Masih perlu Bahasa Indonesia?

BEC 2nd Floor

Gambar diatas ini adalah papan penunjuk lantai pada suatu gedung, tepatnya gedung Bandung Electronic Center, kenapa saya ambil foto seperti ini? Saya merasa sedikit ada yang janggal, apa itu?

Ya, bahasa yang tertulis di papan informasi tersebut, pada papan tersebut ditulis secara dwibahasa, Bahasa Inggris dan Jepang, sedangkan gedung tersebut terdapat di kota Bandung, Indonesia. Indonesia menganut Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional negaranya.

Seperti yang kita tahu, Bahasa Inggris masih merupakan Bahasa Internasional, kita, warga Indonesia juga tidak diharamkan berbicara Bahasa Inggris, tidak ada yang melarang, paling-paling kalau ada yang tidak mengerti si orang tersebut pasti bilang.

Aduuh, aku nggak ngerti Bahasa Inggris, :P

Sangat disayangkan bagi kita warga negara Indonesia yang tingkat nasionalisme dalam segi Bahasanya(masih) sangat kurang, untuk urusan seperti ini saja kita masih belum percaya diri menggunakan Bahasa Indonesia, bahkan sesama orang Indonesia saja sudah ada yang berkomunikasi dengan bahasa lain, kalau untuk urusan belajar sih tidak apa-apa, tapi ini, menggunakan bahasa lain untuk kegiatan sehari-hari, Saya yakin dia kalau ditanya “Masih ingat kamu sekarang tinggal di negara mana?” pasti jawabnya “Di Indonesia”, tapi kalau ditanya lagi “Kenapa tidak pakai Bahasa Indonesia?” pasti alasannya beraneka ragam tentunya :D

Perlu perbandingan, Oke, saya rasa perlu.. ;)

Oke, saya bandingkan dengan Rusia, negara yang dulunya adidaya yang sekarang sudah menjadi negara setengah miskin, mungkin bisa dikatakan 11 dan 12 dengan negara kita, tapi coba lihat, mereka kalau lihat bule, pasti tidak akan disapa dan diajak berbicara Inggris, harus bahasa Rusia, bahasanya dia. Tentunya efek negatifnya ya itu, kita sebagai pendatang yang kebingungan :D

Dulu, waktu zaman Alm Soeharto masih berkuasa di negeri kita ini, beliau setiap hendak mengunjungi negara orang atau dikunjungi oleh petinggi dari negara lain, dia tidak pernah berbicara bahasa Inggris, walau dia selalu didampingi penerjemah, tentunya orang yang mendengar harus sedikit pahan 1 – 2 kalimat sederhana dalam Bahasa Indonesia, ya kan? Itulah salah satu contoh nasionalis ;))

Sekarang kita kembali ke bahasan papan yang diatas itu.

Seperti yang kita tahu, mall tersebut adalah sentra ponsel dan elektronik, pengunjungnya sendiri mayoritas adalah warga kita sendiri, sangat sedikit sekali bulé mampir ke mall itu :p dan kalaupun papan tersebut ditulis dalam Bahasa Inggris yang notabene dimengerti oleh para bulé tersebut, belum tentu juga para pedagang disana mengerti Bahasa Inggris :))

Nah, untuk urusan Bahasa Jepang itu, saya sih Haqul Yakin kebanyakan kita pada  gak ngerti semua tu artinya, bacanya aja belum tentu semua orang bisa :)) cuma menuh-menuhin ruang pada papan tersebut :P kenapa ga lebih baik Bahasa Jepang itu saja yang diganti ke Bahasa Indonesia? ;)

Oke, kalau memang misalnya kita sudah cukup pintar dalam berbahasa Inggris, harusnya kesalahan seperti gambar di bawah ini harus segera diatasi donk ;)

3rd or 3th?

54 thoughts on “Masih perlu Bahasa Indonesia?”

  1. mungkin dianggepnya pengunjung BEC udah pinter2 dan ngerti bahasa inggris gitu :D
    lagipula sebagian besar kata2 di atas lebih umum menggunakan bahasa inggris daripada bahasa indonesia, misal : software ->perangkat lunak, printing (ke rental komputer biasanya ngomong mau ngeprint bukan mau mencetak :p), games (klo mainan yg ada di bayangan malah toko2 kaya toys city gitu)

  2. untuk papan di lantai 2 si masih mending pake bahasa inggris.
    lah di papan lantai 3, specialty shop? ahaha..
    itu juga bahasa jepang, lah kita aja boro2 ngerti bahasanya, bisa baca aja belum tentu.

  3. bahasa indonesia tidak lagi dibanggakan
    orang-orang kebanyakan melihat bahasa indonesia tidak lebih modern dari bahasa lain

    saya pernah ditertawakan temen gara-gara facebook saya menggunakan bahasa indonesia…memang aneh keliahatanya. tapi saya bangga berbahsa indonesia :)

  4. salah satu alasan yang gue pikir masuk adalah bahwa orang indonesia tuh ga suka baca penunjuk jalan, peta, denah, dsb; dan yang paling gampang adalah: NANYA.. jadi masuk akan kalo memang buat orang indonesia, nanya wehh..

