Blackberry, Secangkir Kopi dan Gengsi

Coffeeberry

23 Juni 2011

Starbucks Coffee – Cilandak Town Square Jakarta

Pernah mengalami hal yang menurutmu cukup memalukan? Saya pernah..

Selepas dari Kedutaan Hongaria, saya menyempatkan diri untuk sekedar mampir dan ngopi-ngopi di Starbucks Cilandak Town Square, sesampainya di parkiran motor, saya sempat memeriksa goodie bag dari kedutaan, sebuah notes lengkap dengan pulpen, lucu juga :D

Di Starbucks, saya hanya minum kopi sembari balas e-mail dari rekan, dan sesekali mencoret-coret notes dengan tulisan hasil pemikiran dari otak saya. Tidak ada yang menarik lagi.

Setelah cukup coret-coretnya, saya kembalikan semua barang-barang saya ke tas kecil, dan beranjak kembali ke parkiran motor, di perjalanan menuju basement saya sempat memeriksa isi tas dan notes saya ketinggalan, Ya sudahlah, saya terlalu males untuk mengambilnya lagi.

Tiba-tiba seorang perempuan memanggil saya dan berkata..

Mas-Mas.. Ada barang yang ketinggalan

Sudah, buat mbak aja, itu oleh-oleh dari kedutaan kokĀ  ;) *aku pikir pasti notes itu*

Ini mas, Blackberry sama holsternya ketinggalan..

Masya Allah, Oia, Makasih banyak ya mbak

Saya percepat langkah saya menuju parkiran motor, berharap bisa meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

 

PS: Gambar saya ambil tanpa izin dari sini,


15 thoughts on “Blackberry, Secangkir Kopi dan Gengsi”

  1. kok mbaknya mau dibawa pulang??? *pentung*
    btw itu yg di foto emg bb ya? kirain kalkulator.

    Anggie:
    Lumayan, buwat oleh-oleh di rumah #halah
    Iya, itu blackberry jadul

  2. Alamaaaaak BB ketinggalaaaan?? :shock:
    Sungguh saya shock. :D
    Duh, bersyukur sekali ada yang jujur mengembalikannya…. :cry:

    Anggie:
    Iya, betul sekali :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *