Perkembangan IPv6 di Indonesia

Sebenarnya saya cukup malas menulis tentang ini.

Seperti yang telah kita ketahui, alokasi IPv4 di dunia sudah mulai habis. Tidak hanya di negara maju, beberapa negara berkembang sudah mulai implementasi IPv6. ISP yang saya gunakan yaitu Ziggo sudah menggunakan IPv6(dual stack dengan IPv4), bahkan hosting  blog ini sudah support IPv6, jadi komunikasi antara Cloudflare dengan server blog ini sudah native IPv6, trafik IPv4 di-handle langsung oleh Cloudflare.

Perlu anda ketahui bahwa, IPv6 dan IPv4 tidak kompatibel satu sama lain, mayoritas PC dan device lainnya masih menggunakan Dual Stack: IPv4 dan IPv6 berjalan beriringan.

Nah, sekarang kita lihat data dari Internetsociety.org,

Note: semua data dan gambar diambil dari internetsociety.org

Negara-negara dengan pengguna IPv6 diatas 15%

Di beberapa negara, jaringan data berbasis seluler sudah mengadopsi IPv6, contohnya Jepang (NTT – 7%, KDDI – 42% dan Softbank – 34%), India (Reliance JIO – 87%) Amerika Serikat (Verizon Wireless – 84%, Sprint – 70%, T-Mobile USA – 93%, dan AT&T Wireless – 57%), bahkan beberapa operator seluler sudah mulai menerapkan IPv6-only untuk menyederhanakan jaringan dan mengurangi biaya yang tidak diperlukan.

Facebook sendiri sudah menonaktifkan IPv4, trafik IPv4 yang datang dari luar ditangani langsung oleh load balancer, sedangkan jaringan datacenter internal mereka sudah native-IPv6.

Hal yang cukup menarik adalah, berikut saya kutip langsung dari sini:

Nearly half of all IPv6 users on the planet today are in India where an estimated 270 million users have IPv6 connectivity to the Internet.

India, negara dengan populasi terbanyak kedua ini sudah menerapkan IPv6. Hampir 200 juta pelanggan JIO (Provider internet di India) sudah terkoneksi IPv6.

lebih lanjut lagi…

Of the G20 nations, 13 are in the list of nations delivering more than 5% of their traffic to Google over IPv6. The seven G20 countries that have less than 5% IPv6 measurable are China, Indonesia, Italy, Russian Federation, South Africa, Spain and Turkey.

Negara-negara G20 dengan penggunaan IPv6 kurang dari 5%

Akhirnya Indonesia disebut juga, bahkan menurut peta di atas Indonesia masuk, warnanya merah pulak. Ya, Indonesia beserta Tiongkok, Rusia, Turki dan lain-lain masuk predikat negara dengan deployment IPv6 kurang dari 5%.

Baiklah, karena saya penasaran dengan sejauh mana perkembangan IPv6 di Indonesia, kebetulan Google punya datanya, jadi mari kita telusuri:

IPv6 Adoption in Asia & SEA. Data dari Google

Kalau anda malas buka link-nya, berikut saya deskripsikan beberapa negara:

Malaysia: 35,05%

India: 34,61%

Vietnam: 31,25%

Jepang: 28,23%

Taiwan: 25,06%

Thailand: 18,52%

Indonesia: 0,22%

Sepertinya agak kurang fair karena saya memasukkan negara maju disitu. Oke, sekarang bagaimana kalau kita bandingkan dengan sesama negara miskin berkembang:

Saudi Arabia: 14,58%

Sri Lanka: 14,57%

Oman: 3,41%

Iran: 3,05%

Filipina: 0,45%

Indonesia: 0,22%

Hmm.. Mungkin Indonesia sejajar dengan negara-negara di Afrika, tapi saya tidak bisa membandingkan karena Indonesia secara geografis tidak berada di Afrika, tapi.. tetap tidak tega melihat  perkembangan IPv6 di Indonesia ternyata rendah dan kalah dengan negara tetangga.

Lalu apa hubungannya jika IPv4 dimatikan dengan aktivitas internet yang sudah ada sekarang?

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, IPv4 dan IPv6 tidak kompatibel, perlu jaringan dual stack atau teknologi translation agar dapat saling terhubung. Ya, sejauh ini memang Facebook, Twitter masih menyediakan jalur IPv4. Tapi bagaimana jika nanti server media sosial yang sering kalian akses mulai menggunakan jaringan native IPv6? Ya, kalian tidak akan bisa terhubung ke server mereka. Hahaha…

So, Siapkah anda untuk migrasi ke IPv6?

 

6 thoughts on “Perkembangan IPv6 di Indonesia”

  1. setahu saya web server pemerintah sudah support IPv6, tapi itu hanya webserver saja loh ya, mail server dll bahkan jaringan intranet mereka masih pake ipv4. Oia, circa 2012an ITB support IPv6, tapi tetap.. hanya web server saja.

    1. Silahkan baca-baca artikel Pak Onno W Purbo di onnocenter.or.id atau bisa dengan menonton channel beliau di onno center :)

      Artikelnya cukup lengkap dan mudah dipahami :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *