Standar Internasional Dalam Industri Penerbangan

Standar internasional dalam industri penerbangan global tidak hanya berlaku di kalangan maskapai-maskapai penerbangan berjadwal tetapi juga operator-operator penerbangan charter (tidak berjadwal/non-reguler).

Di sektor air charter ada standar International Standard Business Operation (ISBAO). Selama ini barangkali kita lebih terbiasa dengan standar IATA (International Air Transport Association). Standar IATA berlaku bagi scheduled airlines sedangkan ISBAO berlaku bagi operator-operator air charterdi seluruh dunia.

Sertifikasi ISBAO dibagi menjadi 3 level, level 1,2 dan 3. Untuk mendapatkannya operator harus menjalani proses audit yang dilakukan oleh ISBAO sendiri. Kepada pemegang sertifikasi, ISBAO akan melakukan audit dalam rentang waktu yang berbeda-beda. Ada yang diaudit setiap tiga tahun dan ada yang setiap dua tahun, tergantung level sertifikat yang dimilikinya.

Pemegang sertifikat level 3 berarti berkemampuan dan kompeten mengajarkan operator lain untuk bisa ikut ISBAO. Jadi, perusahaan ini bisa memberikan pengajaran kepada operator-operator lain yang ingin mengambil sertifikasi ISBAO.

Sekarang kita ambil contoh PremiAir, maskapai ini memiliki standar ISBAO sejak tahun 2009.

PremiAir memulai bisnisnya dengan menyewakan pesawat. Kemudian perusahaan ini berkembang menjadi holding company. Sekarang PremiAir membawahi tiga perusahaan yang bergerak di bidang industri aviasi dengan jasa berbeda-beda, ada International Maintenance Overhaul, yaitu perusahaan yang mempunyai lisensi khusus untuk perbengkelan pesawat tipe tertentu. Perusahaan lainnya beroperasi sebagai penyedia jasa ground handling pesawat yaitu jasa mengurus kebersihan pesawat, mengatur flight plan, dan flight clearance, kemudian menyediakan jasa catering untuk pesawat, hingga mengelola ruang tunggu VIP Lounge.

Source: PremiAir

Diversifikasi bisnis lain yang dikembangkan PremiAir adalah pengelolaan pesawat milik pihak lain. Pemilik pesawat menyewakan pesawatnya, sedangkan crew dan kebutuhan lainnya semua diatur oleh perusahaan ini dengan biaya yang telah disepakati.

Tiga kegiatan bisnis tersebut membuat perusahaan charter ini tidak bergantung hanya pada satu revenue line.

Dengan sertifikasi internasional misalnya dari FAA, berarti pesawat-pesawat asing bisa ‘masuk bengkel’ atau melakukan perbaikan di Indonesia. Setiap bengkel pesawat mempunyai sertifikat masing-masing. Setiap bagian pesawat yang hendak diperbaiki memerlukan sertifikasi, approval, dari badan otoritas dunia. Salah satu diantaranya sertifikasi yang dikeluarkan oleh FAA, Amerika Serikat.

Misalnya ada satu pesawat Boeing remnya rusak. Perusahaan maintenance yang memegang sertifikat approval untuk pekerjaan tersebut boleh menerima pekerjaan memperbaiki rem pesawat Boeing tersebut. Tapi bukan berarti bengkel tersebut bisa memperbaiki keseluruhan pesawatnya. Seperti halnya dengan Garuda Maintenance Facility , bengkel pesawat terbesar di Indonesia. Bengkel ini mempunyai sertifikasi-sertifikasi untuk beberapa bagian tertentu dari tipe-tipe pesawat tertentu. Sertifikasi itu telah di-approve oleh otoritas dunia seperti FAA. Jadi GMF hanya bisa mengerjakan pemeliharaan pesawat terbang sesuai dengan sertifikasi-sertifikasi yang dimilikinya.

Terkait isu standar internasional ini, para maskapai di Indonesia pada dasarnya sudah memenuhi standar-standar internasional jika ingin beroperasi ke luar negeri. Namun secara pertimbangan bisnis harus diakui bahwa memenuhi kebutuhan atas permintaan pasar di dalam negeri saja sudah merupakan peluang efektif bisnis yang secara komersial menguntungkan. Maka pada tahun-tahun pertama maskapai nasional lahir dan mulai beraktifitas, fokus ditujukan pada pelayanan penerbangan rute domestik.

Cara mudah Kirim Uang Dari Rusia ke Indonesia

Sebelumnya, mengirim uang ke Indonesia dari Rusia adalah hal yang cukup sulit. Di Rusia tidak mengenal yang namanya nomor rekening, yang ada adalah nomor kartu, ya, nomor kartu 16 digit yang tertera di kartu Anda, sedangkan di Indonesia menganut sistem Account number atau biasa disebut nomor rekening.

Tapi menggunakan Sberonline dari Sberbank Rusia dan Jenius Indonesia, kita bisa transfer uang dari Rusia ke Indonesia, caranya cukup mudah:

Buka aplikasi SberOnline, pilih menu перевод, masukkan 16 digit nomor m-card Jenius, lalu jumlah uang yang akan ditransfer, secara otomatis sistem akan membaca kartu tujuan (Indonesia), nama pemegang dan akan terkena biaya admin 1%, contohnya saya kirim 10,000 rubel maka biaya admin yang dikenakan adalah 100 rubel, total yang harus saya bayar adalah 10,100 rubel.

Lalu setelah itu tekan перевести, maka akan muncul halaman berikut.

Menurut aplikasi proses transfer memakan waktu kurang lebih 30 menit, tapi ajaibnya, kurang dari satu menit Jenius saya memberitahu bahwa ada uang masuk.

Saat dibuka info detailnya, dijelaskan saya menerima uang sebesar 10,000 rubel dengan kurs 1 rubel = IDR 184, sehingga uang yang saya terima adalah IDR 1,837,547. Oia, kurs yang digunakan adalah kurs saat transaksi.

Liebster Award

Cukup terkejut saat saya mendapatkan Liebster Award dari Matriphe a.k.a Zam. Liebster Award ini adalah penghargaan dari blogger untuk blogger lainnya yang dianggap layak untuk dikunjungi.

Sebenarnya ini bukan hal baru bagi para blogger, saya sudah pernah mengerjakan award seperti ini 12 tahun yang lalu. Namanya dulu bukan Liebster Award tapi secara aturan kurang lebih sama, berikut aturannya:

  1. Berterima kasih kepada pemberi penghargaan.
  2. Jelaskan fakta tentang diri sendiri dan 3 artikel favorit.
  3. Jawab 11 pertanyaan dari pemberi penghargaan.
  4. Berikan penghargaan ini kepada 11 blogger.
  5. Berikan 11 pertanyaan kepada blogger yang menerima penghargaan.
  6. Beritahu 11 blogger yang menerima penghargaan.
Lanjutkan membaca Liebster Award

Alasan Mobil Manual Masih Jadi Favorit di Eropa

Saat saya berkunjung ke Amerika Serikat, Jepang dan Australia, saya selalu memperhatikan kendaraan yang digunakan di negara-negara tersebut mayoritas menggunakan transmisi otomatis, bahkan banyak orang Amerika tidak bisa mengemudikan kendaraan dengan transmisi manual.

Uniknya, setelah saya pindah ke benua Eropa, mayoritas orang menggunakan kendaraan dengan transmisi manual , lalu kenapa orang Eropa masih prefer menggunakan mobil manual? Berikut beberapa alasannya.

Identik Sebagai Mobil Mahal

Di Eropa, mobil dengan transmisi otomatis identik dengan mobil mahal, bahkan mobil dengan tipe yang sama, varian matic-nya lebih mahal 1000€. Kebanyakan orang eropa berpendapat, buat apa bayar lebih mahal kalau bentuk mobilnya sama.

Car Oriented vs Public Transport Oriented

Seperti yang kita tahu, mayoritas masyarakat di Eropa mengandalkan transportasi publik sebagai moda transportasi utama mereka, berbeda dengan mayoritas masyarakat di Amerika (dan juga Australia?) mereka lebih mengandalkan mobil sebagai moda transportasi utama mereka, bahkan bisa dibilang hidup orang Amerika lebih banyak dihabiskan di mobil, beberapa di antara mereka kadang sarapan di mobil, make-up di mobil dan lain-lain, transmisi otomatis sedikit meringankan pekerjaan mereka. Berbeda dengan di Eropa, saya hampir tidak pernah lihat orang melakukan hal itu saat menyetir, mereka benar-benar fokus berkendara.

