110 = Nomor darurat yang tidak berfungsi

Sedikit pengalaman pribadi.

Beberapa bulan yang lalu saya mengalami sedikit masalah dimana saya diharuskan untuk menelepon pihak yang berwajib dan tentunya dalam keadaan darurat, saya mencoba menghubungi nomor darurat yang tersedia di ponsel, dimulai dari 110,112, 911 sampai 08, dan hasilnya..

tidak ada yang tersambung :p

solusinya, ujung-ujungnya saya bertanya nomor polsek terdekat, dan akhirnya saya mendapat nomor polsek terdekat, 022-79xxx, bukan nomor toll free, itu nomor berbayar, butuh pulsa untuk menghubunginya. Kalau tidak ada pulsa, jangan harap bisa tersambung untuk bisa sekedar curhat dengan pihak yang berwajib, ya, inilah indonesia :p

Bagi saya bukan masalah pulsa yang harus dikeluarkan, tapi kan sifat dari nomor telepon polisi itu bukannya diwajibkan untuk siap dihubungi kapan saja dan dimana saja? Menurut saya,  tidak efisien kalau kita harus mengingat nomor polsek yang notabene berbeda-beda, It’s oke, saya mungkin hafal nomor polsek Gedebage dan nomor polsek Jatinangor, tapi bagaimana jika saya terdampar di Baranang Siang, Bogor atau Cilandak, Jakarta dan saya membutuhkan pertolongan dari pihak yang berwajib? Bertanya? Itu kalau sempat :p

Yah, sudahlah, tinggal di Indonesia jangan banyak mengeluh :p

 

1 + 6 + 3 + 3

Setelah sekian lama tidak update blog, akhirnya saya mencoba untuk meluangkan waktu untuk menulis kembali. Sebenarnya banyak sekali kabar yang ingin saya tuangkan di blog ini, hanya saja dikarenakan situs blog saya sempat di suspend dengan alasan yang tidak jelas, akhirnya saya tidak bisa menulis selama beberapa minggu(bahkan bulan).

—–

Setelah hampir 12++ tahun saya berada di bangku sekolah, dimulai dari pendidikan TK selama kurang lebih 1 tahun, dilanjutkan dengan SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA SMK selama 3 tahun. Dan sekarang saya sudah menyelesaikan 4 tahap pendidikan tersebut dengan hasil yang Alhamdulilah cukup memuaskan.

Memang, banyak sekali perdebatan antara saya dengan orangtua ketika saya hendak memilih sekolah, baik itu SD, SMP, dan SMA SMK, saya juga bukan seseorang yang terlalu pintar, saya cukup mengakui, saya pernah gagal masuk SMP favorit dan akhirnya terdampar di SMP yang cukup pinggiran, tapi apa daya, mungkin hanya kemampuan otak saya yang hanya cukup untuk masuk ke SMP itu, dan Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tepat 3 tahun pendidikan tersebut dengan hasil yang cukup memuaskan.

Saat akan masuk  SMA, kembali lagi terjadi perdebatan antara saya dengan orangua ketika saat itu saya ingin masuk SMK Teknik Informatika, sedangkan orangtua saya masih bersikeras ingin memasukan saya ke jenjang Sekolah Menengah Atas, akhirnya orangtua saya mengalah, dan mengikuti pertimbangan saya, untuk masuk SMK, tentunya saya harus memiliki tanggung jawab secara penuh untuk masuk ke sekolah ini karena memang ini adalah pilihan saya sendiri, walau ternyata terasa berat, saya masih terus berusaha, dan kembali Allah pun memberikan yang terbaik untuk saya, saya lulus dengan hasil yang cukup baik, bahkan bisa dibilang sangat baik :)

Masa sekolah telah saya lewati, dan saat itu juga saya pertimbangkan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, entah kenapa tidak ada alasan tapi saya sangat yakin untuk kuliah ke jurusan yang tidak sesuai dengan pendidikan SMK saya, masalah itu kembali memancing perdebatan dengan orangtua saya, bahkan dengan beberapa anggota keluarga saya, beberapa masukan dari mereka ternyata malah membuat saya lebih yakin untuk lebih memilih jurusan yang kelak akan saya ambil nanti.

Ya, itu keputusan saya, dan saya harus lebih bertanggung jawab terhadap keputusan yang saya buat sendiri. Saya harap saya kembali bisa memberikan hasil yang terbaik.

Bismillahirrahmanirrahim  :)

AppStore: I Am Rich(and also stupid)

Sebenarnya draft posting ini sudah cukup lama tersimpan di folder draft, hanya saja saya tidak sempat melanjutkan tulisan dan ternyata baru dilanjutkan setelah aplikasi tersebut sudah dihapus :P

Ada software baru release sudah lama di release dan sudah dihapus oleh pihak Apple, namanya cukup unik. I Am Rich, software ini seharga US$ 999.99, dengan tampilan aplikasi seperti ini

Ini quote dari AppStore:

The red icon on your iPhone or iPod touch always reminds you (and others when you show it to them) that you were able to afford this. It’s a work of art with no hidden function at all.

