KTP… E

Para pengunjung, sudah ada yang tahu apa itu e-KTP atau KTP Elektronik? Kalu belum, silahkan caritahu informasinya di Google. Kalau kata aku sih, KTP Elektronik itu tidak ubahnya KTP biasa, hanya ditambah informasi biometrik dari pemegang KTP tersebut, dan ada microchip seperti di beberapa kartu kredit(dan bahkan beberapa kartu debit terbaru sudah menggunakan chip), selanjutnya aku juga belum tahu, karena sampai saat ini kota dimana tempat aku tinggal belum ada migrasi ke KTP berjenis elektronik ini :(

ada tulisan ini aku tidak mau banyak-banyak menceritakan soal teknisnya, cuma ingin sedikit berceloteh soal penamaan kartu identitas berbasis elektronik ini, pertanyaan yang ada di benak saya, kenapa namanya e-KTP?

Lanjutkan membaca KTP… E →

Selamat Ulang Tahun

Dengan ini saya mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” untuk siapapun yang pernah lahir di tanggal 29 Februari, tanggal yang hanya ada 4 tahun sekali.

Semoga diberikan yang terbaik olehNya. Dengan tidak lupa memberikan jatah traktiran kepada saya

Btw, saya sendiri baru sadar kalau ini postingan tanggal 29 Februari pertama dalam blog ini. :D

Bermain dengan nDrive 11 di Samsung Galaxy Y

Well, saya katanya orang Bandung, tapi, saya memiliki kelemahan yang memalukan bagi orang Bandung, yaitu tidak hafal dengan jalanan yang ada di Bandung, entah mengapa. Contohnya, beberapa hari yang lalu saya berangkat dari rumah hendak ke daerah Salman, ITB, sialnya saya menyempatkan diri untuk muter-muter dulu di daerah Pasteur, bertanya sana dan sini, hingga 3 jam kemudian akhirnya saya berada di jalan yang benar :D

Nah, orang ndeso seperti saya ini butuh perangkat yang namanya GPS, tapi, namanya mahasiswa bragajulan, mencari device GPS yang murah(sukur-sukur gratis), akhirnya saya memberdayakan ponsel Android mumer bin asbun saya, Samsung Galaxy Y yang sudah memiliki hardware GPS terintegrasi dan aplikasi pemandu jalan nDrive 11.

Aplikasi nDrive for Android ini bisa kita beli dengan harga EUR 29.99 lengkap dengan peta Indonesia dan Filipina, berhubung orang Indonesia banyak akal, saya bisa mendapatkan aplikasi ini lengkap dengan peta Indonesia, Singapore, dan Malaysia seharga cendol dan rate, thanks gan :))

 

 

 

 

 

Kalau kita perhatikan, interface dari nDrive ini cukup user friendly, semua icon dibuat dalam ukuran besar(berguna untuk menghindari kesalahan tap), dan menu dibuat sangat lengkap namun sederhana, saya sendiri bahkan dapat mengoperasikan aplikasi ini cukup dengan satu tangan(kecuali mengetik) saat mengemudi dengan kecepatan sangat rendah.

 

 

 

 

 

Sama seperti device GPS lainnya, nDrive ini bisa memandu kita sampai ke tempat tujuan, ciamiknya, beberapa lokasi g403L penting di Bandung sudah ada dalam peta yang berukuran 100MB ini, dan rutenya bisa kita pilih, ada 3 pilihan, fastest, shortest, dan pedestrian mode. Sayangnya, dalam kondisi jalan di Bandung, ketiga pilihan ini tidak ada bedanya :p

Oia, secara default, panduan yang diberikan aplikasi ini diucapkan oleh mbak-mbak dalam Bahasa Inggris, tidak seperti device GPS yang lain, aplikasi ini tidak begitu cerewet, memang, dia mengingatkan beberapa ratus meter sebelumnya jika rute yang ditempuh mengharuskan kita berbelok ke arah tertentu, tapi, jika kita melanggar rute yang dia berikan, dia hanya diam sambil melakukan “recalculating”, sesekali menyuruh kita memutar balik :))

Bagaimana dengan penempatannya? Sebenarnya banyak yang jual dudukannya, tapi berhubung saya males beli terlalu kreatif, awalnya saya simpan di panel speedometer seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayangnya, penggunaan hardware GPS terlalu lama membuat ponsel saya mengeluarkan panas yang berlebih, hingga akhirnya saya pindahkan ke panel dashboard seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Lumayan, dengan bantuan AC, ponsel ga terlalu panas :)

