Prosedur Pembuatan SIM di SATPAS Polrestabes Bandung

Di bulan Mei 2017, SIM A dan C saya habis masa berlakunya, karena saat itu saya belum bisa pulang ke Indonesia, maka saya baru bisa melakukan perpanjangan SIM di bulan September-Oktober, sebelumnya saya sempat googling dan baru tahu bahwa SIM yang sudah habis masa berlakunya tidak bisa diperpanjang, harus ikuti prosedur pembuatan baru. Apa boleh buat, terpaksa saya harus buat SIM baru.

So, saya datang ke SATPAS Polrestabes Bandung di siang hari untuk bertanya tentang persyaratan dan prosedur, ternyata saya tidak boleh masuk gedung satpas dikarenakan pendaftaran sudah ditutup, tentunya saya sempatkan bertanya, dan berikut persyaratan dan biayanya:

  • e-KTP asli beserta fotokopi 2 lembar.
  • Surat keterangan sehat
  • Biaya untuk SIM A sebesar Rp 120.000 dan SIM C sebesar Rp 100.000

Surat keterangan sehat sendiri bisa kita dapatkan di puskesmas terdekat, dokter pribadi, atau rumah sakit dimana saja, salah satu polisi disana memberitahu bahwa surat itu bisa didapatkan di dekat satpas, tepatnya di Jl. Nias Dalam, karena hanya itu yang bisa saya kerjakan, saya coba datangi dan ternyata agak susah mencari tempat tersebut, setelah diberitahu tukang ojek setempat, ternyata masuk gang kecil dan patokannya adalah terdapat tempat bimbel.

Kalau bingung carinya, cari plan tempat bimbel ini :D
Kalau bingung carinya, cari plan tempat bimbel ini :D

Disitu saya diminta fotokopi e-KTP, lalu tes mata dan tekanan darah, dan bayar sebesar Rp 40.000, selesai sudah :D

Seminggu kemudian saya kembali ke satpas, kenapa seminggu kemudian? Karena saya perlu latihan agar nanti lancar saat ujian praktek. Saya datang jam 7.45, karena itu hari kerja tidak terlalu banyak orang, tepat jam 8.00 pintu dibuka, petugas di depan memeriksa dokumen dan memberikan stempel di tangan bagi mereka yang dokumennya lengkap dan diizinkan masuk gedung, jadi pengantar tidak diizinkan masuk.

Gedung SATPAS Polrestabes Bandung
    1. Proses pertama yang saya lalui adalah pendaftaran, dokumen kita kembali diperiksa, terdapat 4 petugas pada saat itu, jadi antrian tidak begitu lama, disini saya mendapat nomor antrian.
    2. Proses berikutnya adalah pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan. Saya dipanggil berdasarkan nomor antrian, petugas tidak banyak bertanya, karena semua data diambil berdasarkan e-KTP, jadi saya rasa pembuatan SIM dengan sistem “curi umur” sudah hampir tidak mungkin terjadi. Karena saya mengajukan SIM A dan C, maka pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan dilakukan dua kali.
    3. Setelah itu, kami masuk ke ruang tunggu untuk ujian teori, di ruangan itu terdapat beberapa buku latihan yang bisa kita baca, soal ujiannya sendiri juga ada di halaman korlantas polri, disitu kita bisa latihan, dan karena saya mengajukan dua SIM, saya dua kali menjalani ujian teori, dan ini tidak susah, saya tidak menemukan orang yang gagal ujian ini.
    4. Setelah lulus ujian teori, kita diarahkan ke ruang ujian simulator, untuk ujian simulator motor, kita hanya diberi waktu kurang dari 5 menit dan harus mendapat poin minimal 60 poin, jika anda berkendara normal, poin akan bertambah, namun jika anda melanggar marka jalan, lampu merah, poin akan berkurang.Sedangkan untuk mobil agak berbeda, kita hanya perlu tes konsentrasi, dimana kita hanya perlu memutar setir menghindari garis yang berputar, ini memang susah-susah gampang.
    5. Setelah lulus, tes berikutnya adalah tes tersulit, yaitu ujian praktek, berikut adalah poin-poin yang harus kita lalui dalam ujian ini:

      Ujian praktek motor

      Ujian praktek mobil

      Tes garis lurus 11 meter, kaki tidak boleh turun dan patok tidak boleh jatuh Tes garis lurus maju dan mundur
      Tes zig zag 11 meter, kaki tidak boleh turun dan patok tidak boleh jatuh dan tidak boleh mengerem Tes zig zag maju, patok tidak boleh jatuh
      Tes membuat angka delapan, kaki tidak boleh turun dan patok tidak boleh jatuh dan boleh mengerem Tes Parkir seri maju dan mundur, patok tidak boleh jatuh, dan harus satu kali berhasil
      Tes pengereman reaksi, jalan lurus lalu berhenti mendadak dan belok sesuai instruksi Tes melintasi tanjakan, mobil tidak boleh mundur

      Petugas memberikan 2 kali kesempatan gagal, jadi gunakan kesempatan itu dengan baik :D tidak boleh pakai kendaraan sendiri, motor yang digunakan berjenis matic dan mobil manual, untuk bisa lulus ujian ini, memang diperlukan latihan terlebih dahulu.

    6. Kalau lulus dari ujian praktek, anda akan mendapatkan surat tanda lulus, tapi kalau gagal, anda harus mengulang kembali dalam waktu dua minggu, bawa surat itu ke loket pembayaran, dan bayar biaya pembuatan SIM, sesuai dengan tarif yang berlaku saya membayar Rp 220.000 untuk SIM A dan C.
    7. Setelah bayar, kita akan diberi bukti pembayaran dan formulir yang harus diisi, terdapat meja dan beberapa buah pulpen untuk mengisi formulir, tapi saya sarankan untuk bawa pulpen sendiri kalau tidak mau rebutan dengan orang lain :D
    8. Setelah diisi, serahkan formulir tersebut ke loket pengambilan SIM, tunggu sampai nama kalian dipanggil, dan SIM saya selesai di jam 11:30, tepat 30 menit sebelum satpas tutup :D

Mudah dan cepat bukan? Jadi daripada anda harus mengeluarkan uang lebih, lebih baik latihan sampai bisa lalu buat dengan jalur resmi. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *