya kita lihat apa alasan partai tersebut hendak memberlakukan SIM seumur hidup, partai tersebut berpendapat bahwa perpanjangan SIM merepotkan rakyat dan mengurangi beban biaya masyarakat. Oke, maka dari itu, mari kita bahas bagaimana pembuatan SIM di Indonesia saat ini.

Lanjutkan membaca Perlukah SIM Seumur Hidup?

Alasan SIM Indonesia Tidak Berlaku di Jepang

Pada postingan sebelumnya, saya pernah membahas tentang di negara mana saja SIM Internasional Indonesia berlaku. Menurut pengalaman saya, Jepang menolak baik SIM Indonesia ataupun SIM Internasional saya. Saat itu saya tidak bertanya alasannya, karena toh berkendara di Jepang bukan hal yang menyenangkan, transportasi publik di negara tersebut cukup bagus, baik dalam kota maupun antar kota.

Hingga saat saya berkunjung kembali ke negeri Sakura, saya menyempatkan diri untuk bertanya mengenai hal ini, ternyata aturannya cukup simpel, agar orang asing bisa mengemudikan kendaraan di Jepang dengan legal, ada tiga pilihan, yaitu

Lanjutkan membaca Alasan SIM Indonesia Tidak Berlaku di Jepang

Honda PCX Hybrid tanpa EV Mode

Akhirnya PT. Astra Honda Motor meluncurkan Honda PCX Hybrid, tentunya ini kabar gembira untuk pecinta kendaraan listrik seperti saya. BEV atau Battery Electric Vehicle sendiri sampai saat ini belum bisa mengaspal dengan mudah di Indonesia mengingat ketertinggalan keterbatasan infrastruktur di Indonesia, maka dari itu kendaraan hybrid adalah solusi sementara sampai infrastruktur untuk kendaraan listrik siap walaupun skema pajaknya masih belum mendukung.

Sudah banyak vlogger otomotif membahas tentang skuter bongsor ini, dan menurut saya, hampir tidak ada perbedaan dengan PCX non-hybrid, perbedaan hanya terdapat baterai lithium dan terdapat indikator kapasitas baterai lithium di instrument cluster.

Lanjutkan membaca Honda PCX Hybrid tanpa EV Mode

Pengalaman isi bensin di Shell

Beberapa hari yang lalu, saya mengisi bensin mobil di Shell Jalan Sukarno Hatta. Setelah parkir kendaraan di samping pompa bensin, saya keluar dan disapa oleh seseorang trainee, dengan sopan dia menawarkan untuk mengisi bensin oktan 95, saya menolak dan menyuruhnya isi full dengan bensin super, lalu saya tinggalkan mobil menuju minimarket yang ada di tempat itu untuk membeli beberapa makanan. Dari dalam minimarket saya melihat beberapa petugas membawa pasir ke sekitar mobil saya, saat kembali ternyata handle bensin terjatuh setelah penuh dan membuat beberapa liter bensin tercecer di tanah. Saya memaklumi, dan memberikan uang ke petugas yang sedang disana, namun dia yang ternyata supervisor menolak uang saya, katanya saya mendapat bensin gratis karena kecelakaan kecil tadi. Ya, itu hari yang beruntung ;)

Seharusnya pertamina belajar dari pom bensin yang satu ini.

Premium, bensin untuk mereka yang tidak mampu, siapa?

Premium hanya untuk golongan tidak mampu

Pernah lihat tulisan diatas? Atau pernah lihat spanduk di SPBU Pertamina dengan nada yang sama ? Ya, itu semua adalah propaganda Pertamina yang secara halus menggiring masyarakat untuk berpindah menggunakan BBM-Non Subsidi(Pertamax, Pertamax+).

Ya, kali ini saya ingin berbicara mengenai bensin subsidi dan non subsidi.

