Semua tulisan dari Anggie

The administrator and owner of this blog :)

Jalan-Jalan Bareng XL Network Rally + Road to Pesta Blogger 2010

Akhirnya ditengah rutinitas saya yang cukup padat, akhirnya saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan juga, tepatnya ke Semarang dalam acara Roadshow Pesta Blogger+ 2010 dan XL Network Rally.

Apa itu program XL Network Rally? Program itu adalah program dimana kita sebagai pengguna Internet Broadband diberikan kesempatan untuk melakukan ujicoba jaringan XL di sepanjang jalur dari Bandung sampai ke Semarang. Tidak hanya peserta dari Bandung yang akan ke Semarang, tapi juga dari Jakarta, Depok, Jogjakarta, Surabaya, Depok, dan beberapa kota lainnya.

Tim dari Bandung sendiri terdiri dari 5 orang, Saya, Adham, Rizal, Wardhiani, dan Wira. Ditambah bonus yang nebeng panitia dari tim Pesta Blogger Mas Setiawan dan satu orang supir(lupa namanya yang jelas bukan #pakudin :P )

Lanjutkan membaca Jalan-Jalan Bareng XL Network Rally + Road to Pesta Blogger 2010 →

Klasifikasi Gender dalam Bahasa Perancis

Tidak seperti Bahasa Rusia, klasifikasi gender dalam Bahasa Perancis cukup sulit. Mengapa? Karena tidak seperti Bahasa Rusia yang mengandalkan “окончание”(akhiran kata — biasanya 2-3 karakter dibelakang kata) dan hanya memiliki sedikit pengecualian dalam hal klasifikasi gender. Sebenarnya, untuk mengklasifikasi gender dalam Bahasa Perancis, kita juga bisa melihat dari si akhiran katanya TAPI terlalu banyak pengecualian, so, mau ga mau kita diharuskan untuk menghafal gender-nya. Oke, daripada pusing buka kamus yang tulisannya cukup kecil, saya akan berikan beberapa akhiran kata yang saya hafal saja ya.

MASCULINE

  • -age(plage, rage, nage)
  • -an(médian)
  • -c
  • -d
  • -eme
  • -g
  • -i
  • -in
  • -is(brebis,fois,souris)
  • -iste(modiste, liste, piste)
  • -k
  • -l
  • -lon
  • -m
  • -non
  • -o(météo, dactylo, dynamo)
  • -om
  • -r(profondeur, odeur, largeur, valeur, fleur, couleur, soeur)
  • -ron
  • -t(forêt, nuit, dent, part, plupart)
  • -taire
  • -tre(fenêtre, huître, vitre, rencontre)
  • -u
  • -us

FEMININ

  • -ade(grade,stade)
  • -aison
  • -ce(silence, prince, commerce, pouce)
  • -ee(lycée, périgée, trophée)
  • -ie(incendie, cryptographie, périhélie)
  • -iere(arrière, derrière, cimetière)
  • -ine(domaine, capitaine, ciné, pipeline, moine, patrimoine, magazine)
  • -ion(million, billion, camion, dominion, lampion)
  • -ite(trilobite, anthracite, plébiscite, gîte)
  • -ile(intervalle, vermicelle, scelle, braille, mille)
  • -se(suspense, sconse, opposé, exposé)
  • -tte(ini ada pengecualiannya, tapi lupa :P )
  • -ure(dinosaure, centaure, kilowattheure)

Note: Yang di dalam kurung adalah pengecualian.

Nah, cukup banyak kan pengecualiannya, terutama pada kata bergender feminin, ya, inilah yang harus dihafal :syaiton: Terus buat apa kita menghafal gender ini? Gender ini akan dipakai pada beberapa deklinasi dalam Bahasa Perancis tentunya..

…..

Berhubung sudah jam 3:30AM dan saya masih belum ngantuk :| , maka saya coba untuk menjelaskan struktur kalimat dalam Bahasa Perancis, struktur dasar kalimatnya sih sama dengan Bahasa Inggris, tiap kalimat biasanya terdiri dari.

  • Subjek(Subject/Sujet) — S
  • Kata Kerja(Verb/Verbe) — V
  • Objek(An Object/Objet) — O
  • Keterangan/Adverbia(Adverb/Complément Circonstanciel) — CC

Oke, kita coba buat kalimat sederhana

ID: Saya(Subjek) belajar(Kata Kerja) bahasa perancis(Objek) di kampus(Keterangan)

EN: I (Subject) studied (Verb) French (Object) at college (Adv)

FR: J’ai étudié le français  à l’université >> J'(Sujet)ai étudié(Verbe) le français(Objet)  à l’université(Complément Circonstanciel)

Itu untuk kalimat sederhananya, sebenarnya masih banyak grammar yang harus dipelajari, seperti..

  • Articles — (Artikel)
  • Compléments Circonstanciels (CC) — (Adverbia)
  • Complément d’Objet Direct (COD) — (Hubungan objek langsung)
  • Complément d’Objet Indirect (COI) — (Objek tidak langsung)
  • Conjonctions — (Konjugasi)
  • Déterminants — (Determinan)
  • Groupe Nominal Sujet (GNS) — (Nominal)
  • Groupe Verbal (GV) — (Verbal)
  • Prépositions — (Preposisi)

Untuk yang ini saya akan bahas pada tulisan yang akan datang :D

#CCNA1 Stories of Reference Model

When the networks first came into being, computers could typically comunicate only with computers from the same manufacture. Now take a look at the sample below ;)

The Companies ran either a complete DECnet solution for an IBM solution but not together

So, In the late 1970s(CMIIW), the OSI(Open Systems Interconnection) Model was created by the International Organization for Standardization interoperable network devices. It’s look like a world peace right? :)) It will probably never happen completely, but I think it’s still a great goal :P

The OSI Model is the primary architectural model for networks. It describes how data and network information are communicated from application on the computer, through the network media, to an application on another computer. The OSI reference model breaks this approach into layers.

Reference Model

So, what the hell is reference model? It’s look like a conceptual blueprint of how communications should take place. It addresses all the processes requied for effective communication and divides these processes into logical groupings called layers. When a communication system is designed in this manner, it’s known as layered architecture.

Lanjutkan membaca #CCNA1 Stories of Reference Model →

Cara Curang Bermain Plants Vs Zombies

Plants Vs Zombies adalah sebuah game ringan yang diproduksi oleh PopCap Inc. Bertemakan sebuah rumah yang diserang oleh puluhan zombie yang menyeramkan lucu, dan zombie tersebut harus dimushakan dengan cara kita diharuskan untuk menanam tanaman yang memang dikhususkan untuk menyerang zombie-zombie lucu tersebut. Tanaman tersebut membutuhkan matahari(sun point) sebagai syarat utama kita untuk dapat menanam tanaman-tanaman tersebut, setiap tanaman memiliki total sun point yang berbeda.

Cara mendapatkan “Si matahari” tersebut adalah dengan cara menangkap matahari yang jatuh atau kita menanam tanaman sunflower(membutuhkan sunpoint 50). Itu cara secara sportif, secara tidak sportifnya macamana? Ya.. dengan cara curang tentunya :D

Oke, berhubung kita akan “main belakang”, berikut ini adalah tata cara bermain Plants vs Zombies secara curang, sebelumnya kita perlu download aplikasi Cheat Engine*. Dapat diunduh di situs resminya, atau lewat server saya(IIX/Direct Link). Setelah itu install seperti biasa

Oke, let’s cheat play

Lanjutkan membaca Cara Curang Bermain Plants Vs Zombies →

Boneka Horta

Well, tampaknya saya sudah sekian lama jarang update blog, ini tentu saja dikarenakan saya sekarang sudah mulai sibuk dengan urusan kuliah, pekerjaan, dan lain-lain dimana ketiga aktifitas tersebut membuat saya jarang sekali berhubungan dengan dunia maya. Oke, kalau begitu, mari kita isi kembali blog yang sudah hampir usang ini. Oia, kali ini saya akan mencoba menulis dengan bahasa yang santai saja :D

Oke, back to the blog..

Hari ini akhirnya saya menyempatkan diri untuk bolos kuliah meliburkan diri. Kali ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga saya di Parung, Bogor… Dan akhirnya di kota hujan tersebut saya menghabiskan liburan saya bersama ___. Ya, Jalan-jalan keliling kota Bogor tentunya cukup mengasyikan, walau ternyata sebel juga saya dengan angkot yang berseliweran disana. Hingga Akhirnya saya kepikiran untuk membeli sebuah Boneka Horta untuk hiasan baik di rumah maupun meja kerja saya.

Sebelumnya? Apa itu Boneka Horta, sebenarnya boneka Horta itu adalah sebuah media tanaman, hanya saja dalam bentuk boneka, biasanya media tanaman tersebut disimpan di bagian kepala boneka, jadi saat tanaman tersebut tumbuh, dia akan menyerupai seperti rambut kepala yang “hidup”. Boneka ini sebenarnya cocok sekali untuk melatih anak-anak dalam merawat tumbuhan.

Singkat waktu akhirnya saya dengan ___, berangkat ke kawasan Kampus Dalam IPB, Dramaga, Bogor untuk hunting boneka horta tersebut, memang cukup jauh tempatnya dari kawasan Baranang Siang.

