Semua tulisan dari Anggie

The administrator and owner of this blog :)

Welcome to Indonesia, iPhone 3G

Setelah sekian lama berkutat dengan iPhone unlocked, akhirnya iPhone akan segera dirilis secara resmi di Indonesia, dan seperti rumor bahwa iPhone di Indonesia akan menggandeng provider Telkomsel, ternyata itu menjadi kenyataan :D Horeeee!!!!

Sampai tulisan ini di-publish dan menurut situs resmi Apple , ponsel ini masih dalam tahap Coming Soon yang berarti akan secepatnya masuk ke wilayah Indonesia, saya tidak tahu berapa harga resmi ponsel fenomenal ini, dan saya harap tidak semahal versi unlocked-nya :D .Tentunya kita dapat memesannya lewat situs Telkomsel.

Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut, apakah ponsel ini ditawarkan kepada pelanggan postpaid saja atau beserta pelanggan prepaid. Dan, sialnya, saya tetap tidak bisa menggunakan ponsel ini karena saya tidak menggunakan Telkomsel :( ,pihak Telkomsel hanya memberikan informasi bahwa ponsel ini akan ditawarkan lengkap tiga varian: 8GB dan 16GB black, dan 16GB white edition.

Ya, kita tunggu saja kabar berikutnya :D

Posted wirelessly using Nokia 9300i.

Penggunaan Kata Baku dalam Bahasa Operator

Pagi ini saya mencoba untuk menelepon rekan yang berbeda operator dengan saya, kebetulan ponsel beliau sedang tidak aktif, dan memberikan pesan kepada saya, berbunyi seperti berikut..

Nomor yang kamu hubungi sedang tidak aktif, hubungi saja nanti.

Kamu dan Nanti? Hmm… Terkesan tidak sopan? Atau memang saya yang kurang gaul? :)) Secara, itu bahasa anak gaul…

Saya mencoba melihat di Kamus, kata “kamu” itu sebenarnya memang baku dalam Bahasa Indonesia.

Hanya saja ini berbeda dengan budaya kita, sebagian orang menyebut “kamu” kepada orang tua, orang yang baru dikenal, orang yang jabatannya lebih tinggi dari kita,dan lain-lain, cenderung dianggap tidak sopan bahkan kurang ajar. Kata “kamu” hanya pantas diucapkan kepada seseorang yang sebaya dengan kita, orang yang lebih muda dari kita, yang pada umumnya setara secara hierarki baik dalam hubungan keluarga maupun masyarakat umum.

Berbeda dengan kondisi di Eropa ataupun di daerah Amerika, dimana kata “kamu”,”anda”,”elo”,”sampeyan”,”situ” hanya ada satu kata, yaitu “you”, jadi disana sekalipun kita berbicara dengan orang tua kita, kerabat, siapapun tetap saja menggunakan kata “you”. Mengapa? Karena budaya mereka memang seperti itu, hanya mengenal satu kata saja, sedangkan budaya Indonesia kata-kata tersebut disesuaikan dengan derajat seseorang.

Saya tidak bisa bilang setuju atau tidak setuju dengan perkataan dari operator tersebut, cuma saya hanya ingat dengan pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, yang kurang lebih maksudnya seperti ini, dimana kita berada, disitulah kita menghargai budaya setempat. Nampaknya operator telekomunikasi tersebut kurang memahami budaya Indonesia atau memang strategi bisnis mereka yang mengincar segmen pasar anak muda dengan menggunakan bahasa gaul?

Ini hanya sekedar tulisan iseng, mengisi waktu kosong, kalau ada yang ingin berpendapat lain, Silahkan, ungkapkan di box komentar :)

Bandung Blog Vaganza 2008 – Mentoring Akbar di Garasi Lombok 33

Andrian Fauzi – DetikInet
Bandung – Tanggal 12 Januari 2009 adalah batas akhir peserta lomba mading online Bandung Blog Vaganza 2008 yang digelar oleh Bandung Blog Village (BBV). Mentoring akbar bagi perserta lomba pun digelar di Garasi Lombok 33 (garasi Kantor detikbandung), Jalan Lombok No 33, Rabu (7/1/2009) sore.

Sebelum mentoring akbar, para peserta yang terdiri dari 3 orang tiap tim telah dibimbing oleh mentor yang merupakan anggota BBV. Dalam pertemuan besar yang kali kedua digelar ini, perserta yang kesemuanya adalah siswa SMA dan SMK di Bandung, terlihat dapat menyerap keseluruhan materi. Sebelumnya mereka juga mengkuti workshop di Comlabs ITB, Jalan Ganesha 10, Desember 2008.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang pukul 20.00 WIB itu, peserta juga mendapatkan tips-tips mengelola mading dari Kepala Biro detikbandung Salomo Sihombing.

“Kegiatan yang teman-teman lakukan ini bukan semata-mata mengenai kompetis. Mengelola mading mirip dengan mengelola media massa seperti detikcom, hanya skalanya lebih kecil. Di dalamnya ada rapat redaksi, peliputan, merencanakan program liputan, menulis, penggunaan alat-alat penunjang seperti kamera, dan lainnya. Setelah mengenal hal-hal tersebut, teman-teman akan punya pengetahuan tambahan yang tidak ada di kurikulum reguler di sekolah,” paparnya.

Mading online kreasi Haryo Triwardhono, Gilar Sundara dan Agung Agriza dari SMAN 20 Bandung misalnya. Mading online buatan mereka cukup menarik dari sisi tampilan dan isinya.

“Sepertinya tim SMA 20 sudah cukup mengenal wordpress. Theme yang disediakan juga sudah mereka isi dengan artikel dan gambar,” puji seorang panitia.

Theme yang disediakan panitia adalah arthemia premium, karya Michael Hutagalung yang juga hadir dalam pertemuan ini. Theme yang seharusnya berbayar, diberikan gratis oleh penciptanya hanya untuk kepentingan lomba ini saja.

Menurut Haryo, dirinya tidak menemukan kesulitan yang berarti. Artikel yang ditampilkan dalam mading online tersebut mereka dapatkan dari para siswa dan guru di sekolahnya.

“Selama proses pembuatan mading online ini cukup dibantu oleh mentor. Pengenalan theme yang baru arthemia premium, thema magazine style yang dibuat oleh Michael Hutagalung,” tutur Haryo penuh semangat.

Namun, Haryo juga mengaku bahwa dirinya belum puas dengan theme yang disediakan oleh panitia. Dirinya menginkan aplikasi FTP juga diinstall sehingga bebas memilih theme yang lain.

Tim-tim peserta kompetisi Bandung Blog Vaganza adalah SMAN 13, SMAN 4, SMAN 20, SMAN 8, SMAN 15, SMA YAS, SMA BPI 1 serta AMKN 12, SMKN 4 dan SMK Informatika. Karya-karya peserta dapat dilihat di blog Bandung Blog Vaganza .

“Tanggal 12 Januari ini adalah akhir penilaian. Nanti pemenang akan dihubungi lewat surat, telepon ataupun email,” kata ketua panitia BBV 2008 Ikhwanul Iman.
( afz / faw )

Dikutip dari DetikInet Kamis, 08/01/2009 14:38 WIB

Kenangan

Sudah tiga hari umur saya di tahun 2009, sangat tidak terasa, sudah banyak perubahan dalam diri saya sendiri, saya masih ingat, ketika merayakan tahun baru, bersama orangtua, berada di puncak atau tempat lainnya, meniup terompet, berpesta sampai pagi, setelah selesai, tidur sampai siang, layaknya seorang anak kecil tanpa beban hidup.

Sekarang? Kondisinya sudah sangat jauh berbeda, tidak ada terompet, tidak ada teman dekat yang setia menemani, hanya ditemati notebook, kopi, sedikit alunan musik, perlahan tapi pasti saya sudah harus meninggalkan kebiasaan tersebut, walau terkadang saya akan mengenang kebiasaan tersebut, dan mungkin kebiasaan ini akan diwarisi oleh anak saya…

Demikian pula dengan kesibukan, dulu saya masih bisa bermain seharian dengan teman-teman, bercanda ria, bermain bersama, dari pagi sampai sore dikala liburan, tentunya sangat menyenangkan, bermain dengan bebas tanpa beban.

Sedangkan sekarang, saya harus menghabiskan waktu di depan notebook, menguras tenaga dan otak, dan saya mungkin hanya bisa refreshing dengan melihat pemandangan di luar, melihat anak kecil bermain kesana kemari dengan bebasnya..

Inilah kondisi saya sekarang, sangat berbeda dengan dulu. Mencoba untuk menjadi yang lebih baik…

Inilah aku, di 2009

di-posting menggunakan ponsel,

Bypass Proxy dengan SSH Tunneling

Artikel ini mungkin ini sudah sangat basbang, banyak dicari di internet, tapi toh, tidak ada salahnya kan kalau saya coba tulis ulang disini, ya, sebenarnya ini merupakan salah satu riset saya 2 tahun yang lalu, ketika saya masih kelas 1.Ini teknik jadul untuk mendapatkan bandwidth yang masih fresh dan melewati akses proxy server.

Proxy Server sendiri adalah mesin yang ditugaskan untuk menyalurkan dan membagi bandwidth dari ISP ke setiap komputer client. Tentunya bandwidth yang sudah melewati Proxy server ini sudah dibatasi, atau bahkan beberapa situs yang sudah terblokir oleh proxy server.

Sebenarnya ada satu cara untuk melewati proxy dan mendapatkan bandwidth yang masih fresh, yaitu dengan metode SSH Tunneling, metode ini adalah metode dimana bandwidth akan diselundupkan melalui protokol SSH yang sudah di forward ke port yang sudah ditentukan.

Untuk cara ini, tentunya kita harus memiliki akses SSH ke server tersebut, susah? Gunakan Social engineering. Tidak harus menggunakan account root untuk melakukan tunneling ini, user biasa bahkan guest(kalau diaktifkan) juga bisa. Syarat kedua yang harus diaktifkan adalah diaktifkannya TCP Forwarding pada SSH Server/Mesin proxy tersebut, secara default, TCP Forwarding sudah diaktifkan.

Oke, kita mulai saja..

Pertama-tama, buka terminal, pada kasus ini saya menggunakan sistem operasi Mac OS X, cara ini hampir sama dan dapat diterapkan pada sistem operasi berbasis *NIX lainnya, untuk sistem operasi windows,bisa menggunakan aplikasi seperti puTTY.

setelah jendela terminal terbuka, ketikkan perintah seperti pada gambar di bawah ini.

Perintah -D <nomor port> diatas adalah untuk menentukan port dynamic yang akan di forward ke komputer kita, setelah itu, biarkan jendela terminal ini, bila perlu minimise saja, asal jangan sampai di tutup.

Setelah itu masuk ke aplikasi browser, kali ini saya menggunakan Mozilla Firefox. Setelah itu,masuk ke menu Firefox > Preferences. Setelah itu, masuk ke tab Advanced, dan tab Network. disana ada pilihan Connection Setting, isikan dengan konfigurasi seperti gambar di bawah ini.

Pada port SOCKS Host, isikan dengan IP localhost atau 127.0.0.1 dan portnya sesuaikan dengan port yang telah di tentukan pada saat login via SSH tadi.

Setelah itu coba untuk browsing, sebelumnya bisa diperiksa dulu menggunakan Proxy Checker.

Dan berikut adalah hasilnya..

Gambar diatas ini adalah ketika browser belum melakukan tunnel via SSH, dan gamnar dibawah ini adalah browser yang sudah di-tunnel via SSH.

Terlihat pada gambar bahwa setelah dilakukan SSH Tunneling, IP Private kita tidak akan terlihat. Untuk urusan bandwidth tentunya kecepatannya sudah sama dengan ketika kita berselancar di mesin proxy tersebut, tanpa ada batasan bandwidth, batasan site, dan batasan lainnya. :D

Selamat mencoba :)

SMARTReporter

SMARTReporter is an application that can warn you of some hard disk drive failures before they actually happen!, for example, your Mac has dropped, it can make disk failure even Sudden Motion Sensor are activated. It does so by periodically polling the S.M.A.R.T. status of your hard disk drive. S.M.A.R.T. (Self-Monitoring Analysis and Reporting Technology) is a technology built into most modern hard disk drives that acts as an “early warning system” for pending hard disk drive problems. SMARTReporter can notify you of impending hard disk drive failures by sending e-mails, displaying a warning dialog or executing an application. The current status of your hard disk drives is always displayed.

SMARTReporter relies on the S.M.A.R.T implementation of Mac OS X, it only supports ATA. SATA, eSATA hard disk drives. Currently SMARTReporter does not support SCSI, SAS, or Firewire external hard drives. Please note that a S.M.A.R.T alert doesn’t mean that your hard drives will completely fail for sure, S.M.A.R.T just catch all possible hard drives error, this application just a very valuable disk indicator. It can tell you before your disk become fail :P

You can follow this link for more information about S.M.A.R.T technology.

Download here.