Bintang Iklan Merangkap Bos

Suatu hari saat saya dan Ridu jalan-jalan keliling kota Jakarta, kami melihat sebuah billboard yang berisi iklan produk ponsel TiPhone, dan Ridu bertanya,

“Siapa sih engkoh-engkoh yang di-iklan itu? Tiap iklan ponsel ini dia pasti selalu ada “

Saya saat itu yang masih belum tahu siapa dia hanya menjawab dengan polosnya “entahlah..”

 

Kurang lebih seperti ini iklannya(versi koran)

Ya, engkoh-engkoh ini adalah Hengky Setiawan, pria berusisia 49 tahun ini adalah pemilik TelesindoShop sekaligus Presiden Direktur dari Tiphone, dan satu-satunya pemilik mobil antik 1951 Mercedes Benz  220 Cabriolet B ;)

Apa yang unik dari beliau? Beliau adalah bintang iklan produk Tiphone, hampir di semua media(baik billboard, koran, hingga poster pada toko ponsel) beliau-lah bintang iklannya. Ya, dengan pakaian yang sopan, sambili menggenggam ponsel yang beliau iklankan,tentunya dengan senyum yang terlihat ramah seolah-olah beliau berkata “Belilah ponsel saya” . Di beberapa iklan ponsel Tiphone sempat terlihat adanya model lain tapi tetap selalu ada Pak Hengky ini disampingnya ;)

Ini sangat berbanding terbalik dengan beberapa ponsel lokal/cina yang sangat disayangkan menggunakan model perempuan berbaju minimalis :(

Tapi overall saya salut dengan gaya iklan seperti ini ;)

 

PS:

Foto diambil dari posterous-nya Paman Tyo

Advan LT-1470 LED PC & TV Monitor

Jadi begini….
Hari minggu saya berangkat ke BEC untuk membeli aksesoris ponsel seperti handsfree dan charger, setelah mendapatkan kedua barang itu, saya jalan-jalan menuju tempat komputer, hitung-hitung cuci mata melihat perkembangan komputer ;) . Lihat sana lihat sini mata saya tertuju pada sebuah LED Monitor 14″ besutan Advan, ternyata barang yang saya lihat adalah Advan LT-1470 LED PC & TV Monitor, monitor yang dapat difungsikan sebagai Analog TV dan AV Input. Sebenarnya, saya belum begitu perlu dengan yang namanya LED Monitor, karena saya sudah memiliki TV, dan LCD 13.3″ yang menempel di notebook sudah cukup memadai untuk kegiatan sehari-hari seperti word processing, coding, nonton film, dan merambah dunia maya. Tapi ndilalahnya, barang lokal ini sedang ada diskon sehingga secara tidak sengaja kartu kredit tergesek di merchant dan saya membawa pulang barang ini :))

Lanjutkan membaca Advan LT-1470 LED PC & TV Monitor →

Gramatika dalam Bahasa Hongaria — Pengenalan dan Nomina

Catatan: Berhubung postingan ini bagi sebagian orang memabukkan, maka saya akan tulis dengan bahasa se-santai-santainya, tidak memakai bahasa formal seperti postingan sebelumnya, okeh?

Jadi begini..

Beberapa bulan saya sempat mencoba belajar(kembali) bahasa Hongaria, kenapa? kok tertarik? Ya, karena kebiasaan saya yang tertarik dengan bahasa yang cukup “aneh” bagi sebagian orang di Indonesia.

Dan kesimpulan saya setelah belajar bahasa hongaria(magyar) adalah,

Lanjutkan membaca Gramatika dalam Bahasa Hongaria — Pengenalan dan Nomina →

Premium, bensin untuk mereka yang tidak mampu, siapa?

Premium hanya untuk golongan tidak mampu

Pernah lihat tulisan diatas? Atau pernah lihat spanduk di SPBU Pertamina dengan nada yang sama ? Ya, itu semua adalah propaganda Pertamina yang secara halus menggiring masyarakat untuk berpindah menggunakan BBM-Non Subsidi(Pertamax, Pertamax+).

Ya, kali ini saya ingin berbicara mengenai bensin subsidi dan non subsidi.

Tentunya anda sudah mengerti seperti apa BBM bersubsidi dan non subsidi itu kan? Sepertinya pemerintah kita ini mulai membatasi penggunaan BBM bersubsidi karena dinilai belum tepat sasaran, untuk statement ini saya masih setuju, tinggal bagaimana solusinya? Pemerintah tampaknya sudah memutar otak, hingga akhirnya keluar beberapa wacana, berikut beberapa wacana tersebut

Sepeda motor wajib menggunakan BBM Non Subsidi, wacana ini sudah lama, dan tidak berhasil dikarenakan banyak pengguna sepeda motor merasa keberatan dengan harga BBM non subsidi yang bisa dibilang dua kali lipat BBM bersubsidi. Yasudah :)

Ada lagi, Mobil diatas tahun 2005 tidak boleh pake premium, berarti untuk mobil yang dibawah tahun 2005 boleh pake premium, alasannya pemilik mobil diatas tahun 2005 sanggup beli pertamax, itu teorinya, kenyataannya, masih banyak mobil diatas tahun 2005 terutama mobil sejuta umat masih menggunakan premium kok, karena mayoritas dari mereka harus menabung lebih untuk membayar cicilan kendaraanya :p terlebih lagi tipikal kendaraan keluarga Indonesia “Bisa muat banyak, isi bensin, injek gas, langsung maju“. Oke, wacana yang ini juga dikatakan tidak berhasil.

Bahkan sempat ada kasus beberapa kendaraan yang Fuel Pump-nya jebol karena penggunaan BBM bersubsidi itu, siapa yang disalahkan? Silahkan Googling itu berita lama kok :D

Sampai akhirnya keluarlah spanduk sakti di setiap SPBU bertuliskan “Premium untuk Golongan Tidak Mampu,” :D yang jadi masalahnya, Siapa yang tidak mampu itu? Siapa yang menjadi kaum dhuafa dalam kasus ini? Seperti apa golongan tidak mampu itu? Rancu juga menentukan si “mampu” dan “tidak mampu” itu

Oke, katakanlah, BBM bersubsidi ini diperuntukan untuk angkutan umum dan sepeda motor, kenapa tidak dibuat saja SPBU khusus untuk kendaraan umum dan sepeda motor saja? Mobil pribadi dan lainnya, silakan gunakan SPBU biasa yang hanya menjual BBM Non Subsidi.

Atau kenapa tidak sekalian hilangkan saja yang namanya Subsidi BBM, alihkan ke sektor lain, pendidikan misalnya? Walau yang ini saya masih pesimis, Subsidi BBM hilang, pendidikan masih mahal, jalanan masih rusak.

Selamat Datang di Indonesia, negara dimana terdapat bensin orang kaya dan bensin orang miskin :D

#7DayswithMarch 7: Review Nissan March

Akhirnya, tidak terasa juga, sudah hari ke 7 sudah saatnya Nissan March ini kembali ke Dealer

Di hari ke tujuh ini saya tidak melakukan perjalanan kesana kemari, sudah saatnya istirahat :p

Tapi disini saya akan coba memberikan sedikit review dari Nissan March kendaraan yang sakti mandraguna ini :)

Engine

100_8937

Mobil ini berdimensi mungil, bisa dibilang dia sedikit lebih kecil dari si Siswanto milik saya, atau lebih tepat ukurannya lebih mirip dengan Toyota Starlet kapsul, depan pendek, belakang pendek buntet :p . Dibekali dengan mesin 1.200 cc 3 silinder DOHC injection, penilaian saya bisa cukup responsif walaupun transmisinya automatic, ukuran mesinnya saya rasa cukup kompak, cuma kok saat dibuka kap depannya terkesan penuh ya? Apa karena memang dimensi kendaraanya kecil sehingga ruang untuk mesin di buat pas-pasan? Mungkin saja di generasi berikutnya penempatan mesin HR12DE DOHC 12 Valve ini lebih rapi.

Lanjutkan membaca #7DayswithMarch 7: Review Nissan March →

#7DayswithMarch 6: Nissan March dan Jalan Tol

18 Agustus

Akhirnya, bosan juga saya mbawa Nissan March ini keliling Jakarta dan Bogor melewati jalan raya (dan jalan tikus), saya cukup bingung, sebaiknya bawa jalan-jalan kemana lagi Nissan March ini sebelum dikembalikan ke dealer-nya lagi :)) Akhirnya hari ini saya coba test drive Nissan March ini ke jalan bebas hambatan(a.k.a jalan tol).