A Work of art? No Hidden function at all? Jadi ini hanya aplikasi “pamer” untuk orang “kaya” ? :-o

Dengan uang sejumlah US$ 999.99(Rp. 10,020,587.85) saya lebih baik membeli ponsel iPhone sendiri, atau kalau memang memaksakan harus beli software lebih baik saya beli software seperti Adobe Flash atau software yang lebih bermanfaat. Dan saya harap Apple dapat menindaklanjuti aplikasi yang tidak masuk akal ini, dan akhirnya saya tidak tau kapan persisnya, Apple sudah menghapus aplikasi ini.

Terisolasi dari dunia luar

Sekarang saya berada di daerah dimana, tanpa ada koneksi 3G, tanpa internet, tanpa notebook, tanpa televisi, tanpa koran, tanpa telepon, sinyal hp hanya 1-2 bar, itupun sering putus ketika dipakai telepon. Serasa mau mati, tapi kok warga disini tampak tenang-tenang saja ya hidup tanpa informasi luar yang memadai,aah.. mungkin saya saja yang sudah terlalu internet addict,hehehe

Memanfaatkan Fasilitas Call Divert pada Ponsel

Saya memiliki dua telepon genggam, satu digunakan untuk public use dan satu lagi digunakan untuk private use, dimana nomor telepon dari ponsel yang private hanya diketahui oleh beberapa keluarga dan orang-orang terdekat saja.

Sayangnya, saya tidak belum terbiasa membawa kedua telepon genggam ini ketika berpergian dengan jarak tidak terlalu jauh, saya lebih memilih untuk membawa satu telepon saja, tapi tentunya akan terjadi missing communication dengan para fans saya jika saya hanya membawa telepon dengan nomor private, begitu pula sebaliknya, saya akan kehilangan hubungan dengan keluarga dan orang terdekat, dan hanya berhubungan dengan para fans saya saja, jika saya hanya membawa telepon dengan nomor public.

Ada satu fasilitas yang hampir dilupakan oleh pengguna telepon genggam, yaitu fungsi Call Divert/Forwading, fitur ini memungkinkan ponsel kita untuk mengalihkan panggilan masuk ke nomor lain yang telah ditentukan sesuai dengan kondisi(statement) yang telah kita tentukan sebelumnya.

Dan ini adalah sedikit step by step aktifasi fasilitas ini.

Note: Penulis menggunakan ponsel Nokia dan kartu pascabayar Satelindo GSM Matrix. Fasilitas ini tidak selalu didukung oleh operator yang anda pakai, silahkan hubungi operator anda untuk informasi lebih lanjut mengenai fasilitas ini.

Masuk ke Menu Settings/Control Panel/Global Configuration.. Dan masuk ke sub-menu Call Setting/Telephone

Setelah masuk ke menu call diverting, akan ada option tentang pengalihan panggilan yang akan kita gunakan, berikut adalah sedikit penjelasannya.

Divert All Calls. Pilihan ini akan mengalihkan semua panggilan ke nomor yang dituju tanpa kecuali.

Divert If Busy. Pilihan ini akan mengalihkan semua panggilan ke nomor yang dituju, jika ponsel yang kita gunakan sekarang sedang dalam panggilan/sedang sibuk.

Divert if out of reach. Pilihan ini akan mengalihkan semua panggilan ke nomor yang dituju, jika ponsel kita sedang berada di luar jangkauan atau sedang tidak aktif.

Divert if not answered. Pilihan ini akan mengalihkan semua panggilan ke nomor yang dituju, jika ponsel kita tidak menjawab panggilan masuk tersebut(bisa diatur setelah berapa menit panggilan akan dialihkan).

Divert if not available. Pilihan ini akan mengalihkan semua panggilan ke nomor yang dituju, jika ponsel kita sedang tidak memiliki voice plan atau panggilan suara tidak memungkinkan.

Dan pada kasus saya ini, saya memilih pilihan Divert if out of reach. Setelah memilih pilihan tersebut, masukkan nomor tujuan pengalihannya. Nomor ini bebas, bisa ke operator lain.

Setelah itu, klik Done/OK… Tunggu hingga proses request divert selesai, dan jika ada notifikasi success, berarti panggilan berhasil di alihkan dengan kondisi jika ponsel dimatikan.

Setelah itu, coba matikan teleponnya, dan hubungi nomor tersebut, maka secara otomatis operator akan mengalihkan panggilan tersebut ke nomor yang telah ditentukan.

Hanya saja masih ada beberapa kelemahan, yaitu..

  • Tidak belum bisa mengalihkan SMS. Ada yang tau?
  • Jika nomor yang dialihkan berbeda operator, maka orang yang menghubungi kita, jika sesama operator, karena dialihkan ke nomor yang berbeda operator tersebut, maka secara otomatis tarif yang dikenakan bukan tarif sesama operator, melainkan tarif beda operator yang akan dikenakan, makanya, ketika “dia” menghubungi saya, pulsa dia terasa cepat habis, padahal ke sesama operator… Bukan salah saya ya :syaiton:

Tapi diluar semua kekurangan ini, fasilitas ini cukup berguna bagi saya, yang mulai mobile namun tidak terlalu suka membawa banyak ponsel :D

22

1987 – 2009 and counting…

Wilujeung Tepang Taun….

Tong hilap sanes nambihan umur tapi ngirangan waktos betahna di alam dunya… Besarlah….. dengan harapan dan asa, wujudkan cita-citamu….raih dengan motivasi dan kekuatan tekadmu keajaiban akan ada dipihakmu. Insya Allah

Waktu terasa cepat(berlalu?)

Credit Picture.

..Rasanya baru kemarin saya memecahkan jam weker milik kakek saya

…Rasanya baru beberapa hari yang lalu saya merengek minta dibelikan sepeda

…Kemarin saya kan yang daftar sekolah di TK itu?

…Iya, saya ingat, saya bukan anak yang baik, coret-coret bangku sekolah dengan cat

…Horeee… Kemarin lulus SD, saatnya daftar ke SMP

…Ibuku sempat bilang “Anggie, ini mama bekelin telepon, kalau mau ke rumah temen atau ke warnet bilang-bilang, jangan ngeluyur aja n pulang terlalu malem, besok kan masih ada ulangan”.. Tetep aja telepon dibawa, ke warnet jalan, nelpon kagak,haha :D

Eh, kemarin atau kapan ya, aku pulang jalan kaki dari sekolah ke rumah?

—-

Today: May, 29th 2009 9:33 PM on the phone

Ini Anggie kan? Apa? Udah mau kuliah? Yang beneer? Ga kerasa ya?

…Iya, ga kerasa

PS:Gak penting ya? Menurutku penting :P

Tren Blackberry, penunjang atau penghambat kerja?

Beberapa hari ini saya dipinjamkan ponsel BlackBerry sebagai penunjang pekerjaan saya selama di kutub utara, saya sudah cukup mengenal perangkat ini, ya, ini perangkat yang sedang tren di Indonesia, baik eksekutif, artis, sampai yang sok artis pun ikut menggunakan ponsel keluaran perusahaan RIM ini. Apa sih kelebihannya barang seharga 2 juta keatas ini, dan saya akhirnya mendapat kesempatan untuk menggunakan ponsel pinjaman ini.

Tipe Blackberry yang saya pinjam gunakan ini adalah tipe Javelin 8900, well, saya tidak akan mencoba membahas tentang keunggulan ponsel ini secara men-detail. Dan layanan data yang saya gunakan pada ponsel ini adalah Blackberry Internet Services dan Push E-mail(saya kurang mengerti apakah BIS dan push email ini masih bersatu fasilitasnya, CMIIW).

Saya menggunakan operator MTS dengan data plan unlimited seharga 1.200 RUR/bulan. Dengan harga segitu, saya dapat mengakses internet sepuasnya, kirim dan terima email layaknya fasilitas SMS, awalnya saya agak bingung karena saya biasa akses e-mail GMail saya menggunakan web-based, dan akhirnya terbiasa juga,hehe.. Tapi setelah ini, pekerjaan saya selama jadi kuli cukup terbantu dengan alat ini, dimana saya dapat memonitor koneksi komputer lawan yang nun jauh hanya menggunakan ponsel buatan Kanada ini.  Dan di sela-sela waktu juga saya menyempatkan diri untuk melakukan aktifitas seperti plurking, chatting, baca koran dari kampung saya, dan cek email.

Intinya, urusan pekerjaan saya cukup terbantu dengan Blackberry ini, dan mungkin alat ini pantas disebut ponsel penunjang kerja(bagi saya pribadi looh..) dan penduduk setempat(warga rusia) juga kebanyakan menggunakan ponsel ini untuk menunjang kebutuhan pekerjaan mereka.

Berbeda dengan di negara sendiri. Disini justru menggunakan alat tersebut adalah untuk “gaya”, ya, sangaaat banyak yang menggunakan ponsel ini hanya untuk gaya, bukan tidak mungkin fasilitasnya sendiri tidak digunakan, kalaupun digunakan kebanyakan orang Indonesia hanya menggunakan untuk chatting seharian, fesbukan selama kerja atau ketawa sendirian karena efek chat atau facebook. Dan mungkin ponsel ini merupakan ponsel penghibur atau ponsel penghambat kerja bagi sebagian warga kita :P

Apa perlu diharamkan juga seperti facebook? :))