403 Forbidden – From Google?

*iseng posting sekalian mencoba fasilitas QuickPress

10:49PM – 26 December 2008

Saya masih terjaga dan tidak tidur dikarenakan masih banyak kerjaan yang menumpuk, dikala otak mulai mendekati kondisi stress. Saya mencoba untuk mencari referensi ataupun berita menggunakan search engine Google, hanya saja, tidak seperti biasanya Google mengeluarkan tampilan seperti ini.

Request from a Computer Virus? Spyware? Tidak ada spyware atapun virus di MacBook saya =))
Lalu pesan apakah ini? Hmm.. Sebenarnya cukup menggangu dan pesan ini tampil di semua komputer yang terhubung ke jaringan intern saya…

Hmm…..

Bermain dengan FluidApp

Apa itu Fluid? Sebelum kita coba menjawab tentang Fluid, kita harus memahami dulu tentang skema WebApp, Ya, WebApp adalah sebuah aplikasi yang dapat diakses melalui jaringan, baik itu jaringan lokal maupun jaringan internet, kita bisa ambil contoh, aplikasi web yang populer adalah Google Docs, Meebo, dan lain-lain. Saya tidak akan membahas lebih jauh secara teknis karena ini sudah dibahas sebelumnya oleh Adham Somantrie.

Kemudahan yang ditawarkan aplikasi berbasis web ini adalah simpel, tidak perlu installasi aplikasi lagi di komputer kita, dan kompatibel di semua platform. Hanya masalahnya, apakah bisa aplikasi web tersebut kita buat independen, berdiri sendiri layaknya sebuah aplikasi Desktop? Jawabannya, BISA :D

Dengan apa? Tentunya dengan aplikasi yang disebut Fluid tadi :D , lalu bagaimana caranya? Cukup simpel, ikuti saja langkah-langkah berikut ini.

Pertama, buka situs resmi Fluid untuk mengunduh aplikasi-nya.

Setelah proses pengunduhan selesai, cukup extract berkas *.ZIP yang telah diunduh, sehingga menghasilkan file Fluid.app, file ini bisa disimpan di /Application , jalankan aplikasi tersebut, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Pada kolom URL bisa diisi dengan URL WebApp yang akan kita gunakan, misalnya pada kasus ini saya menggunakan Facebook sebagai aplikasi WebApp yang akan dipakai, untuk kolom Name, bisa diisi dengan kata Facebook atau yang lainnya, untuk Location, ini akan menentukan dimana aplikasi kita akan disimpan, secara default, aplikasi ini disimpan di folder /Application. Untuk Icon, kita bisa menggunakan icon default dari WebApp yang akan kita ambil atau kita bisa menggunakan icon sendiri, icon ini akan terlihat di Dock saat dijalankan. Setelah semua diisi, klik Create.

Oke, setelah tampil pesan seperti diatas, ini menandakan aplikasi Facebook sudah berhasil di-desktop-kan, kita bisa klik tombol Launch Now untuk memulai aplikasi tersebut.

See? :D terlihat bahwa aplikasi Facebook berhasil di-desktop-kan :P fungsi Chat pada Facebook juga berjalan, Bahkan saya juga bisa mencobanya untuk aplikasi Plurk Mobile :D

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, aplikasi Fluid ini akan men-dekstop-kan aplikasi web, terbukti bahwa aplikasi ini berjalan secara independen, memiliki resource sendiri, terlihat di menu bar dan bahkan aplikasi tersebut tampil di Dock ketika aktif.

Sayangnya, aplikasi Fluid ini hanya dapat berjalan di sistem Mac OS X 10.5 :P

Bandung Blog Vaganza

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya di Blog BBV bahwa akan diadakan acaraWorkshop dan Kompetisi Mading Online, yang diadakan di gedung ComLabs ITB, saya beserta anggota BBV + Cafélounge datang ke acara tersebut pada hari Sabtu, 20 Desember 2008. Bukan sebagai peserta, tapi sebagai panitia, tepatnya dibagian Koordinator Acara, bagian yang paling susah menurut saya :))

Sesuai acara, saya datang lebih awal, walau akhirnya datang telat juga :)) disana sudah bertemu dengan Rizal, Ihwan, Ricky, Rendy, dan yang lainnya. Ternyata peserta yang daftar lumayan banyak, bahkan diluar perkiraan saya, dan ternyata team SMK Informatika Bandung juga sempat daftar :D dan mengirimkan 1 team yang terdiri dari 3 orang, Riza(3TKJ), M. Dawud(3TKJ), Rida A.

