Arsip Kategori: Otomotif

Mekanisme dan Beberapa Pertanyaan mengenai e-TLE di Jakarta

Tanggal 1 Oktober akan diadakan uji coba tilang elektronik menggunakan CCTV, atau disebut e-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, sistem e-TLE ini murni diterapkan secara elektronik sejak penindakan pelanggaran hingga proses administrasi.

Lanjutkan membaca Mekanisme dan Beberapa Pertanyaan mengenai e-TLE di Jakarta

Alasan SIM Indonesia Tidak Berlaku di Jepang

Pada postingan sebelumnya, saya pernah membahas tentang di negara mana saja SIM Internasional Indonesia berlaku. Menurut pengalaman saya, Jepang menolak baik SIM Indonesia ataupun SIM Internasional saya. Saat itu saya tidak bertanya alasannya, karena toh berkendara di Jepang bukan hal yang menyenangkan, transportasi publik di negara tersebut cukup bagus, baik dalam kota maupun antar kota.

Hingga saat saya berkunjung kembali ke negeri Sakura, saya menyempatkan diri untuk bertanya mengenai hal ini, ternyata aturannya cukup simpel, agar orang asing bisa mengemudikan kendaraan di Jepang dengan legal, ada tiga pilihan, yaitu

Lanjutkan membaca Alasan SIM Indonesia Tidak Berlaku di Jepang

Honda PCX Hybrid tanpa EV Mode

Akhirnya PT. Astra Honda Motor meluncurkan Honda PCX Hybrid, tentunya ini kabar gembira untuk pecinta kendaraan listrik seperti saya. BEV atau Battery Electric Vehicle sendiri sampai saat ini belum bisa mengaspal dengan mudah di Indonesia mengingat ketertinggalan keterbatasan infrastruktur di Indonesia, maka dari itu kendaraan hybrid adalah solusi sementara sampai infrastruktur untuk kendaraan listrik siap walaupun skema pajaknya masih belum mendukung.

Sudah banyak vlogger otomotif membahas tentang skuter bongsor ini, dan menurut saya, hampir tidak ada perbedaan dengan PCX non-hybrid, perbedaan hanya terdapat baterai lithium dan terdapat indikator kapasitas baterai lithium di instrument cluster.

Lanjutkan membaca Honda PCX Hybrid tanpa EV Mode

Pengalaman isi bensin di Shell

Beberapa hari yang lalu, saya mengisi bensin mobil di Shell Jalan Sukarno Hatta. Setelah parkir kendaraan di samping pompa bensin, saya keluar dan disapa oleh seseorang trainee, dengan sopan dia menawarkan untuk mengisi bensin oktan 95, saya menolak dan menyuruhnya isi full dengan bensin super, lalu saya tinggalkan mobil menuju minimarket yang ada di tempat itu untuk membeli beberapa makanan. Dari dalam minimarket saya melihat beberapa petugas membawa pasir ke sekitar mobil saya, saat kembali ternyata handle bensin terjatuh setelah penuh dan membuat beberapa liter bensin tercecer di tanah. Saya memaklumi, dan memberikan uang ke petugas yang sedang disana, namun dia yang ternyata supervisor menolak uang saya, katanya saya mendapat bensin gratis karena kecelakaan kecil tadi. Ya, itu hari yang beruntung ;)

Seharusnya pertamina belajar dari pom bensin yang satu ini.

Premium, bensin untuk mereka yang tidak mampu, siapa?

Premium hanya untuk golongan tidak mampu

Pernah lihat tulisan diatas? Atau pernah lihat spanduk di SPBU Pertamina dengan nada yang sama ? Ya, itu semua adalah propaganda Pertamina yang secara halus menggiring masyarakat untuk berpindah menggunakan BBM-Non Subsidi(Pertamax, Pertamax+).

Ya, kali ini saya ingin berbicara mengenai bensin subsidi dan non subsidi.

