Penggunaan Kata Baku dalam Bahasa Operator

Pagi ini saya mencoba untuk menelepon rekan yang berbeda operator dengan saya, kebetulan ponsel beliau sedang tidak aktif, dan memberikan pesan kepada saya, berbunyi seperti berikut..

Nomor yang kamu hubungi sedang tidak aktif, hubungi saja nanti.

Kamu dan Nanti? Hmm… Terkesan tidak sopan? Atau memang saya yang kurang gaul? :)) Secara, itu bahasa anak gaul…

Saya mencoba melihat di Kamus, kata “kamu” itu sebenarnya memang baku dalam Bahasa Indonesia.

Hanya saja ini berbeda dengan budaya kita, sebagian orang menyebut “kamu” kepada orang tua, orang yang baru dikenal, orang yang jabatannya lebih tinggi dari kita,dan lain-lain, cenderung dianggap tidak sopan bahkan kurang ajar. Kata “kamu” hanya pantas diucapkan kepada seseorang yang sebaya dengan kita, orang yang lebih muda dari kita, yang pada umumnya setara secara hierarki baik dalam hubungan keluarga maupun masyarakat umum.

Berbeda dengan kondisi di Eropa ataupun di daerah Amerika, dimana kata “kamu”,”anda”,”elo”,”sampeyan”,”situ” hanya ada satu kata, yaitu “you”, jadi disana sekalipun kita berbicara dengan orang tua kita, kerabat, siapapun tetap saja menggunakan kata “you”. Mengapa? Karena budaya mereka memang seperti itu, hanya mengenal satu kata saja, sedangkan budaya Indonesia kata-kata tersebut disesuaikan dengan derajat seseorang.

Saya tidak bisa bilang setuju atau tidak setuju dengan perkataan dari operator tersebut, cuma saya hanya ingat dengan pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, yang kurang lebih maksudnya seperti ini, dimana kita berada, disitulah kita menghargai budaya setempat. Nampaknya operator telekomunikasi tersebut kurang memahami budaya Indonesia atau memang strategi bisnis mereka yang mengincar segmen pasar anak muda dengan menggunakan bahasa gaul?

Ini hanya sekedar tulisan iseng, mengisi waktu kosong, kalau ada yang ingin berpendapat lain, Silahkan, ungkapkan di box komentar :)

32 thoughts on “Penggunaan Kata Baku dalam Bahasa Operator”

  1. tu yang bilang operator telepon selular ya ?

    kok gw nangkapnya dia sopan banget manggil dg “kamu”, dari pada “anda”, seolah dia membuat jarak ato berlagak sok profesianal aja kalo menggunakan kata sapa “anda”

    tapi ini pendapat saya aja lho, heheh

    salam kenal bos dari gw

  2. Biasanya yang bahasnya paku “kamu” itu operator dengan produk prabayar yang tearget market nya anak muda seperti IM3 dan Axis. Karena q dulu pernah pake IM3 juga, hehe

  3. kalo menurut gw sih ini disebut market sharing, jadi itu dilakukan karena segmentasi mereka adalah anak-anak muda, kita gak bisa ngejudge kalo kata-kata itu gak sopan..

    contohnya adalah radio prambors sama radio sonora, radio prambors menyapa penggemarnya dengan sebutan “kamu” karena segmen pendengar mereka adalah anak-anak muda, sedangkan radio sonora menyapa penggemarnya dengan sebutan “anda”, karena segmennya adalah para profesional yg udah dewasa,

    jadi, bisa gak ketika suatu hari ada ibu-ibu denger prambors tau-tau bilang: ini radio apaan sih, kok gak sopan banget ngomongnya pake kamu ke pendengarnya? gak bisa kan?? jadi disini menurut gw diperlukan pemahaman dari konsumen, mengenai segmentasi pasar suatu produk :d

  4. sebenernya gw gak fasih banget yang kayak beginian niy…tapi bener juga yang dibilang ridu tuh…
    tergantung pangsa pasarnya…tapi bukannya kalo produk dari provider telepon selular itu, harusnya global yah…kan semua orang dikalangan tua muda, bisa pake produknya…

  5. numpang komentar bos. buat saya masalah kamu dan anda tergantung dari segmentasi siapa lawan bicara atau bahasa komikasinya komunikannya. baru kita bisa mana kata2 itu sopan atau tidak

  6. iya bener juga sih. tapi gak pernah tuh kekgitu.. mungkin gak pernah make kartu itu yah.. kalo kata aku sih biasa aja ya, malah terkesan nyaman n gak kaku gitu deh

  7. iya sih.. di indo bisa banyak banget kata yang merujuk anda, bisa kamu, anda, situ, elo, sampeyan halah.. macem2. kalo salah bisa bikin perkara. apalagi kalo pas ngomonnya sama pejabat :D
    “Anda menghina saya yach!!” ampuun pak.. salah kata..

  8. saya setuju itu krn alasan target pasar penggunanya saja :) tp biasanya sblm suara itu menyelesaikan kalimatnya dah buru2 saya matiin trus nyoba no lainnya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.