Tips Menggunakan Kartu Debit Indonesia di Luar Negeri – 2019

source: https://www.yourmoney.com/credit-cards-loans/watch-charges-using-debit-credit-cards-abroad/

Jika anda adalah seorang traveller ataupun nomad yang berasal dari Indonesia. Travelling menggunakan kartu debit terbitan Indonesia adalah cara paling mudah, hemat, dan efisien.

Ya, tentunya money changer banyak tersedia di banyak bandara, sesaat setelah keluar dari bandara, Anda akan menemukan banyak tempat penukaran uang. Tapi jangan salah, beberapa diantaranya selalu memberikan exchange fees (sekitar $10/penukaran), atau terdapat biaya komisi yang “diselipkan” di nilai tukarnya (biasanya terdapat di money changer yang menawarkan no commissions).

Menggunakan kartu debit adalah cara paling gampang dan murah untuk mendapatkan uang dan melakukan pembayaran di luar negeri. Kartu debit (dan juga kartu kredit) diterima hampir di seluruh dunia, Mesin-mesin ATM tersebut terhubung secara internasional dengan jaringan Visa/Plus dan Mastercard/Cirrus. Caranya cukup mudah, masukkan kartu debit anda ke mesin ATM, masukkan PIN, dan tarik seberapa besar uang yang anda ingin ambil, sama seperti di Indonesia, nilai tukarnya secara otomatis di-handle oleh bank tempat kartu anda diterbitkan.

Lalu bagaimana dengan kartu kredit? Sayangnya, saya tidak pernah menggunakan kartu kredit Indonesia di luar negeri.

Saya sendiri menggunakan kartu debit dari empat bank: BCA, Mandiri, BNI dan Jenius, berikut biaya yang mungkin diperlukan saat anda menggunakan kartu tersebut di luar negeri:

Bank Peneribit Jaringan di dalam negeri Jaringan di luar negeri Biaya tarik tunai di luar negeri Biaya transaksi via merchant/EDC di luar negeri
BCA PRIMA Maestro, Cirrus* Rp 25,000/trx di jaringan Cirrus Free di jaringan Maestro
BNI PRIMA, ATM Bersama, Link Mastercard, Maestro, Cirrus Rp 25,000/trx di jaringan Cirrus Free di jaringan Mastercard/Maestro
Jenius – BTPN PRIMA, ATM Bersama VISA, Plus Rp 25,000/trx di jaringan Plus Free di jaringan VISA
Mandiri PRIMA, ATM Bersama, Link VISA, Plus Rp 20,000/trx di jaringan Plus Free di jaringan VISA

Info per 1 Februari 2019

* Kartu BCA yang saya pakai saat ini masih magnetic stripe dengan jaringan Maestro dan Cirrus, per 2017 BCA mengeluarkan kartu Paspor BCA dengan chip yang terhubung ke jaringan Mastercard dan Cirrus.

Berikut adalah sedikit tips dari saya tentang penggunaan kartu debit Indonesia di luar negeri:

Sebisa mungkin bayar menggunakan kartu debit anda


ATM di beberapa negara masih menerapkan fee tambahan dan/atau biaya mark-up exchange rate bagi pemegang kartu asing. Maka dari itu, jika toko tersebut memiliki EDC dan menerima kartu debit asing, gunakan opsi itu. Tidak seperti di Indonesia, kebanyakan dari mereka tidak mematok batas minimal pembayaran dengan kartu debit, itu berarti anda dapat membeli air mineral seharga 0,8 langsung menggunakan kartu debit anda tanpa biaya tambahan.

Jangan pernah menerima opsi pembayaran dengan mata uang IDR.

Beberapa mesin EDC di hotel dan beberapa toko yang kebanyakan berada di area turis dapat mendeteksi kartu asing, dan dapat memberi opsi pembayaran dalam mata uang Rupiah (atau sesuai dengan Bank anda). Jangan pernah terima opsi ini! – Selalu bayar dengan mata uang setempat. Kenapa? Dengan mengambil opsi ini, tagihan anda akan di-konversi dari mata uang lokal ke USD lalu di-konversi kembali  ke IDR, jatuhnya akan lebih mahal, dengan menggunakan mata uang lokal, bank akan konversi langsung tagihan kita ke dalam mata uang Rupiah.

Aktifkan Internet Banking dan beritahu pihak Bank bahwa anda akan ke luar negeri

Rekening anda biasanya diawasi oleh Bank atau instansi terkait, jika anda akan tinggal atau berada di luar negeri dalam waktu yang lama, sebaiknya beritahu pihak bank, memang ini jarang terjadi, tapi Bank berhak melakukan pemblokiran baik sementara ataupun permanen terhadap aktivitas mencurigakan yang dilakukan di luar negeri.

Sebelum anda ke luar negeri, aktifkan Internet Banking anda, agar anda dapat mudah mengontrol kondisi keuangan anda selama di luar negeri, untuk autentikasi sebaiknya gunakan token terpisah daripada sistem OTP via SMS, ya memang nomor ponsel Indonesia juga berfungsi di luar negeri, tapi adakalanya SMS OTP akan telat masuknya, dan berpotensi kode OTP tersebut expired. Kebetulan tiga bank yang saya gunakan masih menggunakan hardware token, dan Jenius menggunakan PIN untuk autentikasi.

Bawa lebih dari satu kartu debit dengan jaringan yang berbeda

Sebaiknya bawa kartu debit lebih dari satu dengan jaringan yang berbeda. Paling tidak bawa kartu dengan jaringan Visa/Plus dan Mastercard/Cirrus karena ada kalanya jaringan di bank kita sedang down, sehingga kartu tersebut tidak bisa digunakan. Contohnya saat saya berada di Turki, kartu BNI saya tidak bisa digunakan, dan kartu Mandiri saya berfungsi dengan normal, atau di Jepang dimana mayoritas ATM 7-Eleven hanya menerima kartu debit dengan jaringan Visa/PLUS – Belajar dari pengalaman saya, saat paling stress adalah saat saya sedang perlu uang tunai, dan kartu saya tidak bisa tarik tunai di negara tersebut. So, bawalah beberapa kartu dengan jaringan yang berbeda.

Simpan kartu cadangan anda di tempat yang aman

Jika anda kehilangan kartu anda di luar negeri atau kartu anda tertelan di ATM saat di luar negeri, matilah anda. Maka dari itu, simpan kartu debit cadangan anda di hotel, atau di tempat yang aman.

Bawa US$ 100 sebagai backup cash

Jika semua kartu anda tidak berfungsi, atau tidak ada ATM dan anda sangat perlu uang tunai, gunakan backup cash. Tapi ingat, cara ini merupakan cara terakhir dan sebaiknya digunakan hanya saat darurat. Saya sendiri belum pernah menggunakan opsi ini.

Anda punya rekomendasi lain? Silakan komentar di bawah.

4 thoughts on “Tips Menggunakan Kartu Debit Indonesia di Luar Negeri – 2019”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.