Cloudflare: Routing yang tidak sesuai

Beberapa rekan pengguna Cloudflare gratisan dengan free plan mulai mengeluh soal routing yang tidak sesuai atau tidak terkoneksi ke PoP(Point-of-Presence) terdekat sesuai lokasi. Bagi mereka yang tinggal di Indonesia, biasanya mereka terkoneksi ke PoP Cloudflare di Singapura.

Karena penasaran, saya coba trace blog ini apakah terkoneksi ke PoP terdekat atau tidak dengan cara mengetikkan https://anggiemaya.net/cdn-cgi/trace (alamat domain bisa diganti dengan domain lain) dan berikut hasilnya:

Di Belanda, saya terkoneksi ke PoP Cloudflare di San Jose, ini cukup jauh, padahal di Amsterdam sendiri terdapat PoP, bahkan hampir semua negara di Eropa memiliki PoP, kenapa harus jauh-jauh terkoneksi PoP yang letaknya di Amerika Serikat?

Setelah googling dan mendapatkan link ini dan ini, akhirnya bisa saya simpulkan bahwa ini semua karena mahalnya bandwidth di beberapa negara yang menyebabkan mereka memprioritaskan pengguna Business dan Enterprise terlebih dahulu.
Tentunya lokasi data center yang terlalu jauh menyebabkan respon dan load website menjadi lebih lama, tapi kembali lagi, jika anda pengguna gratisan ya jangan banyak protes, haha.

4 thoughts on “Cloudflare: Routing yang tidak sesuai”

  1. Nggak cuma itu aja kok, server singapur itu sebenernya agak overload nerima kelebihan beban dari indonesia, secara di indonesia ga ada server cloudflare, mangkanye untuk yang paket gratisan biasanya di re-route ke server terdekat lainnya, kadang pake dari seoul, atau jepang, kedua negara itu diambil soalnya kita punya underground cable direct kesitu.
    biasanya kalau route ke server singapur itu dapet lah 20-40ms, kalau ke korea atau jepang ya harus bersyukur dapet 99-120ms, kalau server utamanya ada di singapur ya jatuhnya rugi karena trafficnya muter2 dulu, jadi latency-nya tinggi.

  2. Sepertinya ini hanya terjadi di kawasan Asia dan Australia saja, baru saja cek, pembaca blog ini yang bermukim di Eropa terkoneksi ke POP yang terdekat, tapi tidak untuk yang di Asia terutama Indonesia, mereka selalu terkoneksi ke POP US atau Spanyol – khusus yang di Indonesia, mereka terkoneksi ke Korea Selatan atau Jepang, seperti yang OP warnet bilang..

    Interesting..

  3. Beda dengan Eropa & Amerika, biaya bandwidth internasional di Indonesia cenderung mahal, makanya kebanyakan kita2 yg di Asia dapatnya server di Amerika.
    Jangankan masalah CF, biaya hosting di jaringan iix aja lebih mahal daripada di US

  4. Itu berarti ini hostingnya di US.
    Coba pindahin server hostingnya ke singapur atau Indonesia, pasti dia loncatnya ke Singapur terus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.