Saya berangkat dari rumah menuju Jalan Raya Parung -Bogor, sialnya di pertigaan saya mengalami kemacetan, angkot dan bis yang sembarangan ngetem, lanjut ke Jalan Padjadjaran, tidak seperti biasanya, jalanan disini tidak begitu macet, paling hanya sedikit padat karena banyaknya angkot yang seliweran di sekitar ruas jalan, setelah itu saya meninggalkan Jalan Padjadjaran menuju Jalan Tajur, disini panasnya mulai ajegile, sehingga terpaksa saya set blower AC ke level 2, sesampainya di Jalan Raya Tajur, saya terus melaju ke arah Puncak, tapi tujuan kali ini saya tidak ke Puncak, melainkan memasuki Tol Jagorawi :D
Need for Speed: Jagorawi

Oke, sesampainya di gerbang tol saya istirahat sebentar, mendinginkan mesin mobil, cek air radiator, oli rem, oli power steering, dan tekanan ban(sempat berkurang, untung ada tukang tambah angin di sekitaran Ciawi)

Ini salah satu kesalahan saya, biasanya saya cek ini itu saat masih di rumah, tapi saya kok lupa kali ini ya, untungnya saya ingat dan melakukan pemeriksaan sebelum masuk tol. TIPS: Lain kali periksa air radiator, oli rem, oli power steering, tekanan ban, dan perlengkapan keamanan sebelum berkendara :)

Head Unit saya aktifkan dengan lagu OST Need For Speed Underground 2 dan saya mulai nge-gas (nyaris) mentok di Tol Jagorawi, dan si Nissan March ini berlari sesuai dengan keinginan saya menyentuh angka 140Km/jam, getaran pada kabin belum begitu terasa, masih bisa dibilang normal, hanya saja, rekan saya yang mengikuti dari belakang(ya, saya berjalan 2 mobil) memberitahu bahwa mesin meraung-raung seperti merasakan kesakitan yang luar biasa karena pedal gas saya injak agak dalam,oke, cukup dengan tes kecepatannya, tidak lama kemudian saya mengurangi kecepatan dan menahan speed  di 80km/h kembali ke style eco-drive tentunya ;)

Lepas Jagorawi, memasuki Lingkar Luar dan Jakarta – Cikampek, speed yang saya ambil bertahan di 80km/jam, tidak masalah saat berada di Jalan Tol Lingkar Luar karena notabene pengemudi di Jalan Tol Lingkar Luar itu masih bisa dibilang sopan, dan Nissan March ini juga berjalan smooth atau bahasa sundanya ngagorolong, cuma entah kenapa saat memasuki Jalan Tol Jakarta – Cikampek, Nissan March ini terasa gradak-gruduk? Mungkinkah karena suspensi belakang Nissan March ini masih menggunkan Torsion Beam? Bisa jadi.. Tapi enaknya, saat bertemu dengan jalan tol yang agak berkelok-kelok, Nissan March ini ga limbung saat ngebut di tikungan, ini semua berkat suspensi depan yang sudah menggunakan sistem McPherson ;)

Soal Tenaga Saat di Jalan Tol Bagaimana? Untuk jalan datar, saya kira tidak ada masalah untuk kendaraan bertransmisi 4 Speed A/T ini, walau akselerasi agak sedikit lambat dan saat menemui tanjakan Nissan March ini agak sedikit terengah-engah tenaganya, saya kira ini wajar, ga bisa disamakan dengan yang bertransmisi manual.

Setelah keluar Cawang, saya kembali masuk tol dan keluar di Pondok Indah untuk kembali ke rumah, seperti biasa, saya mengalami kemacetan :p

Somewhere in Lebak Bulus

Sialnya, saya tidak sempat berbuka puasa di rumah, sehingga mau tidak mau saya harus singgah dulu di rumah makan, dan pilihan saya jatuh ke restoran siap saji ala jepang, lumayan untuk mengusir lapar dan lelah setelah test drive mobil ciamik ini di Jalan Tol. Alhamdulillah yah..

Confused Driver