Ketika Sang Malaikat Maut Lewat

10:40PM Seperti biasa saya tidak bisa tidur karena masih banyak yang harus dikerjakan, di depan komputer saya melihat tumpukan kode-kode PHP dan sekumpulan database, table, dan lain-lain. Tak terasa tubuh terasa lelah karena dipaksa untuk tidak beristirahat.

Karena lelah yang amat sangat, saya membuat kopi dan menaruhnya di samping laptop saya, saat sedang rehat, sayup-sayup terdengar suara yang sepertinya dari pengeras suara mesjid,

Innalillahiwainnaillahi Roji’un.. Telah berpulang ke Rahmatullah …. di jalan … Pada jam 22 lebih 50 menit, semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNya

Saya sedikit merenung, dan ikut berdoa, kemudian, saya baru bisa berpikir di tengah kelelahan itu, bahwa orang yang meninggal berada tepat di belakang rumah saya.

Entah mengapa saya merasakan keringat dingin yang luar biasa, dan tanpa sengaja cangkir berisi kopi tadi tumpah tepat di hadapan saya, dan entah mengapa aliran listrik ke laptop saya tiba-tiba terputus sehingga membuat laptop saya berpindah ke mode battery.

Ketika saya mencoba membersihkan tumpahan kopi, kembali saya merasakan keringat dingin yang sepertinya tak wajar.

Saya mengerti, mungkin malaikat maut baru saja lewat di hadapan saya, dan mungkin hendak mencabut nyawa saya juga, tapi mungkin niat itu diurungkan oleh beliau karena suatu sebab, mungkin dia enggan mencabut nyawa saya yang bergelimang oleh dosa seperti noda kopi yang mengotori seluruh meja kerja dan lantai kamar saya, atau beliau masih memberikan saya kesempatan hidup, entah sampai kapan. Saya yakin suatu saat beliau akan menjemput saya kelak.

Ya Allah, jika sudah saatnya, saya siap dipanggil olehMu, walau begitu saya tidak ingin masuk neraka yang begitu panas, dan saya belum pantas untuk menikmati surga yang Engkau berikan.


10 thoughts on “Ketika Sang Malaikat Maut Lewat”

  1. terlalu lelah mgkn kamu … jd keringat dingin …
    sempatin sedikit istirahat. supaya kesehatan tdk terganggu. usia memang di tangan Allah … tetapi bkn berarti kita berpasrah bgitu aja kan???

  2. Wooo…jadi merinding bacanya.
    Bicara soal malaikat maut, jujur saya sih belum siap.
    Ya..tapi bagaimanapun juga, kita emang harus siap kapanpun itu tiba.

  3. “malaikat maut baru saja lewat di hadapan saya, dan mungkin hendak mencabut nyawa saya juga, tapi mungkin niat itu diurungkan oleh beliau karena suatu sebab” << bukan karena suatu sebab, tapi emang karena belom saatnya..

    kalo menurut corbuzier, sesiap apapun kita, ketika masa itu datang, pasti kita tidak akan siap untuk kehilangan. termasuk kehilangan nyawa kita sendiri :)

  4. I’ve loaded your blog in Several different internet browsers and I must say this website loads a lot quicker then most. Would you mind e-mailing me the name of your hosting company? My personal e-mail is: [email protected]. I’ll even sign up through your own affiliate link if you would like. Thanks alot :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.