Boneka Horta

Well, tampaknya saya sudah sekian lama jarang update blog, ini tentu saja dikarenakan saya sekarang sudah mulai sibuk dengan urusan kuliah, pekerjaan, dan lain-lain dimana ketiga aktifitas tersebut membuat saya jarang sekali berhubungan dengan dunia maya. Oke, kalau begitu, mari kita isi kembali blog yang sudah hampir usang ini. Oia, kali ini saya akan mencoba menulis dengan bahasa yang santai saja :D

Oke, back to the blog..

Hari ini akhirnya saya menyempatkan diri untuk bolos kuliah meliburkan diri. Kali ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga saya di Parung, Bogor… Dan akhirnya di kota hujan tersebut saya menghabiskan liburan saya bersama ___. Ya, Jalan-jalan keliling kota Bogor tentunya cukup mengasyikan, walau ternyata sebel juga saya dengan angkot yang berseliweran disana. Hingga Akhirnya saya kepikiran untuk membeli sebuah Boneka Horta untuk hiasan baik di rumah maupun meja kerja saya.

Sebelumnya? Apa itu Boneka Horta, sebenarnya boneka Horta itu adalah sebuah media tanaman, hanya saja dalam bentuk boneka, biasanya media tanaman tersebut disimpan di bagian kepala boneka, jadi saat tanaman tersebut tumbuh, dia akan menyerupai seperti rambut kepala yang “hidup”. Boneka ini sebenarnya cocok sekali untuk melatih anak-anak dalam merawat tumbuhan.

Singkat waktu akhirnya saya dengan ___, berangkat ke kawasan Kampus Dalam IPB, Dramaga, Bogor untuk hunting boneka horta tersebut, memang cukup jauh tempatnya dari kawasan Baranang Siang.

Akhirnya setelah sampai ke tempat tersebut, kami memilih-milih boneka sesuai dengan selera, sayangnya di tempat tersebut banyak boneka yang tidak ready, sehingga harus memesan terlebih dahulu, ya, banyak sekali bentuk boneka yang saya inginkan tidak tersedia, celakanya lagi saya ini orangnya tidak sabaran kalau menunggu, ya, sudahlah, Akhirnya saya membeli yang gambar kodok, sapi, panda, dan kura-kura. Lalu bentuknya seperti apa?Ya, ntar deh fotonya menyusul, belum sempat difoto :D

Saya sendiri belum yakin apakah saya bisa merawat boneka ini, mengingat dulu saya sendiri senang memelihara tanaman kaktus, tapi apadaya, berkali-kali beli tapi mati terus :(

Ya, mudah-mudahan saya bisa mencoba untuk merawat tanaman ini..

Btw, Thanks buat ____ yang sudah mengingatkan saya untuk menyuruh beli boneka ini :)

Dan nanti saya akan coba review lagi jika tanaman dalam boneka tersebut sudah tumbuh :)

19 Tahun

Tadinya saya mau banyak menulis tentang “Akhir dari masa remaja” tapi entah mengapa, blog saya tidak bisa diakses dari koneksi Internet kampus maupun via Broadband Wireless saya, dan hanya bisa diakses via ponsel, tentunya dengan tampilan “Edisi musafir”. So, daripada gak ngeblog, lebih baik menulis di ponsel saja *tentunya sangat tidak nyaman* :(

Alhamdulillah, akhirnya saya menginjak umur 19, dimana umur tersebut adalah akhir dari masa remaja saya, karena kedepannya saya harus bisa lebih dewasa lagi. Insya Allah saya akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi :)
Thanks untuk sahabatku, Ahmad Fauzi Ridwan, Yunita Budipalupi, Fris Ardelia, dan teman-teman lainnya atas doa dari kalian semua :)

Do you speak bahasa?

Excuse me, do you speak bahasa?

Humm.. I often hear non-indonesians refer to indonesian language as bahasa. “do you speak bahasa?” foreigners in Indonesia ask each other, in Russia and some europe country, I found out that some indonesian refer their own language as bahasa as well. And very sadly, some indonesian also do the same thing! :( Come on, you are the expert there, you should know so well that’s it’s wrong ;)

Oke, now I tell you this, In english bahasa is translated as “language”(refers to Indonesian-English dictionary by John M Echols 3rd edition p.41)

for example, I speak bahasa inggris(English), bahasa indonesia(Indonesian), and bahasa rusia(Russian). All languages are bahasa, everybody in the world speak bahasa, of course their own bahasa.

The word bahasa doesn’t mean anything but “language“. If you want to use Indonesian word for “Indonesian”(language) then use the complete term “Bahasa Indonesia”

So, asking

“Do you speak Indonesian?”

is much much better than

“Do you speak bahasa“

:D

Pisang Goreng Pasir

Pisang Goreng Pasir. Ya, makanan ini adalah salah satu makanan favorit saya ketika saya berkunjung di jakarta. Oke, mungkin ada yang bertanya ini makanan jenis apa sih?

Pisang Goreng Pasir ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pisang goreng lainnya, hanya saja keunikannya, pisang goreng ini dibalut dengan tepung seperti butiran pasir, itulah kenapa dia dinamakan pisang goreng pasir, selain itu, pisang ini pun memiliki keuinikan lain, tidak seperti pisang goreng abal-abal reguler, kadar minyak pada pisang goreng pasir pun lebih kecil.

Lalu bagaimana dengan rasanya? Cukup subjektif sekali kalau menjelaskan rasa, tapi menurut penilaian keseluruhan saya, rasa pisang goreng ini sangat enak sekali, tekstur pisangnya sangat lembut, tepungnya juga terasa sangat renyah, dan seperti yang sudah dibahas sebelumnya,kadar minyaknya sedikit sekali, terutama yang saya suka adalah racikan dari tepungnya sendiri, dan pisang goreng ini juga selalu disajikan panas, bukan dihangatkan seperti layaknya gorengan yang lain. Dan juga dari segi ukuran, pisang goreng ini sangat besar. Tidak heran kalau dengan memakan satu buah saja saya sudah merasa cukup kenyang :D . Oh iya, kira-kira beginilah rupa dari Pisang Goreng tersebut :)

Saya biasa membeli Pisang Goreng ini di dekat kandang Alphard tempat kerja saya di daerah Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan. Harga pisang goreng ini adalah IDR 2.500/unit buah memang agak lebih mahal kalau dibanding dengan pisang goreng reguler, tapi sesuai kok dengan rasa yang didapat,hehe..

Tapi sayangnya, sampai saat ini makanan ini hanya belum tersedia di Bandung, tentunya saya tidak bisa setiap hari mencicipi Pisang Pasir ini. Kalau anda tertarik, silahkan mencoba :)

PS: Извините за мой плохой записи, Я стрессом :(

Perubahan perilaku anak akibat ponsel

Siapa yang saat ini masih tidak mengenal alat yang disebut dengan ponsel atau telepon selular, awalnya memang ponsel ini termasuk barang yang cukup “mewah” dikarenakan mahal dari segi harga perangkat maupun harga pulsanya, akan tetapi, kini seiring dengan perkembangan teknologi dan persaingan produsen ponsel yang kian ketat,, ponsel kini sudah tidak lagi menyandang predikat “barang mewah”. Dengan demikian, alat komunikasi ini bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder, tetapi sudah menjadi kebutuhan primer. Penggunaan ponsel juga sudah cukup merambah ke hampir semua kalangan masyarakat, dari pelajar sampai mahasiswa kini sudah dapat menggunakan alat komunikasi ini, bahkan anak SD pun sudah cukup banyak yang mengantongi ponsel, walau sebenarnya tidak direkomendasikan karena radiasinya :)

Tentunya perangkat ini juga memberikan dampak perubahan perilaku pada masyarakat, contohnya, ketika saya menyempatkan diri berkunjung ke salah satu Taman Kanak-kanak  di kota Bandung, ponsel sudah menjadi barang kebanggaan orang tua, ada beberapa dari mereka yang mampu membeli sebuah (atau beberapa) ponsel mahal, sehingga ponsel itu sendiri menjadi ajang gengsi-gengsian antar orang tua, walau saya sendiri yakin, fungsi utama ponselnya sudah tidak diperhatikan :p

Celakanya, perilaku ini menular pada anak-anaknya, terutama pada anak-anak yang dibelikan ponsel, bahkan saya sempat menemukan ada anak yang ketika diminta bayar SPP sangat susah sekali untuk membayar, tapi disaat yang bersamaan mereka mampu untuk membeli ponsel canggih yang harganya jutaan rupiah. Padahal jumlah nominal SPP saya rasa sangat tidak sebanding dengan harga ponsel yang dia miliki sendiri.

Oke, selain itu juga, mulai muncul perilaku negatif yang lainnya, salah satunya adalah anak-anak menjadi bersifat lebih individualistis, mereka lebih asyik dengan ponsel mereka masing-masing, karena ponsel sekarang bukan lagi alat komunikasi suara dan pesan singkat(SMS) saja, tapi kebanyakan sudah bisa internet, chatting,  MP3 Player, Game, Video Player, dan lain-lain. Akibat dari efek individualistis inilah yang menyebabkan konsentrasi si anak menjadi berkurang, saya juga masih sering melihat anak Facebook-an saat jam pelajaran yang notabene tidak memperhatikan guru, atau lebih extreme lagi, dimana sang anak menutup telinganya saat guru menerangkan(statement kedua sih pengalaman pribadi,hehe). Itulah yang membuat mereka tenggelam dalam dunia maya, dan membuat mereka menjadi malas dan konsumtif.

Lalu antisipasinya bagaimana? Yaa, ada beberapa solusi yang cukup ampuh, salah satunya adalah orangtua membekali anaknya dengan ponsel yang fasilitasnya tidak terlalu banyak, cukup menggunakan ponsel standar yang bisa SMS dan telepon saja, cara ini saya kira cukup ampuh, mengingat zaman saya SMP dulu, hanya dibekali ponsel Siemens C25, yang hanya bisa telepon dan SMS saja, bahkan fasilitas jam dan kalkukator pun tidak ada :)) . Bagaimana dengan peraturan tidak diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah? Biasanya banyak orangtua yang cukup keberatan,  terkadang ada beberapa anak yang masih perlu dijemput atau agar orangtua dapat memantau kondisi anaknya, saya juga secara pribadi kurang setuju dengan peraturan ini, karena saya pernah mengalami saat dimana sulit menghubungi orangtua saat itu, menggunakan jasa wartel tarifnya sangat mahal, sedangkan telepon koin tidak bisa menghubungi ponsel.

Jadi, sebenarnya kita(atau tepatnya guru karena penulis bukan guru, jadi penulis bukan kita :P ) memberikan pengertian kepada si anak, bahwa ponsel memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi, kalaupun memiliki fasilitas games, facebook, chatting, dan lain-lain sebaiknya tidak menggunakan fasilitas tersebut saat jam pelajaran, dan saat jam pelajaran berlangsung ponsel harus dimatikan sepenuhnya(bukan flight mode atau Music Mode). Dan juga sebaiknya guru juga mengikuti saran seperti diatas agar dapat menjadi contoh bagi siswa-siswinya.

Image Source:Flickr(Here, here, and here)

Blackberry Simulator

Blackberry Simulator, sesuai dengan namanya, aplikasi ini berfungsi untuk melakukan simulasi terhadap handset BlackBerry. Seluruhnya? Ya. Tidak seperti iPhoney yang hanya melakukan simulasi terhadap browser Safari saja, tidak keseluruhan iPhone.

Fungsi utama aplikasi simulator ini adalah untuk membantu developer aplikasi untuk mengembangkan aplikasi yang dikhususkan untuk BlackBerry agar dapat berjalan normal pada handset tersebut. Cukup banyak simulasi yang dapat dilakukan aplikasi ini, beberapa yang sudah saya coba, aplikasi ini dapat melakukan simulasi:

  • Simulasi panggilan(baik menerima panggilan atau melakukan panggilan)
  • Simulasi menerima dan mengirim SMS
  • Simulasi BlackBerry Messenger, lengkap dengan virtual PIN
  • Simulasi BIS dan BES, dengan bantuan BlackBerry E-mail dan MDS Simulator
  • Simulasi aplikasi Java pada handset BlackBerry
  • Simulasi fisik BlackBerry(seperti fungsi accelerometer dan Multi Touch pada beberapa tipe BlackBerry)

Sebenarnya masih banyak simulasi yang bisa dilakukan oleh perangkat ini, hanya saja saya melakukan eksplorasi lebih jauh, karena saya tidak develop aplikasi Java for BlackBerry, saya hanya menggunakan ini hanya untuk sekedar iseng-iseng menggunakan aplikasi yang dikhususkan untuk ponsel ini seperti Facebook for BlackBerry, UberTwitter, dan TwiXtreme, so, tidak ada salahnya saya mencoba aplikasi Facebook for BlackBerry ini, saya sendiri masih lebih prefer menggunakan versi mobile web daripada aplikasinya, terlalu banyak kekurangan, tidak percaya? Silahkan buktikan ;)

Sebenarnya simulator ini dapat diinstall secara langsung dengan mengunduh(download) simulator perangkatnya di situs resminya, kita tinggal pilih tipe ponsel yang akan disimulasikan. Hanya saja, dengan mengunduh simulatornya saja, perangkat tersebut tidak akan bisa tersambung ke Internet, dia hanya bisa running layaknya BlackBerry yang offline. Agar perangkat simulasi tersebut dapat online, dia membutuhkan aplikasi tambahan yaitu ESS dan MDS Simulator(dapat diunduh disini), aplikasi ini berfungsi untuk melakukan simulasi koneksi internet dan simulasi Push E-mail. Oia, aplikasi MDS simulator mewajibkan aplikasi Java Enterprise Edition SDK terinstall di komputer anda, pastikan aplikasi ini sudah terinstall sebelumnya.

Selamat mencoba

2010

Singkat kata, semoga di tahun ini memberikan keselamatan dan keberuntungan bagi kita semua. :)
Anggie Sukarno
Jakarta,1 Januari 2010
Via ponsel pinjaman yang batrenya udah low.

Creative Commons, Hak Cipta dan Kreatifitas

Dua kata diatas mungkin sangat jarang kita dengar, namun bagi beberapa sineas, penulis, dan pemusik sering menggunakannya sebagai badan hukum bagi karya-karya mereka. Apa itu Creative Commons? Creative Commons adalah sebuah bentuk legalitas dan sebuah hukum yang mampu memnberikan perlindungan terhadap karya yang kita hasilkan baik itu karya ilmiah, seni maupun sastra. Creative Commons pertama kali di buat sebagai bentuk tingkat lanjut ataupun sebagaian orang menyebutnya sebagai tindak protes terhadap copyright. Nah, apa pula itu copyright?

Sama halnya dengan Creative commons, copyright bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap karya kita, jika copyright bertujuan untuk memberikan perlindungan secara mutlak terhadap karya-karya yang kita hasilkan maka sebaliknya dengan creative commons.  Di dalam hukum yang tertera dalam copyright dijelaskan bahwa setiap hal yang berhubungan dengan meng-copy, mempublikasikan, memperbanyak dan mengedit sebagian isi dari karya yang diberikan label copyright baik yang bertujuan komersil ataupun non komesil jika tanpa sepengetahuan penciptanya akan dikenakan sanksi yang cukup berat dan denda yang cukup besar. Banyak contoh copyright yang dapat kita lihat dipasaran. Hampir semua karya yang ada dipasaran sekarang memberikan kekuatan karya mereka dengan menggunakan lisensi copyright.

Copyright atau banyak di kenal di Indonesia dengan nama Hak Cipta. Hak cipta merupakan tingkat lanjut atau salah satu jenis dari Hak Kekayaan Intelektual. Namun hak cipta berbeda jauh dengan Hak kekayaan intelektual seperti Hak Paten dan hak untuk monopoli atas invensi. Karena tujuan hak cipta bukanlah memonopoli melainkan untuk melakukan penggunakan dan pembatasan terhadap penggunaan karya yang dihasilkan. Hukum-hukum yang mengatur hak cipta merupakan hukum yang memberikan pembatasan terhadap karakteristik, ciri, yang terdapat dalam karya secara khusus bukan karakteristik secara umum. Misalnya pembatasan penggunaan ciri karakteristik tokoh Donald Duck oleh WaltDisney tanpa seizin WaldDisney, tapi bukan pembatasan ide kreatif untuk menggunakan sebuah bebek sebagai tokoh.

Hak cipta di Indonesia bermula dari adaptasi sebuah hukum copyright di Inggris pada tahun 1710 di Inggris ketika perkembangan mesin cetak semakin pesat. Ketika itu copyright bertujuan untuk memberikan hak kepada pencetak untuk memperbanyak atau memonopoli karya-karya hasil pencipta, dikarenakan pada saat itu membutuhkan biaya yang cukup besar untuk memperbanyak karya-karya pencipta maka pencetak meminta ke badan hukum untuk memberikan kekuatan hukum pada hasil cetakannya. Untuk permasalahan hak cipta di Indonesia diatur oleh Undang-Undang nomor 19 tahun 2002. Hak cipta dalam pasal 2 menyebutkan bahwa.

Hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hak eksklusif yang di pegang pencipta adalah hak untuk mengcopy, memodifikasi, menjual, mengekspor, atau menurunkan hak eksklusif tersebut terhadap orang lain.

