Semua tulisan dari Anggie

The administrator and owner of this blog :)

The Theory of Everything

Saya jarang ke bioskop, kecuali filmnya cukup menarik. Sialnya film Theory of Everything ini membuat saya penasaran, terlebih lagi saya orang yang cukup mengagumi kejeniusan seorang Stephen Hawking, siapa dia? Silahkan cari tahu sendiri :)

Saya pernah sebelumnya menonton film  tentang biografi Stephen Hawking, dalam film yang dirilis BBC tahun 2004, di film itu diceritakan bagaimana Hawking menyelesaikan program doktornya di Universitas Cambridge. Dan ‘katanya’ dalam film yang terbaru ini diceritakan kisah cinta Hawking dengan Jane Wilde. Makin penasaran :)

 

 

Pengalaman isi bensin di Shell

Beberapa hari yang lalu, saya mengisi bensin mobil di Shell Jalan Sukarno Hatta. Setelah parkir kendaraan di samping pompa bensin, saya keluar dan disapa oleh seseorang trainee, dengan sopan dia menawarkan untuk mengisi bensin oktan 95, saya menolak dan menyuruhnya isi full dengan bensin super, lalu saya tinggalkan mobil menuju minimarket yang ada di tempat itu untuk membeli beberapa makanan. Dari dalam minimarket saya melihat beberapa petugas membawa pasir ke sekitar mobil saya, saat kembali ternyata handle bensin terjatuh setelah penuh dan membuat beberapa liter bensin tercecer di tanah. Saya memaklumi, dan memberikan uang ke petugas yang sedang disana, namun dia yang ternyata supervisor menolak uang saya, katanya saya mendapat bensin gratis karena kecelakaan kecil tadi. Ya, itu hari yang beruntung ;)

Seharusnya pertamina belajar dari pom bensin yang satu ini.

Sinkronisasi Kontak Ponsel dengan Google Contacts

Kontak pada ponsel memang berharga, dia tentunya digunakan untuk menyimpan sekumpulan nomor telepon kerabat di ponsel. Saya masih ingat, dulu saya selalu menyimpan seluruh kontak di SIM Card, jika ganti ponsel, kontak yang ada di SIM Card dapat dibaca pada ponsel yang baru, simpel dan efisien. Disamping itu, backup kontak pada PC sangat dianjurkan, untuk mencegah resiko hilangnya ponsel yang berakibat hilangnya seluruh data pada ponsel.

Sekarang, teknologi Cloud Computing sudah merambah pada ponsel(atau menjadi smartphone), kita dapat menyimpan kontak di server, dan dapat diakses di mana saja selama perangkat tersebut memiliki akses ke Internet. Gadget hilang? Tidak masalah, kontak kita tidak akan hilang, :) selain itu kita juga dapat sinkronisasi kontak antara ponsel satu dengan ponsel lainnya. Berikut ini akan saya jelaskan cara Sinkronisasi Kontak dengan Google Contacts di tiga device(Blackberry OS, Android, dan iOS)

Lanjutkan membaca Sinkronisasi Kontak Ponsel dengan Google Contacts →

IDENTITAS YANG DIJADIKAN KOMODITAS: Mitos Wajah Kampung di Rumah Makan Nasi Bancakan

The study looks into the kampong image phenomenom – particularly the Sundanese kampong which uses kampong as an identity for commodity. This is based on the assumption that food is underpinned by ideology and forms a system of communication. Bancakan restaurant which is the context for this case sutdy indicates how communication strageies are constructed to market a restaurant. Kampong image is chosen purposefully to impart an “ethnic identity” so that there will be a “symbolic consumption”. The analysis focuses on all aspects which constitute kampong stereotypes found as part of the identity construction of the society. The findings indicate that kampong stereotypes represented in among others the tools used for eating, ways of eating, clothes of the cooks and waiters, local (sundanese) intonation are exploted to be identified by consumers and consumed as part of the consumers (new) life style. This means that the kampong image helps construct an identity which shows “how we want to be acknowledged confirming Baudrillard proposition that reality succumbs to image, and, resulting the mythologies of the modern society.”

Lanjutkan membaca IDENTITAS YANG DIJADIKAN KOMODITAS: Mitos Wajah Kampung di Rumah Makan Nasi Bancakan →

Toshiba NB 520

Disclaimer: Tulisan yang saya buat kali ini bukan merupakan paid review, ataupun sejenisnya :p

 

Hampir 2 tahun notebook saya Acer Aspire Timeline 3810T menemani kemana saya pergi. Mulai dari rumah, berangkat ke kampus, ke emol, sampai ke rumah lagi, komputer jinjing kesayangan saya itu selalu ada di tas saya hampir setiap hari saya gunakan.

Sayangnya makin kesini, saya makin bragajulan alias sok sibuk, barang bawaan saya kian bertambah, dulu di tas saya hanya ada laptop dan beberapa buku dan alat tulis saja, sekarang di tas saya sudah ada beberapa barang dimulai dari laptop, sekumpulan buku tulis, buku cerita, bahkan kamus yang setebal dosa ada di tas saya. Tentunya menambah berat dosa bawaan yang saya pikul.

Maka dari itulah, saya mempertimbangkan untuk membeli benda yang namanya netbook. Sejatinya, saya tidak mencari netbook yang macem-macem, yang penting bisa ngetik, sedikit coding, dan presentasi. Oia, ketahanan batere juga merupakan prioritas utama, mengingat wilayah tempat saya menimba ilmu sering byar pet.

Pilih sana pilih sini akhirnya jatuhlah pilihan saya kepada netbook biru imut nan lucu Toshiba NB 520.

 

 

Menurut yang jual, netbook kecil ini bisa bertahan sampai 10 jam, setelah saya coba, netbook ini bisa bertahan 7-8 jam untuk penggunaan word processing, dan presentation, dalam kondisi Wifi tidak aktif. Untuk penggunaan browsing, chatting dan streaming netbook ini bisa bertahan 6-7 jam, yang cukup boros adalah saat aktivitas browsing menggunakan modem EV-DO saya, komputer ini hanya mampu bertahan 5 jam lebih dikit :( tapi menurut saya masih dalam tahap wajar. Prosesor yang digunakan adalah Intel Atom N2800 Duwal Core 1.86GHz dengan RAM 2GB. Sayangnya proses booting terasa agak lama :(

Layar dari netbook ini sudah menggunakan teknologi LED 10.1 dengan resolusi 1024×600. Cukup jernih dan cerah walau saya kadang harus menggulung layar sana sini saat browsing.

Netbook ini juga tidak berat, hanya 1 koma sekian kilo, tentunya tanpa piranti optikal. Port yang tersedia cukup standar, seperti USB 3 biji, VGA Out, Ethernet, Card Reader, jack stereo, dan Kengsington Lock, kalau-kalau anda mau gembok netbook ini di parkiran sepeda ;)

Oia, yang hebat dari notebook ini adalah fasilitas Sleep and Charge, fasilitas ini memungkinkan kita melakukan charging peralatan kita yang berbasis USB melalui port USB netbook ini walau dalam kondisi netbook mati. Tinggal hubungkan peralatan yang akan dicharge ke port USB sebelah kiri, dan walla, perangkat itu akan menghisap batere netbook dan melakukan aktivitas charging. Selain itu, ada juga fasilitas Sleep and Music, fasilitas ini memungkinkan kita dapat menggunakan speaker harman/kardon yang ada di netbook untuk digunakan sebagai ‘speaker eksternal’ perangkat lain, tentunya bisa digunakan walau dalam kondisi netbook mati ;), tinggal hubungkan iPod atau MP3 player ke jack audio saja :)

Kekurangan? Tentu ada ;) hal yang sedikit saya kurang suka adalah tata letak keyboard dan speakernya, tombol “~” berada di samping tombol “alt” membuat saya sering salah pencet saat hendak menekan kombinasi “alt+xxx” dan posisi speaker ada tepat dimana tangan kita mendarat saat melakukan aktivitas mengetik, itu membuat suara yang keluar dari speaker tertahan tangan, dan satu lagi, yang ini sebenarnya  saya tidak suka dari OS-nya Windows 7 Starter.. Tidak bisa ganti wallpaper :(

 

Sisanya netbook ini pas buat menemani saya jalan-jalan kesana kemari ;) dan netbook ini bisa ditebus seharga sekitar US$ 320

KTP… E

Para pengunjung, sudah ada yang tahu apa itu e-KTP atau KTP Elektronik? Kalu belum, silahkan caritahu informasinya di Google. Kalau kata aku sih, KTP Elektronik itu tidak ubahnya KTP biasa, hanya ditambah informasi biometrik dari pemegang KTP tersebut, dan ada microchip seperti di beberapa kartu kredit(dan bahkan beberapa kartu debit terbaru sudah menggunakan chip), selanjutnya aku juga belum tahu, karena sampai saat ini kota dimana tempat aku tinggal belum ada migrasi ke KTP berjenis elektronik ini :(

ada tulisan ini aku tidak mau banyak-banyak menceritakan soal teknisnya, cuma ingin sedikit berceloteh soal penamaan kartu identitas berbasis elektronik ini, pertanyaan yang ada di benak saya, kenapa namanya e-KTP?

Lanjutkan membaca KTP… E →

Selamat Ulang Tahun

Dengan ini saya mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” untuk siapapun yang pernah lahir di tanggal 29 Februari, tanggal yang hanya ada 4 tahun sekali.

Semoga diberikan yang terbaik olehNya. Dengan tidak lupa memberikan jatah traktiran kepada saya

Btw, saya sendiri baru sadar kalau ini postingan tanggal 29 Februari pertama dalam blog ini. :D

Bermain dengan nDrive 11 di Samsung Galaxy Y

Well, saya katanya orang Bandung, tapi, saya memiliki kelemahan yang memalukan bagi orang Bandung, yaitu tidak hafal dengan jalanan yang ada di Bandung, entah mengapa. Contohnya, beberapa hari yang lalu saya berangkat dari rumah hendak ke daerah Salman, ITB, sialnya saya menyempatkan diri untuk muter-muter dulu di daerah Pasteur, bertanya sana dan sini, hingga 3 jam kemudian akhirnya saya berada di jalan yang benar :D

Nah, orang ndeso seperti saya ini butuh perangkat yang namanya GPS, tapi, namanya mahasiswa bragajulan, mencari device GPS yang murah(sukur-sukur gratis), akhirnya saya memberdayakan ponsel Android mumer bin asbun saya, Samsung Galaxy Y yang sudah memiliki hardware GPS terintegrasi dan aplikasi pemandu jalan nDrive 11.

Aplikasi nDrive for Android ini bisa kita beli dengan harga EUR 29.99 lengkap dengan peta Indonesia dan Filipina, berhubung orang Indonesia banyak akal, saya bisa mendapatkan aplikasi ini lengkap dengan peta Indonesia, Singapore, dan Malaysia seharga cendol dan rate, thanks gan :))

 

 

 

 

 

Kalau kita perhatikan, interface dari nDrive ini cukup user friendly, semua icon dibuat dalam ukuran besar(berguna untuk menghindari kesalahan tap), dan menu dibuat sangat lengkap namun sederhana, saya sendiri bahkan dapat mengoperasikan aplikasi ini cukup dengan satu tangan(kecuali mengetik) saat mengemudi dengan kecepatan sangat rendah.

 

 

 

 

 

Sama seperti device GPS lainnya, nDrive ini bisa memandu kita sampai ke tempat tujuan, ciamiknya, beberapa lokasi g403L penting di Bandung sudah ada dalam peta yang berukuran 100MB ini, dan rutenya bisa kita pilih, ada 3 pilihan, fastest, shortest, dan pedestrian mode. Sayangnya, dalam kondisi jalan di Bandung, ketiga pilihan ini tidak ada bedanya :p

Oia, secara default, panduan yang diberikan aplikasi ini diucapkan oleh mbak-mbak dalam Bahasa Inggris, tidak seperti device GPS yang lain, aplikasi ini tidak begitu cerewet, memang, dia mengingatkan beberapa ratus meter sebelumnya jika rute yang ditempuh mengharuskan kita berbelok ke arah tertentu, tapi, jika kita melanggar rute yang dia berikan, dia hanya diam sambil melakukan “recalculating”, sesekali menyuruh kita memutar balik :))

Bagaimana dengan penempatannya? Sebenarnya banyak yang jual dudukannya, tapi berhubung saya males beli terlalu kreatif, awalnya saya simpan di panel speedometer seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayangnya, penggunaan hardware GPS terlalu lama membuat ponsel saya mengeluarkan panas yang berlebih, hingga akhirnya saya pindahkan ke panel dashboard seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Lumayan, dengan bantuan AC, ponsel ga terlalu panas :)

Bintang Iklan Merangkap Bos

Suatu hari saat saya dan Ridu jalan-jalan keliling kota Jakarta, kami melihat sebuah billboard yang berisi iklan produk ponsel TiPhone, dan Ridu bertanya,

“Siapa sih engkoh-engkoh yang di-iklan itu? Tiap iklan ponsel ini dia pasti selalu ada “

Saya saat itu yang masih belum tahu siapa dia hanya menjawab dengan polosnya “entahlah..”

 

Kurang lebih seperti ini iklannya(versi koran)

Ya, engkoh-engkoh ini adalah Hengky Setiawan, pria berusisia 49 tahun ini adalah pemilik TelesindoShop sekaligus Presiden Direktur dari Tiphone, dan satu-satunya pemilik mobil antik 1951 Mercedes Benz  220 Cabriolet B ;)

Apa yang unik dari beliau? Beliau adalah bintang iklan produk Tiphone, hampir di semua media(baik billboard, koran, hingga poster pada toko ponsel) beliau-lah bintang iklannya. Ya, dengan pakaian yang sopan, sambili menggenggam ponsel yang beliau iklankan,tentunya dengan senyum yang terlihat ramah seolah-olah beliau berkata “Belilah ponsel saya” . Di beberapa iklan ponsel Tiphone sempat terlihat adanya model lain tapi tetap selalu ada Pak Hengky ini disampingnya ;)

Ini sangat berbanding terbalik dengan beberapa ponsel lokal/cina yang sangat disayangkan menggunakan model perempuan berbaju minimalis :(

Tapi overall saya salut dengan gaya iklan seperti ini ;)

 

PS:

Foto diambil dari posterous-nya Paman Tyo

Advan LT-1470 LED PC & TV Monitor

Jadi begini….
Hari minggu saya berangkat ke BEC untuk membeli aksesoris ponsel seperti handsfree dan charger, setelah mendapatkan kedua barang itu, saya jalan-jalan menuju tempat komputer, hitung-hitung cuci mata melihat perkembangan komputer ;) . Lihat sana lihat sini mata saya tertuju pada sebuah LED Monitor 14″ besutan Advan, ternyata barang yang saya lihat adalah Advan LT-1470 LED PC & TV Monitor, monitor yang dapat difungsikan sebagai Analog TV dan AV Input. Sebenarnya, saya belum begitu perlu dengan yang namanya LED Monitor, karena saya sudah memiliki TV, dan LCD 13.3″ yang menempel di notebook sudah cukup memadai untuk kegiatan sehari-hari seperti word processing, coding, nonton film, dan merambah dunia maya. Tapi ndilalahnya, barang lokal ini sedang ada diskon sehingga secara tidak sengaja kartu kredit tergesek di merchant dan saya membawa pulang barang ini :))

Lanjutkan membaca Advan LT-1470 LED PC & TV Monitor →