Akhirnya setelah sampai ke tempat tersebut, kami memilih-milih boneka sesuai dengan selera, sayangnya di tempat tersebut banyak boneka yang tidak ready, sehingga harus memesan terlebih dahulu, ya, banyak sekali bentuk boneka yang saya inginkan tidak tersedia, celakanya lagi saya ini orangnya tidak sabaran kalau menunggu, ya, sudahlah, Akhirnya saya membeli yang gambar kodok, sapi, panda, dan kura-kura. Lalu bentuknya seperti apa?Ya, ntar deh fotonya menyusul, belum sempat difoto :D

Saya sendiri belum yakin apakah saya bisa merawat boneka ini, mengingat dulu saya sendiri senang memelihara tanaman kaktus, tapi apadaya, berkali-kali beli tapi mati terus :(

Ya, mudah-mudahan saya bisa mencoba untuk merawat tanaman ini..

Btw, Thanks buat ____ yang sudah mengingatkan saya untuk menyuruh beli boneka ini :)

Dan nanti saya akan coba review lagi jika tanaman dalam boneka tersebut sudah tumbuh :)

19 Tahun

Tadinya saya mau banyak menulis tentang “Akhir dari masa remaja” tapi entah mengapa, blog saya tidak bisa diakses dari koneksi Internet kampus maupun via Broadband Wireless saya, dan hanya bisa diakses via ponsel, tentunya dengan tampilan “Edisi musafir”. So, daripada gak ngeblog, lebih baik menulis di ponsel saja *tentunya sangat tidak nyaman* :(

Alhamdulillah, akhirnya saya menginjak umur 19, dimana umur tersebut adalah akhir dari masa remaja saya, karena kedepannya saya harus bisa lebih dewasa lagi. Insya Allah saya akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi :)
Thanks untuk sahabatku, Ahmad Fauzi Ridwan, Yunita Budipalupi, Fris Ardelia, dan teman-teman lainnya atas doa dari kalian semua :)

Do you speak bahasa?

Excuse me, do you speak bahasa?

Humm.. I often hear non-indonesians refer to indonesian language as bahasa. “do you speak bahasa?” foreigners in Indonesia ask each other, in Russia and some europe country, I found out that some indonesian refer their own language as bahasa as well. And very sadly, some indonesian also do the same thing! :( Come on, you are the expert there, you should know so well that’s it’s wrong ;)

Oke, now I tell you this, In english bahasa is translated as “language”(refers to Indonesian-English dictionary by John M Echols 3rd edition p.41)

for example, I speak bahasa inggris(English), bahasa indonesia(Indonesian), and bahasa rusia(Russian). All languages are bahasa, everybody in the world speak bahasa, of course their own bahasa.

The word bahasa doesn’t mean anything but “language“. If you want to use Indonesian word for “Indonesian”(language) then use the complete term “Bahasa Indonesia”

So, asking

“Do you speak Indonesian?”

is much much better than

“Do you speak bahasa“

:D

Pisang Goreng Pasir

Pisang Goreng Pasir. Ya, makanan ini adalah salah satu makanan favorit saya ketika saya berkunjung di jakarta. Oke, mungkin ada yang bertanya ini makanan jenis apa sih?

Pisang Goreng Pasir ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pisang goreng lainnya, hanya saja keunikannya, pisang goreng ini dibalut dengan tepung seperti butiran pasir, itulah kenapa dia dinamakan pisang goreng pasir, selain itu, pisang ini pun memiliki keuinikan lain, tidak seperti pisang goreng abal-abal reguler, kadar minyak pada pisang goreng pasir pun lebih kecil.

Lalu bagaimana dengan rasanya? Cukup subjektif sekali kalau menjelaskan rasa, tapi menurut penilaian keseluruhan saya, rasa pisang goreng ini sangat enak sekali, tekstur pisangnya sangat lembut, tepungnya juga terasa sangat renyah, dan seperti yang sudah dibahas sebelumnya,kadar minyaknya sedikit sekali, terutama yang saya suka adalah racikan dari tepungnya sendiri, dan pisang goreng ini juga selalu disajikan panas, bukan dihangatkan seperti layaknya gorengan yang lain. Dan juga dari segi ukuran, pisang goreng ini sangat besar. Tidak heran kalau dengan memakan satu buah saja saya sudah merasa cukup kenyang :D . Oh iya, kira-kira beginilah rupa dari Pisang Goreng tersebut :)

Saya biasa membeli Pisang Goreng ini di dekat kandang Alphard tempat kerja saya di daerah Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan. Harga pisang goreng ini adalah IDR 2.500/unit buah memang agak lebih mahal kalau dibanding dengan pisang goreng reguler, tapi sesuai kok dengan rasa yang didapat,hehe..