Acara ini dimulai sekitar pukul 12:30 . Pembicara pertama pada workshop kali ini adalah Salomo Sihombing, Jurnalis dari pihak Detik.com. Beliau memberikan materi mengenai etika menulis dan sedikit pengenalan tentang jurnalistik.

Pembicara kedua, diisi oleh Fikri Rasyid, beliau memberikan materi secara teknis tentang installasi wordpress dan cara penggunaan wordpress, dari A sampai Z, hanya saja saya tidak begitu memperhatikan Mas Fikri ini, dikarenakan terlalu sibuk dengan tugas dibelakang layar sebagai panitia :))

Setelah itu, jadwal berikutnya adalah istirahat, yupz, terlihat wajah pusing dari para peserta setelah mendengarkan materi yang kedua, Ya, tentunya tidak semua anak SMA mengenal WordPress dan blogging, tapi kalau Friendster, lain cerita… =))

Oke, setelah istirahat sekitar 30 menit, akhirnya acara kembali dilanjutkan dan diisi oleh Jalu Pradhono Priambodo, dengan tema Climate Exchange, untuk tema ini, jujur saya sangat tertarik dimana ternyata penggunaan kertas yang terlalu banyak dapat mempengaruhi kestabilan alam karena banyaknya pohon yang habis dibabat untuk membuat beberapa lembar kertas.

Oke, di bagian sesi presentasi yang terakhir, diisi oleh Diki Niwat0ri :D , beliau memberikan materi tentang desain dan teknis mengenai desain blog atau majalah dinding yang akan dipakai, dan sepertinya untuk hal ini, terlalu banyak scam mengenai theme Arthemia =))

Oke, Sesi terakhir adalah sesi doorprize. Hadiah utama pada acara tersebut adalah¬† sebuah ponsel :D dan akhirnya dimenangkan oleh salah satu siswa SMKN 4. Selamat yaaa…. :D

Tentunya selesai acara tersebut panitia tidak langsung pulang, tetapi ada acara tambahan, tidak lain adalah foto-foto =)) Dan kantor ComLabs pun menjadi sasaran para narsisme ;))

Akhirnya setelah beres-beres selesai, acara secara resmi dibubarkan paksa oleh mahasiswa dan karena saat itu sudah malam, saya langsung menuju ke rumah untuk segera istirahat

Chatboard CHA-10

Saat membereskan lemari di rumah saya, saya menemukan sebuah alat, namanya Chatboard. Ya, alat ini dulu merupakan aksesori dari ponsel pertama saya, Ericsson T20s. Saya membeli ponsel ini sekitar tahun 2000, ponselnya sudah saya jual sekitar tahun 2003, hanya saja saya tidak sempat menjual Chatboardnya karena dengan menjual Chatboardnya juga tidak akan menaikkan harga jualnya :D .

Chatboard ini sebenarnya adalah perangkat tambahan yang digunakan pada ponsel Ericsson untuk seri T. Bentuknya berupa keyboard QWERTY, dan ukurannya hampir menyamai ponsel itu sendiri, alat tersebut mempermudah kita dalam penulisan E-mail, SMS, ataupun browsing, alat ini bersifat Add-ons yang berarti dapat kita pasang ke ponsel ketika dibutuhkan dan mengambil power dari ponsel.

Pada Chatboard yang saya temukan ini, terdapat 7 hotkeys, WWW, Attachment, E-Mail, SMS, Phonebook, dan tombol Yes/No, serta keyboard QWERTY lengkap dengan tombol spacebar,shift, dan tombol panah kanan dan kiri.

Sayangnya kegunaan alat ini tidak begitu banyak, bahkan bagi saya sendiri fungsi E-mail tidak bisa dipakai dikarenakan ponsel saya saat itu juga tidak mendukung E-mail Client, sedangkan fungsi WWW juga tidak dipakai karena ponselnya masih menggunakan teknologi CSD yang notabene masih mahal tarifnya. Dan bahkan menurut informasi yang saya dengar,  proyek Chatboard ini gagal dan diberhentikan sekitar tahun 2002, karena saat itu mulai tren ponsel dengan keyboard terintegrasi.

Saya tidak tahu apakah chatboard ini masih berjalan atau tidak, karena saya tidak punya ponsel yang cocok dengan alat ini, tapi saya rasa masih berjalan karena dulu saya sendiri sangat jarang menggunakan alat ini.

So, barang klasik ini akan saya simpan, mungkin aja ada kolektor yang mau ? :D