Namun, untuk mendapatkan lisensi copyright untuk karya yang kita hasilkan bukanlah sebuah perkara yang mudah. Untuk mendapatkan sebuah lisensi copyright kita diharuskan mendaftarkan karya kita ke HKI, loket karya cipta dan sebagainya, dan tidak sampai disitu mungkin kita akan dihadapi dengan dokumen-dokumen yang cukup ribet dan setelah itu semua selesai, kita diwajibkan membayar, untuk mendapatkan lisensi copyright kita akan dikenakan biaya.

Salah satu contoh yang konkret dalam penerapan copyright dapat kita lihat dalam buku-buku yang beredar di pasaran. Coba lihat buku-buku yang ada di pasaran, lihat di bagian belakang bukunya, akan ada tanda © dan kemudian lihat halaman pertama atau kedua dari buku, akan ada tulisan

Dilarang keras mengcopy, menyebarkan, bla..bla..bla

maka dengan lisensi copyright karya kita akan sedikit lebih aman dari segala bentuk pengcopyan, dan pembajakan, walaupun sebenarnya tinggal datang ke mesin fotokopi ataupun dengan menyalin softcopy-nya masih sangat gampang.

Namun bagaimana kita dapat memberikan keamanan bagi para pembaca untuk memberikan hak mengcopy secara bebas tetapi tetap memberikan keamanan terhadap karya yang kita ciptakan, dan untuk mendapatkan lisensi keamanan itu kita dapatkan dengan cara mudah tanpa harus mengeluarkan uang? Gunakanlah Creative commons :D

Oke, sekarang bagaimana cara kerja creative commons? Makhluk ini sama halnya dengan copyright namun akan banyak kemudahan yang kita dapat dengan menggunakan creative commons. Untuk mendaftarkan karya kita, kita tidak perlu repot-repot kesana-kemari dan menyiapkan dokumen dan uang pelicin untuk sekedar mendapatkan lisensi perlindungan, kita hanya perlu membuka website creativecommons.org dan mendaftarkan karya kita disitu dengan mengikuti petunjuknya tanpa dipungut biaya, kecuali biaya koneksi internet, ikuti petunjuk yang ada di website tersebut, mengisi jenis karya, penciptanya, dan perlindungan seperti apa yang akan kita inginkan terhadap karya kita.

Creative commons pertama kali di munculkan pada tahun 2002 oleh organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang berdiri tahun 2001. Creative commons bertujuan untuk menyebarkan kreatifitas para pencipta dan memberikan hak yang besar terhadap karya pencipta dan penciptanya. Creative commons adalah sebuah lisensi non-eksklusif, sehingga karya karya dapat di akses secara bebas dan memperkaya kreatifitas publik karena creative commons memungkinkan pencipta untuk memberikan keleluasaan bagi public untuk memodifikasi karyanya, karena di dalam creative commons dapat di bagi lagi menjadi beberapa lisensi yang pencipta inginkan untuk di gunakan dalam karya ciptanya.

PS:Gambar diatas merupakan salah satu gambar dengan lisensi Creative Commons yang penulis ambil langsung dari sini.

Apakah aku perlu menyatakan diri kembali sebagai manusia agar aku dapat diperlakukan sebagai manusia yang sesungguhnya

Aku yang diparkir di antara tangan-tangan penguasa tak berbelas kasih

Aku tak punya kekuatan untuk menghancurkan kesombongan itu secepatnya

Aku tertindas dalam senyum palsu para pencari kekayaan di antara bangunan kemiskinan yang menjulang tinggi

Aku yang tak ternah diangap hidup dalam dunia ini

Aku yang terpaksa harus mengais di antara tumpukan kekayaan yang tak tersebar merata

Aku yang tak memihak, pikakku hanyalah ketertindasan

Aku yang ditunggangi, aku ditunggangi oleh penderitaan orang-orang sekitarku

Aku yang kata mereka bukan manusia

Aku bukan bagian dari mereka,, Mereka!

Itu kata mereka …

Aku perlu berkata kepada mereka bahwa aku ini manusia

Harus secepatnya aku katakan

Aku tak mau dipinggirkan terus – menerus

Apakah karena kulitku yang tak sama dengan mereka

Apakah karena rambutku yang memang dilecehkan mereka

Apakah karena tubuhku yang tak lengkap

Apakah karena wajahku yang tak sesuai dengan keinginan mereka

Seolah mereka sudah memesan kepada Tuhan sebelum lahirnya mereka

Hingga mereka dapatkan diri mereka dalam kesombongan

Hanya merekalah yang baik

Tak ada yang boleh membantah itu

Waktunya dan saatnya

Akan kukatakan dengan wajahku yang suram ini, kepada sang fana

AKU INI MANUSIA..!!

