Asal Mula Istilah “Hidung Belang”

Seperti yang sudah kita ketahui, sebutan pria hidung belang memiliki konotasi yang cukup negatif, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia hidung belang memiliki arti: Laki-laki yang gemar mempermainkan perempuan. Perlu diketahui, istilah ini benar-benar mengacu pada hidung seorang Belanda yang dicoreng arang sehingga tampak belang, berikut kisahnya.

Alkisah, saat itu, di negeri yang bernama Hindia Belanda, tanah jajahan Belanda yang saat itu masih baru, orang-orang Belanda kebanyakan yang datang hanya kaum laki-laki, istri dan keluarga mereka ditinggal di Negeri Belanda. Seperti yang kita ketahui, hasrat manusia tentunya tidak bisa dibendung, para pejabat dan perwira Belanda sering rindu pada istri mereka.

Akhirnya kebanyakan dari mereka menikahi perempuan pribumi untuk dijadikan simpanan, untuk menghindari hancurnya karir mereka, laki-laki Belanda ini menyembunyikan hubungan ini dari publik – atau kita bisa sebut hubungan asmara mereka dijalin secara sembunyi-sembunyi. Tetapi, sepandai-pandai mereka menyembunyikannya, akhirnya tercium juga. Tentunya hal tersebut jadi skandal di kalangan para pejabat dan perwira Belanda.

Pieter Cortenhoeff adalah seorang perwira pengawal pribadi Jan Pieterszoon Coen – Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu. Cortenhoeff terlibat skandal asmara dengan wanita bernama Saartje Specx, Saartje sendiri adalah anak angkat Jan Pieterszoon Coen sendiri, ya, Saatrje tidak lain adalah anak angkat atasan Cortenhoeff sendiri.

Cortenhoeff dan Saatrje menjalin asmara secara sembunyi-sembunyi, hubungan mereka tidak diketahui Coen. Tapi, nasib sial terjadi, suatu hari, mereka tertangkap basah sedang bercinta di kamar Coen.

Bukan main marahnya Coen, dia menuduh pengawalnya sendiri melakukan zina dan melaporkan perbuatannya kepada pihak berwajib. Keduanya pun ditahan. Setelah melalui proses peradilan, Cortenhoeff dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman gantung di balai kota(yang sekarang berlokasi di kawasan Kota Tua).

Lalu apa hubungannya dengan hidung belang? Ternyata sebelum menjalani hukuman gantung, hidung Cortenhoeff dicorengi arang sehingga tampak belang. Sejak saat itu, laki-laki yang tertangkap basah sedang berzina akan ditangkap, dan dicoreng hidung sebelum dieksekusi, dan hidung belang pun menjadi istilah populer untuk para laki-laki yang selalu menggoda wanita.

Uniknya, di Negeri Belanda, kisah ini pernah dijadikan naskah drama sebanyak sebelas babak dan dilarang pementasannya oleh Pemerintah Belanda sendiri.

One thought on “Asal Mula Istilah “Hidung Belang””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.