Tentunya anda sudah mengerti seperti apa BBM bersubsidi dan non subsidi itu kan? Sepertinya pemerintah kita ini mulai membatasi penggunaan BBM bersubsidi karena dinilai belum tepat sasaran, untuk statement ini saya masih setuju, tinggal bagaimana solusinya? Pemerintah tampaknya sudah memutar otak, hingga akhirnya keluar beberapa wacana, berikut beberapa wacana tersebut

Sepeda motor wajib menggunakan BBM Non Subsidi, wacana ini sudah lama, dan tidak berhasil dikarenakan banyak pengguna sepeda motor merasa keberatan dengan harga BBM non subsidi yang bisa dibilang dua kali lipat BBM bersubsidi. Yasudah :)

Ada lagi, Mobil diatas tahun 2005 tidak boleh pake premium, berarti untuk mobil yang dibawah tahun 2005 boleh pake premium, alasannya pemilik mobil diatas tahun 2005 sanggup beli pertamax, itu teorinya, kenyataannya, masih banyak mobil diatas tahun 2005 terutama mobil sejuta umat masih menggunakan premium kok, karena mayoritas dari mereka harus menabung lebih untuk membayar cicilan kendaraanya :p terlebih lagi tipikal kendaraan keluarga Indonesia “Bisa muat banyak, isi bensin, injek gas, langsung maju“. Oke, wacana yang ini juga dikatakan tidak berhasil.

Bahkan sempat ada kasus beberapa kendaraan yang Fuel Pump-nya jebol karena penggunaan BBM bersubsidi itu, siapa yang disalahkan? Silahkan Googling itu berita lama kok :D

Sampai akhirnya keluarlah spanduk sakti di setiap SPBU bertuliskan “Premium untuk Golongan Tidak Mampu,” :D yang jadi masalahnya, Siapa yang tidak mampu itu? Siapa yang menjadi kaum dhuafa dalam kasus ini? Seperti apa golongan tidak mampu itu? Rancu juga menentukan si “mampu” dan “tidak mampu” itu

Oke, katakanlah, BBM bersubsidi ini diperuntukan untuk angkutan umum dan sepeda motor, kenapa tidak dibuat saja SPBU khusus untuk kendaraan umum dan sepeda motor saja? Mobil pribadi dan lainnya, silakan gunakan SPBU biasa yang hanya menjual BBM Non Subsidi.

Atau kenapa tidak sekalian hilangkan saja yang namanya Subsidi BBM, alihkan ke sektor lain, pendidikan misalnya? Walau yang ini saya masih pesimis, Subsidi BBM hilang, pendidikan masih mahal, jalanan masih rusak.

Selamat Datang di Indonesia, negara dimana terdapat bensin orang kaya dan bensin orang miskin :D

#7DayswithMarch 7: Review Nissan March

Akhirnya, tidak terasa juga, sudah hari ke 7 sudah saatnya Nissan March ini kembali ke Dealer

Di hari ke tujuh ini saya tidak melakukan perjalanan kesana kemari, sudah saatnya istirahat :p

Tapi disini saya akan coba memberikan sedikit review dari Nissan March kendaraan yang sakti mandraguna ini :)

Engine

100_8937

Mobil ini berdimensi mungil, bisa dibilang dia sedikit lebih kecil dari si Siswanto milik saya, atau lebih tepat ukurannya lebih mirip dengan Toyota Starlet kapsul, depan pendek, belakang pendek buntet :p . Dibekali dengan mesin 1.200 cc 3 silinder DOHC injection, penilaian saya bisa cukup responsif walaupun transmisinya automatic, ukuran mesinnya saya rasa cukup kompak, cuma kok saat dibuka kap depannya terkesan penuh ya? Apa karena memang dimensi kendaraanya kecil sehingga ruang untuk mesin di buat pas-pasan? Mungkin saja di generasi berikutnya penempatan mesin HR12DE DOHC 12 Valve ini lebih rapi.