Kecap Anjing jeung Goblog

Lamun aya nu nyarios yang ”Manéh jiga ucing” jigana moal ngambek atawa kasinggung, tapi lamun aya nu nyarios ”Manéh jiga anjing” pasti urang-urang bakal ngamuk. Naha basa disebut ucing teu ngambek tapi basa disebut anjing ngarasa kasinggung? Salah naon si-ANJING tepi ngaran-na sering jadi hiji umpatan jang nyarékan atawa jeung ungkapan rasa ambek jelema. Naha pedah anjing dianggap mahluk nu najis.

Lain didieu lain di kulon. Di negara  kulon (Barat) atawa di negeri nu ngarasa kakulon-kulonan (kabarat-baratan) kecap Anjing sanés kecap nu dipaké kanggo nyarékan. Dog (anjing) malah jadi ungkapan nu sering dipaké kanggo ngamaknai nu positip. Misalna kecap “dog-fight” dipaké jang istilah duél pasawat tempur, bahkan aya istilah nu paling terkenal nyaéta “dog-style” nu artina ngadamel orok.

Balik ka topik nu awal. Tapi syukur, kecap anjing akhirna ngalami parobahan makna khususna dikalangan barudak ngora, utamina di kota angeung sepertos dikalangan anak muda Kota Bandung.

Jang anak muda Kota Bandung nu funky jeung gaul kecap anjing jeung kecap goblog ngan sakedar hiji tanda baca atawa panegas kalimat. Di ESD kecap anjing hanya berarti hiji tanda KOMA (pamisah kalimat), sedangkan kata goblog hartina TITIK. (Nutup hiji kalimat). Jadi ulah ngambek atawa ngarasa kasinggung lamun keur jalan-jalan di Kota Bandung bakal sering ngadangu kata anjing jeung goblog dina obrolan barudak ngora.

Améh jelas urang tingali hiji contoh dihandap ieu

“Tadi urang dahar anjing ayeuna rek ngaroko heula goblog“

Tah kalimat éta lamun ditarjamahkeun ka bahasa indonésia nu alus jeung hadé hartina jadi

“Tadi saya makan, sekarang mau merokok dulu.”

Tapi jang jalmi nu tingkat TOSFL masih rendah pasti bakal kasulitan jang ngartikeun kalimat jiga kieu

”Anjing aing digegel anjing goblog!”

Jigana kedah naroskeun ka Kang Ibing améh tiasa ngajelaskeun arti kalimat éta.

Sajalan jeung kamajuan basa sunda jadi bahasa internasional kecap anjing mimiti ngalami peluluhan atawa panghalusan, kecap anjing diubah jadi leuwih sopan jadi kecap anjrit, anjis atau anjroy. Malah di daérah Bronk jiga di Water Rock (Cicadas) ngalemeskeun kecap anjing cukup ditambahkeun kecap punteun. Jadi tong héran lamun aya jalma nu liwat ngomong permisina maké kata nu lemes nyaéta

”PUNTEN ANJING”

Cukup dijawab maké tutur kata nu teu éléh lemesna ogé

”MANGGA GOBLOG”

Di tahun 1994 sayah(penulis asli – lain abdi) pernah ngalakukan hiji panalitian leuleutikan (hanya ngitung wungkul) di babaturan SMA sayah di Bandung. Dina obrolan sakitar 15 menit, rata-rata kecap anjing jeung goblog kaluar leuwih ti 10 kali. Malah sayah sempet ngalakukan hiji tantangan ka babaturan lamun manéhna sanggup tahan teu ngomong kecap anjing jeung goblog salama 1 jam, saya rék méré duit 20 rébu. Babaturan sayah éta ngan mampu tahan sakitar 30 menit, saeunggeus éta manéhna ngobrol kaluar kecap anjing jeung goblog tanpa disadari ku manéhna.

Tah sakitu heula anjing éngké lamun aya waktu dilanjutkeun goblog.

Disclaimer: Dikutip tina milis BBV jeung UrangSunda. Tulisan ieu dipake referensi kanggo makalah paper abdi “Slang Language in Sundanese and Javanese”

Anggie Sukarno

Студент русской литературы