Format Penulisan Alamat IPv6

Salah satu kelebihan IPv6 adalah, meningkatnya ukuran alamat IP dari 32 bit (IPv4) ke 128 bit (IPv6) yang membuat pengguna internet tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan IP Publik. Hanya saja dalam IPv6 ini angka 128 bit merupakan angka yang cukup besar dimana akan menimbulkan masalah baru. Komputer yang terkoneksi ke Internet bekerja berbasiskan kode binary, sehingga tidak ada masalah dalam membaca angka 0 dan 1, tapi bagi manusia, alamat ini akan terlalu panjang untuk diingat bahkan disebutkan.

Alamat IPv6 lebih panjang dari IPv4, sehingga menimbulkan permasalahan dalam penggunaan dotted decimal yang mengakibatkan panjangnya alamat IP.

Untuk membuat alamat IPv6 lebih sederhana, maka digunakan format heksadesimal sebagai pengganti dotted decimal yang biasa kita gunakan pada IPv4, keuntungan menggunakan format heksadesimal adalah membutuhkan karakter yang lebih pendek.

Contohnya berikut adalah alamat IPv6 dalam format dotted decimal:

128.91.45.157.220.40.0.0.0.0.252.87.212.200.31.255

Jika dikonversi ke format heksadesimal maka akan menjadi:

805B:2D9D:DC28:0000:0000:FC57:D478:1FFF

Pada format heksadesimal, karakter titik dua “:” digunakan untuk memisahkan antara 1 word dengan lainnya. Oke, mungkin alamat dalam format ini masih cukup panjang, ini bisa kita sederhanakan lagi dengan cara: bilangan yang merepresentasikan nol (0) pada satu word heksadesimal dapat diwakilkan sebagai satu bilangan dengan meminimalisasi nol menjadi:

805B:2D9D:DC28:0:0:FC57:D478:1FFF

Ada juga teknik lain yang bisa digunakan untuk memperpendek penulisan alamat IPv6. Namanya adalah teknik zero compression. Dengan teknik ini, bilangan heksadesimal yang merepresentasikan nol dapat diganti dengan titik dua “::”, sehingga alamat tersebut menjadi:

805B:2D9D:DC28::FC57:D478:1FFF

Perlu diingat bahwa penggunaan titik dua “::” hanya dapat digunakan satu kali pada satu alamat IPv6, sebagai contoh jika terdapat alamat IPv6 7D45:A352:BA2A:0:0:C538:0:0 , maka dengan menggunakan metode zero compression hanya dapat digantikan dengan satu “::” saja, sehingga alamat IPv6 tersebut menjadi:

7D45:A352:BA2A:0:0:C538:: atau 7D45:A352:BA2A::C538:0:0

Bagaimana dengan alamat IPv6 dengan string heksadesimal lebih dari satu? Tentunya metode zero compression bisa digunakan dalam kasus ini sehingga alamat IPv6 berikut:

A5F6:2F01:0:0:0:0:0:24 dapat disingkat menjadi A5F6:2F01::24

Bahkan teknik ini juga dapat digunakan pada alamat loopback IPv6 seperti 0:0:0:0:0:0:0:1 dapat disingkat menjadi ::1

Dengan adanya teknik ini, maka alamat dari IPv6 dapat sedikit dikurangi penulisannya agar mudah diingat. (walau sebenarnya tetap saja lebih sulit dan kompleks jika dibandingkan dengan format IPv4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.