Arsip Kategori: Information Technology

Web Hosting yang mendukung IPv6

Berikut list perusahaan jasa web hosting/shared hosting yang datacenter-nya sudah mendukung penggunaan IPv6. Di luar sana, ada cukup banyak penyedia hosting yang sudah mendukung IPv6, saya hanya tulis yang pernah saya coba saja, beberapa diantaranya ada yang saya gunakan secara serius, seperti untuk keperluan host blog ini, sedangkan sisanya saya gunakan dalam rangka eksperimen.

Lanjutkan membaca Web Hosting yang mendukung IPv6

Perkembangan IPv6 di Indonesia

Sebenarnya saya cukup malas menulis tentang ini.

Seperti yang telah kita ketahui, alokasi IPv4 di dunia sudah mulai habis. Tidak hanya di negara maju, beberapa negara berkembang sudah mulai implementasi IPv6. ISP yang saya gunakan yaitu Ziggo sudah menggunakan IPv6(dual stack dengan IPv4), bahkan hosting  blog ini sudah support IPv6, jadi komunikasi antara Cloudflare dengan server blog ini sudah native IPv6, trafik IPv4 di-handle langsung oleh Cloudflare.

Perlu anda ketahui bahwa, IPv6 dan IPv4 tidak kompatibel satu sama lain, mayoritas PC dan device lainnya masih menggunakan Dual Stack: IPv4 dan IPv6 berjalan beriringan.

Lanjutkan membaca Perkembangan IPv6 di Indonesia

Modem Bolt unlock dengan sendirinya, kok bisa?

Sejak 28 Desember 2018 layanan bolt resmi berhenti beroperasi. Kebetulan saya berlangganan produk Bolt Home yang saya pasang di kediaman orang tua saya di Depok. Karena itu pula saya membutuhkan alternatif koneksi Internet untuk mereka. Sialnya sampai saat ini saya belum menemukan koneksi alternatif karena daerah rumah mereka tidak dilewati leased line apapun kecuali IndiHome.

Beberapa minggu kemudian, Ridu memberitahu saya mengenai informasi unlock perangkat Bolt. Menurut informasi tersebut, modem Helios G2 / BL500 bisa di-unlock dengan melakukan update firmware.

Lanjutkan membaca Modem Bolt unlock dengan sendirinya, kok bisa?

Telegram atau WhatsApp?

Jawabannya adalah dua-duanya.

Whatsapp or Telegram
Source : https://www.dignited.com/23969/whatsapp-vs-telegram-feature-feature-comparison/

Di penghujung tahun 2018 ini saya “hanya” punya dua aplikasi pesan instan, WhatsApp dan Telegram, kedua aplikasi ini menggantikan peran BBM  dan Yahoo! Messenger yang sudah saya tinggalkan sejak lama. Ya, saya pernah punya akun LINE, WeChat, Viber, dan lain-lain tapi itu hanya untuk urusan eksperimental saja, kalau memang menemukan username saya disitu dan Anda coba kirim pesan dijamin tidak akan masuk ke gawai saya.

Lalu apa alasan saya menggunakan kedua aplikasi tersebut? Banyak teman-teman saya menggunakan WhatsApp, bahkan dari group keluarga, alumni 212 sekolah sampai grup kantor ada di WhatsApp semua, saking banyaknya inilah yang memicu saya menggunakan Telegram sebagai aplikasi pesan instan alternatif.

Lanjutkan membaca Telegram atau WhatsApp?

IPv6 Ready

Akhirnya, berkat bantuan Cloudflare, blog ini sudah IPv6 ready, alias memiliki DNS IPv6 tersendiri, ya walaupun web server aslinya tidak (belum) memiliki alamat IPv6.

Sebenarnya hal ini tidak terlalu penting, mengingat di Indonesia IPv6 belum terkenal, pengunjung dari Indonesia masih menggunakan IPv4, berbeda dengan di Eropa, beberapa free WiFi sudah implementasi IPv6, walaupun mereka tetap punya routing ke IPv4.

Lanjutkan membaca IPv6 Ready

Two Factor Authentication – 2FA

Belakangan ini kasus pencurian akun semakin marak, entah itu akun e-mail ataupun media sosial yang tentunya merugikan kita, sudah saatnya kita menambahkan satu lapis keamanan tambahan selain password yaitu two factor authentication atau biasa disebut juga dengan 2FA.