Lanjutkan membaca #7DayswithMarch 7: Review Nissan March

#7DayswithMarch 6: Nissan March dan Jalan Tol

18 Agustus

Akhirnya, bosan juga saya mbawa Nissan March ini keliling Jakarta dan Bogor melewati jalan raya (dan jalan tikus), saya cukup bingung, sebaiknya bawa jalan-jalan kemana lagi Nissan March ini sebelum dikembalikan ke dealer-nya lagi :)) Akhirnya hari ini saya coba test drive Nissan March ini ke jalan bebas hambatan(a.k.a jalan tol).

Saya berangkat dari rumah menuju Jalan Raya Parung -Bogor, sialnya di pertigaan saya mengalami kemacetan, angkot dan bis yang sembarangan ngetem, lanjut ke Jalan Padjadjaran, tidak seperti biasanya, jalanan disini tidak begitu macet, paling hanya sedikit padat karena banyaknya angkot yang seliweran di sekitar ruas jalan, setelah itu saya meninggalkan Jalan Padjadjaran menuju Jalan Tajur, disini panasnya mulai ajegile, sehingga terpaksa saya set blower AC ke level 2, sesampainya di Jalan Raya Tajur, saya terus melaju ke arah Puncak, tapi tujuan kali ini saya tidak ke Puncak, melainkan memasuki Tol Jagorawi :D
Need for Speed: Jagorawi

Oke, sesampainya di gerbang tol saya istirahat sebentar, mendinginkan mesin mobil, cek air radiator, oli rem, oli power steering, dan tekanan ban(sempat berkurang, untung ada tukang tambah angin di sekitaran Ciawi)

Ini salah satu kesalahan saya, biasanya saya cek ini itu saat masih di rumah, tapi saya kok lupa kali ini ya, untungnya saya ingat dan melakukan pemeriksaan sebelum masuk tol. TIPS: Lain kali periksa air radiator, oli rem, oli power steering, tekanan ban, dan perlengkapan keamanan sebelum berkendara :)

Head Unit saya aktifkan dengan lagu OST Need For Speed Underground 2 dan saya mulai nge-gas (nyaris) mentok di Tol Jagorawi, dan si Nissan March ini berlari sesuai dengan keinginan saya menyentuh angka 140Km/jam, getaran pada kabin belum begitu terasa, masih bisa dibilang normal, hanya saja, rekan saya yang mengikuti dari belakang(ya, saya berjalan 2 mobil) memberitahu bahwa mesin meraung-raung seperti merasakan kesakitan yang luar biasa karena pedal gas saya injak agak dalam,oke, cukup dengan tes kecepatannya, tidak lama kemudian saya mengurangi kecepatan dan menahan speed  di 80km/h kembali ke style eco-drive tentunya ;)

Lepas Jagorawi, memasuki Lingkar Luar dan Jakarta – Cikampek, speed yang saya ambil bertahan di 80km/jam, tidak masalah saat berada di Jalan Tol Lingkar Luar karena notabene pengemudi di Jalan Tol Lingkar Luar itu masih bisa dibilang sopan, dan Nissan March ini juga berjalan smooth atau bahasa sundanya ngagorolong, cuma entah kenapa saat memasuki Jalan Tol Jakarta – Cikampek, Nissan March ini terasa gradak-gruduk? Mungkinkah karena suspensi belakang Nissan March ini masih menggunkan Torsion Beam? Bisa jadi.. Tapi enaknya, saat bertemu dengan jalan tol yang agak berkelok-kelok, Nissan March ini ga limbung saat ngebut di tikungan, ini semua berkat suspensi depan yang sudah menggunakan sistem McPherson ;)

Soal Tenaga Saat di Jalan Tol Bagaimana? Untuk jalan datar, saya kira tidak ada masalah untuk kendaraan bertransmisi 4 Speed A/T ini, walau akselerasi agak sedikit lambat dan saat menemui tanjakan Nissan March ini agak sedikit terengah-engah tenaganya, saya kira ini wajar, ga bisa disamakan dengan yang bertransmisi manual.

