2 Jam Di Perjalanan

+6281723839xx 7:30PM

Anggie, jangan lupa ke kampus DU besok, temenin Eka cari informasi mengenai SMUP

Begitulah bunyi SMS yang dikirim oleh tante saya, beliau minta agar menemani anaknya Eka mencari tahu informasi mengenai SMUP, sebenarnya saya agak males, tapi apa boleh buat,  saya juga sedikit jenuh jadi babu coding, pagi hari sekitar jam 6 saya langsung berangkat dari rumah menggunakan motor.

Perjalanan dari Bumi Adipura menuju Jalan Sukarno Hatta cukup lancar, saya masih bisa berjalan hingga 60KM/jam. Sialnya, mulai mendekati kawasan Metro Indah Mall, macet mulai mendera, mobil diam, motor merayap sangat pelan, aah, sudah biasa kan? Tapi kenapa ini terasa lebih lama?

Saya lupa,ini hari pertama masuk sekolah !

Motor saya berjalan sangat pelan karena banyaknya kendaraan baik roda dua maupun roda empat memenuhi jalan Sukarno Hatta, bahkan terkadang saya harus berhenti total selama sekitar 15 menit, jenuh juga diam di tempat macet ini, saya menarik gas motor agar kendaraan beroda dua ini berjalan dengan sangat perlahan hingga akhirnya berhenti, di samping kiri saya ada angkot berwarna hijau muda jurusan St. Hall – Gedebage, iseng-iseng saya perhatikan kendaraan ini

Sang supir angkot, terlihat masih muda, entah dia memang supir angkot itu atau supir tembak, dari raut mukanya terlihat bahwa dia merasa kelelahan dengan kemacetan yang ada, sebagian besar penumpangnya berseragam putih dan abu-abu, saya pikir ini adalah siswa SMK 13 Bandung, benar saja dugaanku, tepat di depan SMK itu sebagian besar penumpangnya turun, semua siswa sebagian mengantri di pintu kiri untuk membayar jasa supir angkot tersebut, supir angkot tersebut menerimanya sambil ngedumel..

Yaaah, cuma segini

Bukankah seharusnya dia bersyukur atas semua itu? Atau memang para siswa tersebut membayar dengan sangat murah? Atau karena uang yang diterimanya berbentuk receh? Saya tidak tahu.

Sudah cukup saya memperhatikan angkot ini, saya kembali menarik gas agar motor melaju, sepertinya di Traffic Light di Soekarno Hatta sudah menunjukkan lampu hijau, sehingga saya bisa berjalan sedikit lebih cepat, tentu saja karena volume kendaraan yang terlalu banyak, saya kembali terhenti, kali ini disamping saya ada sebuah mobil Toyota Corolla DX 198x, mobil klasik, dan pengemudinya adalah perempuan cantik, kembali saya perhatikan kendaraan ini.

Kendaraan ini bisa dibilang tua, klasik, sayangnya tidak terlalu terurus, beberapa bodinya sudah menunjukkan karat, bahkan di beberapa lekukan sudah ada dempul, tapi tidak senada dengan pengemudinya, dibalik kaca jendela yang terbuka penuh duduk seorang perempuan manis mengenakan seat belt, saya bisa mengira usia perempuan itu masih sangat muda, 19-20 tahun, seumur dengan saya, dilihat dari penampilannya dia adalah seorang Mahasiswi, wow.. Mahasiswi? Karena cantik, saya dekatkan motor saya untuk memberikan perhatian lebih kepada seluruh isi kendaraanya.

Untuk mengusir rasa bosan terhadap macet, gadis ini bermain dengan BlackBerry-nya, di kursi kiri, terdapat tas tangan, saya tidak tahu isinya apa, sedangkan di belakangnya tidak ada apa-apa, di kaca depan mobilnya tertempel stiker “FE Unpad”. Fakultas Ekonomi? Pantesan mobilnya kelas ekonomi. Yang bikin saya kagum terhadap dia, dia orang yang apik, mobilnya terlihat bersih sekalipun tetap terlihat karat di berbagai sisi, interior-nya pun terlihat apik , rapi dan bersih, di dashboardnya terdapat “Flip Flop“, pengharum mobil, dan beberapa buku, ya, dia mengikuti kelas SP. Saya bisa menilai gadis ini sangat low profile di kampusnya, dan ups.. Dia melihat saya dan dengan segera memutar putaran jendelanya agar jendelanya naik tertutup, saya masih perhatikan dia, dia mulai merasa keringetan karena kendaraanya tidak dilengkapi AC, “Maafkan aku” dan saya meninggalkannya.

Saya kembali berjalan mlipir sana sini agar cepat sampai ke perempatan, inilah untungnya pakai motor, namum apadaya, saya kembali berhenti, di samping kiri tempat saya berhenti ada sebuah mobil Toyota Alphard hitam, kembali saya perhatikan isinya

Susah sekali menerawang isi yang ada dalam kendaraan seharga 1.3M ini, kaca filmnya cukup gelap, namun saya bisa melihat, pengemudinya berbaju hitam, disampingnya tidak ada siapa-siapa, dan dibelakangnya ada 3 anak SD dan SMP yang hendak berangkat sekolah, pengemudi yang di depan itu tidak lain adalah seorang supir. Pengemudi itu dari raut wajahnya terlihat sangat friendly, karena saya perhatikan terus, tampaknya supir itu melihat saya dan membuka jendelanya, dia tersenyum dan  berbicara dengan saya menggunakan Bahasa Sunda yang halus

Mau kemana kang?” Sapanya dengan penuh senyuman

Ke Unpad DU Pak, mau caritahu informasi tentang SMUP untuk sodara saya” jawab saya

Hoo.. Alhamdulillah anak saya baru saja lulus dari FAPET Unpad, saya doakan semoga saudaramu diterima di Unpad” Celotehnya kepada saya

Amiiin

Alhamdulillah sekalipun saya cuma seorang supir bisa menyekolahkan anak saya sampai jenjang kuliah, sekalipun harus hutang sana hutang sini

Ya Alhamdulillah, Allah memang selalu memberikan kita jalan asal kita berusaha” Jawab saya

Taaat..Teeet..Tooot…Tooot…Taaat..Toooot… Suara klakson mobil belakang meneriaki mobil Alphard dan motor saya, agar segera melaju..

Permisi kang, saya duluan dulu” Lanjut saya sambil menarik gas

Ya, hati-hati, sukses buatmu..” Jawab dia dengan singkat.

Percakapan tadi membuat saya kagum terhadap supir tadi. Anaknya bisa menjadi seorang yang hebat yang bisa membanggakan orangtuanya. Saya kembali mlipir sana mlipir sini, kali ini saya berhenti di sebuah mobil Toyota Vios, kembali saya perhatikan orang ini.

Kaca jendela kanan mobil ini terbuka setengah, pengemudinya berseragam, dan saya yakin dia seorang supir, tidak ada orang lain selain dia di mobilnya, saya menduga dia baru saja selesai mengantar majikannya, dan entah kemana tujuannya sekarang, mungkin menjemput keluarga majikannya. Tidak ada sesuatu yang menarik dalam isi mobilnya, dan seperti yang lainnya, dia melihat saya dan langsung menutup jendelanya, seketika itu terdengar bunyi “Ctuk” dari mesin mobilnya, pertanda kompresor AC dinyalakan. Humm… Cukup tertutup.

Ya sudah, saya kembali jalan, kali ini sudah mendekati perempatan Sukarno Hatta, saya kembali berhenti, dan saya rasa ini pemberhentian terakhir di perempatan ini, karena posisi saya sudah cukup dekat, di tempat saya berhenti ini, tidak ada mobil di samping kanan dan kiri saya, maka dari itu saya coba tutup helm dan memperhatian pengemudi motor yang ada di samping kanan saya.

Pengemudi motor ini jelas masih SMA terlihat dari seragamnya, dia laki-laki dan membonceng perempuan(siswi), entah siswa ini menjemput siswi ini dimana, yang jelas mereka satu tujuan, satu sekolah, dan satu cinta :p Motornya Suzuki Satria F, dengan masa berlaku pelat 04-16, masih baru, masih kinyis-kinyis, di speedometernya terpasang foto seorang gadis, yang tak lain adalah potret siswi yang dibonceng dibelakangnya…. :-&

Sempat terjadi percakapan berikut.

“Yank, kenapa ga pake mobil sih? Kan kalau gini panas ” :-&

“Punyaku yang Altis lagi dipake kakak, punyaku satu lagi dipake bapak kerja” katanya punyamu semua, kok dipake orang lain :-&

Ah, males saya mendengar anak SMA ini, saya rasa semua bisa simpulkan seperti apa kedua orang ini ;)

Traffic light sudah menunjukkan lampu hijau, dan saya segera meninggalkan Jalan Sukarno Hatta, jalan dimana penggunanya memiliki cerita masing-masing yang kalau kita iseng perhatikan, cukup menarik

 

Ini ceritaku, mana ceritamu, Ki Sanak?

11 thoughts on “2 Jam Di Perjalanan”

  1. bener-bener bikin journal nih gie :D *geuning masih jadi kuli koding? kirain mau jadi sastrawan bahasa rusia :lol:

    Anggie:
    Tetep lah masi jadi kuli koding,hahaha :D

  2. hahaha seru seru mengamati kehidupan orang lain,,, jangan2 disana juga ada blogger yang juga mengamati seorang yang naik motor yang sedang mengamati orang juga hahaha…

    Anggie:
    Bisa jadi ;)

  3. Baca postingan ini dari atas sampe bawah, bener-bener bikin saya senyum kinyis-kinyis hehehe :)
    *vote: sangat menghibur! :)

    Anggie:
    Hehe,, masa sih? Makacii ya? :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.