Langkah awal untuk dapat menggunakan fitur ini adalah mempersiapkan nomor ponsel anda, ya, fitur ini membutuhkan nomor ponsel anda dan pastikan nomor ponsel anda adalah nomor tetap, saya sendiri lebih suka menggunakan nomor Indosat saya, karena itu merupakan nomor tetap meskipun saya tidak tinggal di Indonesia, 2FA ini akan menggunakan nomor ponsel anda sebagai verfikasi awal.

Lanjutkan membaca Two Factor Authentication – 2FA

Cara Alternatif Mencegah Serangan Ransomware WannaCry selain Patch

Beberapa hari terakhir ini dunia disibukkan dengan eksisnya serangan Ransomware WannaCrypt atau WannaCry, menurut beberapa media, jenis serangan cyber ini bersifat  tersebar dan masif, serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), yang bisa dikategorikan teroris siber.

Lanjutkan membaca Cara Alternatif Mencegah Serangan Ransomware WannaCry selain Patch

Samsung XPress M2020 Laser Printer

Akhirnya setelah sekian lama, saya kembali membutuhkan printer, tentu saja tujuannya untuk menulis tugas akhir, biasanya saya selalu membeli printer jenis inkjet, karena menurut saya, hasilnya cukup tajam dan warnanya cukup cerah, hanya saja kali ini semenjak saya tinggal di Rusia, saya tidak menemukan tempat untuk melakukan refill printer inkjet, dan saya diharuskan membeli cartridge original, saya sebagai orang ga ada kerjaan rasanya males sekali kalau harus beli yang asli :D hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli printer jenis monochrome laser.

Keputusan saya memilih printer jenis ini adalah kapasitas toner yang diklaim dapat mencapai 1000 lembar, berbeda dengan cartridge inkjet yang hanya mencapai 100-150 lembar.

Setelah saya survey di toko setempat, akhirnya saya membawa pulang printer Samsung XPress M2020 seharga 4500 RUB

Note: Sebenarnya saya maunya tipe M2020W dengan fitur Wi-Fi dan NFC, tapi barangnya sudah habis, dan saya sudah tidak mau menunggu terlalu lama :D

Samsung M2020
Tampak depan

Ini merupakan kali pertama saya membeli printer jenis monochrome laser, dan kesan pertama yang saya suka adalah bentuknya :D ya, printer ini minimalis, cocok untuk disimpan di meja kecil dan cocok untuk disembunyikan kalau ada teman yang mau numpang print.

Printer ini tidak memiliki banyak tombol dan indikator, cukup dua tombol, dan dua indikator, indikator pertama merupakan indikator paper out dan error lainnya, lalu ada tombol power untuk mematikan dan menghidupkan printer, setelah itu ada tombol yang menurut saya kurang berguna, yaitu tombol screenshot and print, tombol ini akan mencetak apapun yang ada di layar komputer, menurut saya, fitur ini lebih bermanfaat untuk printer berwarna, dan yang terakhir terdapat indikator toner, indikator ini akan berkedip jika toner yang dipakai mulai habis.

Kualitas dan kecepatan cetak

Samsung klaim bahwa printer ini dapat mencetak hingga 21 lembar per menit, cukup cepat untuk saya yang biasa pake inket printer yang ndut-ndutan :D

Untuk kualitas hasil cetakan, dengan konten hanya teks, tentunya hasilnya cukup memuaskan, bahkan saat saya coba cetak grafik yang saya ambil dari handout PowerPoint, dan foto pemandangan resolusinya masih cukup baik, hanya saja, jangan coba-coba cetak foto pacarmu, hasilnya buat saya agak menyeramkan :)

Berhubung ini printer laser untuk pemakaian personal, tentunya tidak ada konektor LAN, tidak ada fitur duplexer(cetak bolak-balik), dan hanya terdapat satu paper handling,  tapi untuk saya itu bukan masalah besar.

Toner

Printer ini menggunakan jenis toner Samsung MLT-D111S, dan Samsung kembali klaim bahwa kapasitas toner ini bisa mencapai 1000 lembar, inilah yang membuat saya memutuskan untuk membeli laser printer.

Saat saya beli, printer ini sudah pre-installed toner sampel yang hanya mampu mencetak kurang lebih 100 lembar.

Karena toner sampel akan saya gunakan untuk eksperimen, maka dari itu saya beli lagi toner untuk printer ini seharga 1250 RUB, buat saya ini cukup murah, mengingat harga cartridge hitam dan berwarna untuk inkjet mencapai 800-1000 RUB dengan kapasitas 100-150 lembar.

Overall, printer ini cocok untuk mahasiswa tugas akhri yang kerjaannya print revisi skripsi :p

 

 

Note: Artikel ini opini pribadi saya, saya tidak dibayar oleh siapapun.