Setelah keluar Cawang, saya kembali masuk tol dan keluar di Pondok Indah untuk kembali ke rumah, seperti biasa, saya mengalami kemacetan :p

Somewhere in Lebak Bulus

Sialnya, saya tidak sempat berbuka puasa di rumah, sehingga mau tidak mau saya harus singgah dulu di rumah makan, dan pilihan saya jatuh ke restoran siap saji ala jepang, lumayan untuk mengusir lapar dan lelah setelah test drive mobil ciamik ini di Jalan Tol. Alhamdulillah yah..

Confused Driver

#7DayswithMarch 5: Berkeliling Jakarta dengan Nissan March

17 Agustus

Ya, hari ini adalah hari Ulang Tahun Republik Indonesia dengan kata lain, hari ini libur :D

Saatnya libur berarti saatnya jalan-jalan? Ya kan? Tentunya dengan kendaraan sakti mandraguna ini :D Namanya juga dipinjamkan selama 7 hari, sayang kalau tidak digunakan, maka dari itu, Nissan March ini saya bawa kemana-mana, dimulai dari nganter bapak ke kantor sampai nganter emak belanja ke pasar Ciawi :))

Sebenarnya, hari ini jadwal agak sedikit bentrok bin ga karuan, tadinya saya hendak mengajak Ridu berkeliling Jakarta, tapi saya ditelepon oleh keluarga saya untuk segera berangkat menuju Tanjung Priok karena ada lomba makan kerupuk, acara selametan rumah barunya, yowes, mau bagaimana, acara keluarga sangat tidak bisa ditolak, saya memilih berangkat bersama keluarga, ditemani mobil bermesin HR12DE DOHC 12 Valve ini.

Perjalanan ke dari Parung ke Tanjung Priok memang sangat menyita waktu, atau lebih tepatnya jauh ;) kami berjalan dari Parung – Sawangan lancar jaya, mulai memasuki Pondok Cabe arus lalu lintas mulai padat, saya belum terlalu biasa dengan hal ini, dimana saya kelamaan tinggal di Bandung yang notabene macetnya ga separah di Jakarta, tapi ya dengan Nissan March ini saya merasa nyaman, kursinya yang berjenis reclining seat ini cukup nyaman, bahkan kursi bagian pengemudi dilengkapi dengan seat lifter, sayangnya kenapa pihak Nissan tidak memberikan seat lifter di sisi samping pengemudinya juga ya? Tapi sudahlah, ini juga sudah cukup nyaman kok ;)

Sesampainya di Lebak Bulus, saya mulai masuk tol menuju Tanjung Priok, sialnya, keenakan berkendara dengan mobil sakti mandraguna ini membuat saya salah keluar pintu tol, dan saya tidak tahu ini dimana :))

Somewhere in Tanjung Priok

Akhirnya putar sana, putar sini, masuk gang sana masuk gang sini saya sampai juga di jalan Swasembada, Jakarta Utara

 

Selesai bersilaturahmi dengan keluarga, ibu saya berencana untuk ke Asemka, biasalah, ibu-ibu centil ingin beli ini itu, mulai memasuki daerah kota tua, udara panas mulai mendera kabin mobil, hebatnya Nissan March ini cukup arahkan blower ke level satu sudah dapat mendinginkan satu ruangan tersebut, entah ini mobil masih baru atau memang kendaraan ini ACnya cukup dingin, saya tidak tahu pastinya, tapi yang jelas AC dari Nissan March ini dinginnya puoll banget deh. Sayangnya tipe yang saya terima ini masih menggunakan AC Manual, belum automatic layaknya mid-class sedan lainnya.

Selesai dengan urusan pernak-pernik di Asemka, tadinya saya ingin ngadem dulu di Museum Bank Indonesia, sudah cukup lama tidak bermain ke sana lagi, tapi sayangnya museum tersebut tutup :( So, akhirnya mau tidak mau harus kembali pulang ke rumah

Dan iseng-iseng ibu saya ingin ikut nampang dengan Nissan March pinjeman. :p

Lepas dari kota tua, kami langsung pulang, lelah sekali ngukur Jakarta kali ini.

Alunan lagu Yovie & Nuno ditemani dengan dinginnya AC Nissan March mengantarku pulang

Aku hancur ku terluka
Namun engkaulah nafasku
Kau cintaku meski aku
Bukan dibenakmu lagi
Dan kuberuntung sempat memilikimu

 

#7DayswithMarch 4: Buka Bersama dengan March

16 Agustus

Hal apa yang disukai saat bulan puasa? Tentunya Buka Bersama, kali ini ditemani oleh Nissan March, mobil sakti mandraguna ini akan menemani saya dalam perjalanan saya ke acara buka bersama dengan teman-teman di bilangan Tajur, Bogor. Saya berangkat pagi hari menuju Kota Bogor, sengaja tidak melewati Tol Jagorawi dari BSD itu dikarenakan saya ingin bermacet-macet ria lagi dengan si mungil Nissan March ini ;)

Menggunakan teknik mengemudi eco-drive di Jalan Raya Parung – Bogor ini cukup bikin stress, kenapa? Tidak lain dikarenakan pengemudi disini kebanyakan merasakan sindrom “berat di kaki kanan” sedangkan sesuai dengan kuliah singkat saat penerimaan mobil di Halim Sabtu kemarin, bahwa eco-drive ini adalah teknik mengemudi dengan penggunaan bahan bakar yang irit dan efisien, di Jalan lintas Parung – Bogor ini saya mencoba menahan kecepatan di 50km/h, paling tinggi 60km/h saat menyalip kendaraan umum seperti angkot dan bus, tentunya ada resikonya, saya di klakson oleh beberapa pengemudi di belakang sambil menyalip dan beberapa diantaranya memberikan sumpah serapah. seperti “dasar lambat”, “bisa cepetan dikit ga sih?”

Tentunya saya mencoba untuk tidak terpancing emosi, toh, cuma sumpah serapah ini, acuhkan saja, toh kalau ingin menyalip saya ya silahkan ;)

Oke, tentunya ada efek positif dari pola saya mengemudi seperti tadi yaitu pada MID(Multi Information Display) saya mendapat angka 30km/ltr, dengan kata lain konsumsi 1 liter bensin bisa mencapai kira-kira 30km

30km/ltr

Irit sekali kan? ;)

Oke, lanjut ke persiapan buka bersama, setelah sampai di tujuan, saya parkirkan Nissan March di bawah pohon yang rindang dan melakukan ibadah(baca:tidur)  di dalam kendaraan seharga 140jt-an ini

Sekitar jam 5 saya dibangunkan oleh teman saya dengan cara mengetuk jendela mobil, aaah… Kursi belakang Nissan March ini awalnya saya nilai sempit tapi akhirnya bisa membuat saya tidur nyenyak juga ;)

Lalu saya lanjut berangkat menuju warung nasi untuk mengambil nasi pesanan, saya agak pesimis, total barang bawaan yang akan diangkut adalah 69 box nasi bungkus, 1 kantong berisi kerupuk, 2 dus berisi es buah, dan 2 dus air mineral gelas. Apa itu masuk dalam mobil sekecil ini? :O

Susun sana susun sini, ternyata akhirnya masuk juga semua barang-barang itu :))

Salut deh buat Nissan March, mobil kecil ini bisa masuk segini banyak barang :D

Ini beberapa gambar saat ‘pengangkutan’ makanan

Ini ada 50 kotak Nasi Dus
Yang ini Kerupuk :p

 

 

Kenalkan, Namanya Maul :p
Itu bukan kertas, tapi es buah :)
Kerupuk ini memang menghalangi pandangan belakang

Akhirnya acara buka bersama ini dapat terlaksana dengan sukses, Terima kasih Nissan March yang sudah mengantarkan makanan :)

 

#7DayswithMarch 3: Aku dan Nissan March — Review Singkat Dikala Macet

15 Agustus

Hanya dengan Nissan March? Yang lain mana? Seperti biasa, di hari senin ini saya memulai kegiatan saya sendirian, hanya kali ini berbeda, saya ditemani oleh Nissan March, kendaraan yang kedepannya saya sebut sakti mandraguna.

5:56AMBerangkat jam 6 dari rumah saya bilangan Parung(perbatasan Kabupaten Bogor – Sawangan, Depok) menuju Kota Jakarta(tepatnya di daerah HR Rasuna Said) merupakan perjalanan yang paling melelahkan, di saat libur kuliah ini saya harus berjalan kesana kemari berkeliling Jakarta demi mencari sesuatu yang lebih #halah. Baru saja melewati sawangan saja sudah macet gak karuan, saya diuntungkan menjajal Nissan March ini, berhubung macet, daripada tidak ada kerjaan saya coba pencet sana pencet sini semua tombol yang ada dalam Nissan March, dimulai dari Head Unit, AC, dan fasilitas lainnya. Dimulai dari yang namanya Head Unit, sumpah, saya ini kupingnya yang rewel bin manja soal suara, terlalu standar :p tapi untuk mengusir kemacetan, saya rasa ini sudah lebih dari cukup, lagu Muse – Time Is Running Out, BEP – The Time(The Dirty Bit) sampai 7 Icons(minus videoclipnya) terdengar bersih dan mulus dalam Head Unit Nissan March yang sudah terintegrasi dengan dashboard, CD Playernya pun dapat membaca format CD Audio dan MP3, suaranya juga cukup jernih saat memutar CD Mika – Life In Cartoon Motion dan sekumpulan MP3 yang saya burn sendiri :p

Air Conditioner, Ini merupakan bagian penting untuk kendaraan modern yang berada di Jakarta, seperti yang kita tahu, Jakarta makin panas, AC kendaraan sudah menjadi suatu kewajiban dalam sebuah kendaraan, maka dari itu saya coba sejauh mana AC Nissan March ini dapat mendinginkan bagian dalam mobil, saya coba putar thermostat-nya ke arah paling kiri dengan hembusan blower di level II, hasilnya hawa dingin cukup menusuk tulang, dan ajaibnya, mobil ini memiliki fungsi heater :D dimana fungsi ini hanya dimiliki di mobil bikinan perancis jadul saya :p , bahkan mobil kompetitornya yang saya juga pakai tidak memiliki heater, padahal saya sering menggunakan heater manakala berada tengah malam di puncak atau tengah malam di daerah Bandung dimana suhu di kedua daerah tersebut saat tengah malam sangat dingin :D

Oia, untuk transmisi, kebetulan saya dapat Nissan March yang versi matic, dan kebetulan mobil pribadi saya(kompetitornya ) juga matic, tentunya ada perbedaan, Nissan March menggunakan tipe transmisi segaris, sedangkan mobil saya menggunakan gate type untuk mencegah perpindahan transmisi secara tidak sengaja, namun bukan berarti Nissan March ini tidak ada proteksi dari perpindahan transmisi secara tidak sengaja, kan ada  tombol shift lock-nya :D dan pilihan transmisinya juga tentunya berbeda, mobil saya pilihannya P – R – N – D – 3 – 2 – L sedangkan Nissan March pilihannya P – R – N – D – 2 – 1, tidak ada Gigi 3? Bagaimana jika ingin menyalip kendaraan? Gampang, gunakan Overdrive, di Nissan March tombol OverDrive ada di bawah tombol pengunci transmisi :D

Tidak terasa saya melihat-lihat isi mobil Nissan March ini membuat lupa waktu :p hingga akhirnya berhasil mengantarkan saya ke Rasuna Said ;)

Oia, saya orang yang cukup simpel, barang bawaan saya setiap hari tidak pernah banyak, hanya kamus, laptop dan tas ransel biasa, dan mobil ini menurut saya juga simpel, sesimpel barang bawaan saya :)