Lebih Hemat Bensin

Jika ada dua mobil yang sama dengan dua varian transmisi yang berbeda, tentu varian manual akan lebih hemat bensin, tentu saja karena mayoritas mobil matic lebih sedikit jumlah giginya sehingga RPM(rotasi per menit) mesin lebih tinggi ditambah lagi tenaga mesin akan berkurang beberapa persen di torque converter dan harga bensin di Eropa rata-rata berkisar antara 1,3€ – 1,8€ / liter, harga yang cukup mahal.

Topografi Eropa

Eropa memiliki topografi yang beraneka ragam. Jalanan sempit yang berliku, tanjakan, turunan hingga crowded traffic semua ada di sini, dalam kondisi jalan seperti itu transmisi manual lebih berguna, karena perlunya tenaga saat di tanjakan, bertemu dengan speed bumper hingga perlunya engine break di kondisi turunan. Nyetir mobil matic memang lebih menyenangkan di Eropa.

Kategori SIM yang dibedakan

Di Inggris, jika Anda belajar mengemudikan mobil dengan transmisi otomatis, maka Anda akan mendapatkan SIM yang berlaku hanya untuk mobil dengan transmisi otomatis – itu artinya Anda tidak dapat mengemudikan mobil manual dengan SIM tersebut tapi jika Anda belajar mengemudikan mobil dengan transmisi manual, maka SIM Anda berlaku untuk mobil manual dan otomatis. Biaya kursus mengemudikan mobil dengan transmisi otomatis lebih mahal daripada yang manual. Memang jika orang sudah terbiasa dengan mobil manual, hanya perlu sekitar 5-10 menit untuk adaptasi ke mobil otomatis, tapi tidak berlaku sebaliknya.

Saya rasa mobil dengan transmisi manual akan terus populer di Eropa sampai beberapa tahun ke depan dan akan tergeser jika populasi mobil listrik yang notabene hanya memiliki single gear mulai meningkat.

Bagaimana dengan Anda? Apakah terbiasa mengendarai mobil dengan transmisi manual atau otomatis?

Efek Panik Dari Virus Corona di Belanda

Seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya bahwa saya menanggapi isu Corona ini dengan waspada tapi tidak panik, awal-awal virus Corona ditandai dengan habisnya stok hand sanitizer dan masker di beberapa toko dan apotek, bagi saya ini tidak jadi masalah, di kantor sudah disediakan hand sanitizer dan saya memang punya kebiasaan selalu mencuci tangan di rumah, masker pun saya bisa dapatkan hasil dari nodong teman yang kebetulan bekerja di tattoo workshop.

Bahkan pagi hari saya sempat mampir ke HEMA dan melihat stok hand sanitizer yang cukup banyak, walau harganya 2 kali lipat lebih mahal – tapi tersedia, juga membalas cuitan dari Zam bahwa stok tisu toilet yang aman di sini. Semua terlihat aman-aman saja.

Ternyata saya salah.

Lanjutkan membaca Efek Panik Dari Virus Corona di Belanda

Satu Hari Di Kazan, Rusia

Musim dingin adalah musim di mana saatnya saya jalan-jalan. Kenapa harus musim dingin? Ya karena udara dingin membuat orang malas jalan-jalan, dan harga tiket cukup murah di musim dingin walau resikonya harus siap dengan udara dingin yang cukup menusuk.

Kebetulan sekali pacar saya baru saja kembali dari Amerika Serikat, jadi kami memiliki rencana untuk jalan-jalan, awalnya kami berencana untuk berkunjung ke Eropa Selatan, tapi pacar saya tidak punya visa schengen dan untuk membuatnya diperlukan beberapa dokumen pendukung sedangkan waktunya tidak cukup banyak, akhirnya diputuskan lebih baik saya yang ke Rusia, karena visa Rusia lebih mudah didapatkan – terlebih lagi saya menggunakan invitation letter dari pacar saya yang notabene orang Rusia, berbekal dokumen tersebut saya berhasil membuat visa Rusia dalam 4 hari kerja dengan biaya 150€, dan tujuan kami adalah ke Kazan.

Lanjutkan membaca Satu Hari Di Kazan, Rusia