    “a, punten a, kalau mau liat laptop-laptop di lantai berapa ya a?”

    pasti dijawab dengan ramah dan jelas haha..

  5. Iya, Ucup sama Puty bener, tidak ada istilah 3th, yang ada 3rd dibaca Third atau ketiga .. Dan saya lihat tulisan itu udah ada sejak lama dan tidak ada yang revisi, entahlah kenapa..

  6. salam kenal sesama urang bandung :D.. siang ini gue baru dari BEC, ngeprint digital di compugraf :) btw, premalink di blogmu yang mantap ini kayaknya perlu dibuat supaya seo friendly. salam sukses!

  7. mungkin bahasa inggris di papan penunjuk gapapa ya..? soalnya udah mulai banyak warga asing di Bandung dan itu akan sangat membantu mereka kalau ingin belanja di BEC

    yg aneh itu justru bahasa jepang menurut saya.. kenapa dwibahasanya bukan english-bahasa indonesia yaa? hehe

    btw salam kenal :)

  8. hai anggi
    wow keren baca biodata kamu..kamu kuliah di dua tempat sekaligus..
    dua jempol buat anak-anak muda yang kreatif kaya kamu..
    ngomong2 di about me nya gak bisa tinggalin komen…
    SEMANGAT!!!!!!!

  9. Berbahasa Indonesia pasti perlu donk, dan harus bangga. Kalo masalah penggunaan bahasa asing ya soalnya belum tentu juga pengunjung di BEC orang Indo semua, mungkin itu ya alasannya :P
    Btw teliti amat :P

  10. padahal, kalau teks bahasa Jepang diganti bahasa Sunda, rasanya warga bandung akan semakin lancar dan ngerti bahasa Inggris…. hehehe

    sensitivitas kebahasaannya kurang kali ya… hemmm…

  11. Kenapa juga yang harus Bahasa Jepang? Biasanya kan Bahasa Indonesia sama Bahasa Inggris. Nasionalisme kita memang masih sangat memprihatinkan :P

  12. ya..ya..ya.. ada yg salah di sini, memaksakan penggunaan bahasa yg kebanyakan dari kita tidak memahaminya. Mungkin maksudnya utk warga asing yg datang berkunjung tetapi konsekuensinya akan banyak pengunjung lokal yg akan tersesat di mall itu :-D

  13. wah kenapa bahasa kita sendiri tergusur? boleh aja sih nampilin bahasa lain tapi setidaknya bahasa kita yang nomer satu donk, karena di negara kita sendiri..

  14. Pengaruh enggak yah sama keadaan disana yang rata-rata koko dan cici (yang bahasa Indonesianya juga rada-rada susah) yang jualan disana dan banyak dari mereka suka jepang-jepang-an :p jadi gitu dech hasilnya…

  15. ah,, gw pake hengpon, kagak keliatan bgtu jelas tulisannya..
    Untung yg ngelola mall itu ga bs bahasa rusia, atau bahasa sansekerta ya.. Jangan2 nanti yg ditulis ya bahasa itu tuh…

  16. hmmm susah juga ya
    soalnya kebanyakan para pelamar kerja itu disuruh berbahasa Inggris dengan baik dan lancar
    jaraaannng banget ada yang mensyaratkan bisa berbahasa indonesia dengan baik dan lancar
    CMIIW

  17. Emang sih rasanya masih sedikit yang pake bahasa ingris gitu (apalagi jepang) tapi klo difikir2 tulisan yang ada di papan itu ngak terlalu jauh berbeda klo di artiin ke indonesia loh, contohnya “computer software”, “digital camera”, “photography & printing”, “billiard & games” kayaknya klo diartiin ke indonesia tetep aja gitu kang

  18. Ini mah teori konspirasi saya aja yah, itu kan disponsori oleh sony ericsson, dan sahamnya sony lebih besar di perusahaan patungan itu, sehingga ditulislah dalam bahasa jepang, untuk mengingatkan mereka pada kampung halaman.. *naon sih*

    :D

  19. Saya sendiri jadi malu… ternyata papan petunjuk di BEC berbahasa Jepang juga…. :(
    Bukti saya kurang peka… Tapi saya juga punya pembelaan, karena saya jarang sekali ke sana. :)

  20. waduh pake huruf kanji .. keren memang sih pake bahasa kepang, walopun gak ngeh maksudnya opo .. boro-boro bahasa jepang, yg lokal aja misal masa sekolah pada lulus pelajaran arab melayu gak? Hehe

  21. Salam.
    Wah baru ngeh di BEC kayak gitu papan informasinya, itu huruf kanji ya. Mungkin kita dituntut supaya bisa bhs.inggris ama jepang kali ya, hehehe..gak inget kali dia BEC ada di Indonesia. :D
    Hatur nuhun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.