Tentunya anda sudah mengerti seperti apa BBM bersubsidi dan non subsidi itu kan? Sepertinya pemerintah kita ini mulai membatasi penggunaan BBM bersubsidi karena dinilai belum tepat sasaran, untuk statement ini saya masih setuju, tinggal bagaimana solusinya? Pemerintah tampaknya sudah memutar otak, hingga akhirnya keluar beberapa wacana, berikut beberapa wacana tersebut

Sepeda motor wajib menggunakan BBM Non Subsidi, wacana ini sudah lama, dan tidak berhasil dikarenakan banyak pengguna sepeda motor merasa keberatan dengan harga BBM non subsidi yang bisa dibilang dua kali lipat BBM bersubsidi. Yasudah :)

Ada lagi, Mobil diatas tahun 2005 tidak boleh pake premium, berarti untuk mobil yang dibawah tahun 2005 boleh pake premium, alasannya pemilik mobil diatas tahun 2005 sanggup beli pertamax, itu teorinya, kenyataannya, masih banyak mobil diatas tahun 2005 terutama mobil sejuta umat masih menggunakan premium kok, karena mayoritas dari mereka harus menabung lebih untuk membayar cicilan kendaraanya :p terlebih lagi tipikal kendaraan keluarga Indonesia “Bisa muat banyak, isi bensin, injek gas, langsung maju“. Oke, wacana yang ini juga dikatakan tidak berhasil.

Bahkan sempat ada kasus beberapa kendaraan yang Fuel Pump-nya jebol karena penggunaan BBM bersubsidi itu, siapa yang disalahkan? Silahkan Googling itu berita lama kok :D

Sampai akhirnya keluarlah spanduk sakti di setiap SPBU bertuliskan “Premium untuk Golongan Tidak Mampu,” :D yang jadi masalahnya, Siapa yang tidak mampu itu? Siapa yang menjadi kaum dhuafa dalam kasus ini? Seperti apa golongan tidak mampu itu? Rancu juga menentukan si “mampu” dan “tidak mampu” itu

Oke, katakanlah, BBM bersubsidi ini diperuntukan untuk angkutan umum dan sepeda motor, kenapa tidak dibuat saja SPBU khusus untuk kendaraan umum dan sepeda motor saja? Mobil pribadi dan lainnya, silakan gunakan SPBU biasa yang hanya menjual BBM Non Subsidi.

Atau kenapa tidak sekalian hilangkan saja yang namanya Subsidi BBM, alihkan ke sektor lain, pendidikan misalnya? Walau yang ini saya masih pesimis, Subsidi BBM hilang, pendidikan masih mahal, jalanan masih rusak.

Selamat Datang di Indonesia, negara dimana terdapat bensin orang kaya dan bensin orang miskin :D

#7DayswithMarch 7: Review Nissan March

Akhirnya, tidak terasa juga, sudah hari ke 7 sudah saatnya Nissan March ini kembali ke Dealer

Di hari ke tujuh ini saya tidak melakukan perjalanan kesana kemari, sudah saatnya istirahat :p

Tapi disini saya akan coba memberikan sedikit review dari Nissan March kendaraan yang sakti mandraguna ini :)

Engine

100_8937

Mobil ini berdimensi mungil, bisa dibilang dia sedikit lebih kecil dari si Siswanto milik saya, atau lebih tepat ukurannya lebih mirip dengan Toyota Starlet kapsul, depan pendek, belakang pendek buntet :p . Dibekali dengan mesin 1.200 cc 3 silinder DOHC injection, penilaian saya bisa cukup responsif walaupun transmisinya automatic, ukuran mesinnya saya rasa cukup kompak, cuma kok saat dibuka kap depannya terkesan penuh ya? Apa karena memang dimensi kendaraanya kecil sehingga ruang untuk mesin di buat pas-pasan? Mungkin saja di generasi berikutnya penempatan mesin HR12DE DOHC 12 Valve ini lebih rapi.

Lanjutkan membaca #7DayswithMarch 7: Review Nissan March