110 = Nomor darurat yang tidak berfungsi

Sedikit pengalaman pribadi.

Beberapa bulan yang lalu saya mengalami sedikit masalah dimana saya diharuskan untuk menelepon pihak yang berwajib dan tentunya dalam keadaan darurat, saya mencoba menghubungi nomor darurat yang tersedia di ponsel, dimulai dari 110,112, 911 sampai 08, dan hasilnya..

tidak ada yang tersambung :p

solusinya, ujung-ujungnya saya bertanya nomor polsek terdekat, dan akhirnya saya mendapat nomor polsek terdekat, 022-79xxx, bukan nomor toll free, itu nomor berbayar, butuh pulsa untuk menghubunginya. Kalau tidak ada pulsa, jangan harap bisa tersambung untuk bisa sekedar curhat dengan pihak yang berwajib, ya, inilah indonesia :p

Bagi saya bukan masalah pulsa yang harus dikeluarkan, tapi kan sifat dari nomor telepon polisi itu bukannya diwajibkan untuk siap dihubungi kapan saja dan dimana saja? Menurut saya,  tidak efisien kalau kita harus mengingat nomor polsek yang notabene berbeda-beda, It’s oke, saya mungkin hafal nomor polsek Gedebage dan nomor polsek Jatinangor, tapi bagaimana jika saya terdampar di Baranang Siang, Bogor atau Cilandak, Jakarta dan saya membutuhkan pertolongan dari pihak yang berwajib? Bertanya? Itu kalau sempat :p

Yah, sudahlah, tinggal di Indonesia jangan banyak mengeluh :p

 

23 thoughts on “110 = Nomor darurat yang tidak berfungsi”

  1. Ya, walau standar elitenya banyak peti kemas, masih mending lho daripada standar elite di jakarta, ga ada peti kemas, tapi standar transportasinya bis yang ga ada jendelanya, dan(atau) diganti jendelanya dengan triplek, dan itu membuat penumpangnya kedinginan kepanasan karena angin hangat + asap knalpot jakarta menerpa wajah mereka :syaiton:

  2. lagian kenapa juga 122 kenapa engga 911 jauh lebih catchy. kalow tidaks berfungsi yah itu mah karena bangsa kita belom tahu apa itu arti sesungguhnya dari “maintanance” . caaapeee ngajarinnya. sekarang coba dech pikir pernah engga nemu restoran/tempat jajanan yang dari kecil sampe gede kamu inget rasanya sama? pasti berubah kan? orang pizza Supreme di pizza hut aja sekarang udah engga selezat waktu saya tk. malah bubur ayam kesukaan saya sekarang bangkrut (gak jelas kenapa) padahal dulu yang makan ngantri. kira-kira begitulah analisa saya. orang bisnis yang ngehasilin duitnya aja engga dijaga dengan baik. gimana “servis gratis” seperti 112……

  3. rangga pameeeerrrr :))
    yahh, inilah Indonesia…makanya, agak repot juga kalo kita travelling dan ketika butuh nomer emergency toll free nggak ada yang bisa dihubungi… Kalo di kampus saya, yang namanya Kotak Saran itu selalu penuh setiap minggunya… Kalau di Indonesia ini, Kotak Saran nya dimana yah? :-?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.