Tapi sayangnya, sampai saat ini makanan ini hanya belum tersedia di Bandung, tentunya saya tidak bisa setiap hari mencicipi Pisang Pasir ini. Kalau anda tertarik, silahkan mencoba :)

PS: Извините за мой плохой записи, Я стрессом :(

Perubahan perilaku anak akibat ponsel

Siapa yang saat ini masih tidak mengenal alat yang disebut dengan ponsel atau telepon selular, awalnya memang ponsel ini termasuk barang yang cukup “mewah” dikarenakan mahal dari segi harga perangkat maupun harga pulsanya, akan tetapi, kini seiring dengan perkembangan teknologi dan persaingan produsen ponsel yang kian ketat,, ponsel kini sudah tidak lagi menyandang predikat “barang mewah”. Dengan demikian, alat komunikasi ini bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder, tetapi sudah menjadi kebutuhan primer. Penggunaan ponsel juga sudah cukup merambah ke hampir semua kalangan masyarakat, dari pelajar sampai mahasiswa kini sudah dapat menggunakan alat komunikasi ini, bahkan anak SD pun sudah cukup banyak yang mengantongi ponsel, walau sebenarnya tidak direkomendasikan karena radiasinya :)

Tentunya perangkat ini juga memberikan dampak perubahan perilaku pada masyarakat, contohnya, ketika saya menyempatkan diri berkunjung ke salah satu Taman Kanak-kanak  di kota Bandung, ponsel sudah menjadi barang kebanggaan orang tua, ada beberapa dari mereka yang mampu membeli sebuah (atau beberapa) ponsel mahal, sehingga ponsel itu sendiri menjadi ajang gengsi-gengsian antar orang tua, walau saya sendiri yakin, fungsi utama ponselnya sudah tidak diperhatikan :p

Celakanya, perilaku ini menular pada anak-anaknya, terutama pada anak-anak yang dibelikan ponsel, bahkan saya sempat menemukan ada anak yang ketika diminta bayar SPP sangat susah sekali untuk membayar, tapi disaat yang bersamaan mereka mampu untuk membeli ponsel canggih yang harganya jutaan rupiah. Padahal jumlah nominal SPP saya rasa sangat tidak sebanding dengan harga ponsel yang dia miliki sendiri.

Oke, selain itu juga, mulai muncul perilaku negatif yang lainnya, salah satunya adalah anak-anak menjadi bersifat lebih individualistis, mereka lebih asyik dengan ponsel mereka masing-masing, karena ponsel sekarang bukan lagi alat komunikasi suara dan pesan singkat(SMS) saja, tapi kebanyakan sudah bisa internet, chatting,  MP3 Player, Game, Video Player, dan lain-lain. Akibat dari efek individualistis inilah yang menyebabkan konsentrasi si anak menjadi berkurang, saya juga masih sering melihat anak Facebook-an saat jam pelajaran yang notabene tidak memperhatikan guru, atau lebih extreme lagi, dimana sang anak menutup telinganya saat guru menerangkan(statement kedua sih pengalaman pribadi,hehe). Itulah yang membuat mereka tenggelam dalam dunia maya, dan membuat mereka menjadi malas dan konsumtif.

Lalu antisipasinya bagaimana? Yaa, ada beberapa solusi yang cukup ampuh, salah satunya adalah orangtua membekali anaknya dengan ponsel yang fasilitasnya tidak terlalu banyak, cukup menggunakan ponsel standar yang bisa SMS dan telepon saja, cara ini saya kira cukup ampuh, mengingat zaman saya SMP dulu, hanya dibekali ponsel Siemens C25, yang hanya bisa telepon dan SMS saja, bahkan fasilitas jam dan kalkukator pun tidak ada :)) . Bagaimana dengan peraturan tidak diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah? Biasanya banyak orangtua yang cukup keberatan,  terkadang ada beberapa anak yang masih perlu dijemput atau agar orangtua dapat memantau kondisi anaknya, saya juga secara pribadi kurang setuju dengan peraturan ini, karena saya pernah mengalami saat dimana sulit menghubungi orangtua saat itu, menggunakan jasa wartel tarifnya sangat mahal, sedangkan telepon koin tidak bisa menghubungi ponsel.

Jadi, sebenarnya kita(atau tepatnya guru karena penulis bukan guru, jadi penulis bukan kita :P ) memberikan pengertian kepada si anak, bahwa ponsel memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi, kalaupun memiliki fasilitas games, facebook, chatting, dan lain-lain sebaiknya tidak menggunakan fasilitas tersebut saat jam pelajaran, dan saat jam pelajaran berlangsung ponsel harus dimatikan sepenuhnya(bukan flight mode atau Music Mode). Dan juga sebaiknya guru juga mengikuti saran seperti diatas agar dapat menjadi contoh bagi siswa-siswinya.

Image Source:Flickr(Here, here, and here)