Perlukah SIM Seumur Hidup?

Saya mendengar, ada salah satu partai yang menjanjikan pemberlakuan SIM seumur hidup jika terpilih. Tentu saja ini menuai pro dan kontra, banyak komentar mengenai pemberlakuan SIM seumur hidup ini, bahkan tidak sedikit mencaci maki kebijakan ini. Sebenarnya perlukah SIM seumur hidup diberlakukan di Indonesia?

Sebelumnya kita lihat apa alasan partai tersebut hendak memberlakukan SIM seumur hidup, partai tersebut berpendapat bahwa perpanjangan SIM merepotkan rakyat dan mengurangi beban biaya masyarakat. Oke, maka dari itu, mari kita bahas bagaimana pembuatan SIM di Indonesia saat ini.

Sesuai dengan postingan saya satu tahun yang lalu, saya membuat SIM baru untuk kategori A dan C, waktu yang saya perlukan untuk membuat SIM di SATPAS Polestabes Bandung saat itu adalah satu hari (diluar latihan sebelum ujian yang kurang lebih saya lakukan lima hari sebelumnya), dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 260,000 rincian bisa dilihat di postingan saya sebelumnya.

Lantas, bagaimana perpanjangannya? SIM Indonesia berlaku selama lima tahun. Perlu diketahui, perpanjangan harus dilakukan sebelum masa berlakunya habis. Perpanjangan SIM ini justru lebih mudah, cukup datang ke mobil SIM keliling, isi formulir, bayar sesuai PNBP, lalu foto, dan SIM baru anda sudah jadi.

 

Sekarang kembali ke persoalan awalnya, apakah benar perpanjangan SIM merepotkan rakyat? Saya belum pernah mendengar teman-teman saya mengeluhkan masalah repotnya perpanjangan SIM, bahkan sejak ada layanan SIM keliling, perpanjangan SIM menjadi lebih mudah, bahkan bisa dilakukan di hari minggu. Lalu, apakah biaya perpanjangan SIM itu membebani masyarakat? Biaya PNPB untuk perpanjangan SIM A sebesar Rp 80,000 sedangkan SIM C sebesar 75,000. Apakah kedua biaya itu terlalu mahal?

Sekarang kita beralih ke negara yang menerapkan SIM (hampir) seumur hidup, yaitu Inggris, di negara ini, full UK license diberikan hanya sekali dan berlaku sampai pemegang-nya berumur 70 tahun (walaupun tetap perlu update foto setiap 10 tahun sekali dengan biaya £14[source]). Cara mendapatkannya sendiri bagaimana? Sangat sulit, sebelumnya kita harus memperoleh provisional license seharga £50 ke DVLA, lalu ikut sekolah mengemudi selama beberapa bulan, setelah cukup matang, kita diwajibkan untuk tes teori dan praktek, tes teori dan praktek di Inggris tidak semudah di Indonesia, bahkan tidak sedikit orang yang beberapa kali gagal. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat full UK license paling sedikit sebesar £400.

Setelah kita mendapatkan full UK license, DVLA menerapkan sistem penalti, setiap pelanggaran yang kita lakukan akan mendapatkan poin, besaran poin berbeda tiap pelanggaran yang ada, jika poin sudah mencapai angka 12 dalam waktu 3 tahun, siap-siap SIM anda akan dicabut sementara[source], sedangkan untuk pengemudi baru, jika anda mendapat 6 poin, SIM akan dibatalkan[source].

Nah, kalau sistem pembuatan SIM sudah seperti di Inggris, saya setuju dengan aturan SIM seumur hidup.

Bagaimana dengan anda?

4 thoughts on “Perlukah SIM Seumur Hidup?”

  1. Kalau menurut saya, perpanjangan SIM 5 tahunan itu perlu untuk update foto di SIM. Penting foto diperbarui karena salah satu bentuk identifikasi kan dari foto. Selain foto, kan juga untuk memperbarui data alamat, siapa tahu pindah alamat. Jadi anggap saja biaya bayar perpanjangan sim adalah biaya foto dan cetak ulang SIM.

    1. SIM UK juga sama, setiap 10 tahun diwajibkan update foto dan nama belakang (jika sudah menikah), dan tetap bayar biaya administrasi. Perbedaanya adalah jika telat update foto, tidak ada denda apapun ataupun tes ulang, sedangkan di Indonesia, jika telat perpanjang SIM, maka harus buat SIM baru dari awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *