Triskaidekafobia

Saat masih berada di Rusia, saya beserta kolega saya yang kebetulan orang Amerika pernah menginap di sebuah apartemen yang kami sewa di bilangan St. Petersburg, setelah semua urusan booking beres, kami berangkat menuju gedung apartemen tersebut, buka pintu gerbang, masuk lift dan saya menekan angka 13, karena memang apartemen yang kami sewa berada di lantai 13. Saya yang adem-adem ayem menunggu lift sampai di lantai 13, kolega saya mulai ketar ketir, muncul keringat dingin (padahal saat itu musim dingin), mulai baca-baca doa dan berakhir dengan tidak mau masuk ke apartemen tersebut. Sudah pasti dia mengidap triskaidekafobia.

Jadi apa itu triskaidekafobia? Triskaidekafobia adalah ketakutan terhadap nomor 13, orang yang memiliki gejala triskaidekafobia beranggapan bahwa sesuatu yang memiliki nomor 13 adalah angka sial dan harus dihindari, disebut fobia karena jenis ketakutan ini mempengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, bahkan dapat mengganggu fungsi psikologis lainnya.

Triskadekaifobia sangat umum dijumpai di dunia barat. Contohnya, di Amerika Serikat hampir tidak ada gedung yang memiliki lantai 13 (biasanya mereka loncat ke 14 atau 12A), hampir tidak ada rumah atau nama jalan dengan nomor 13.

Gejala Triskaidekafobia

Orang yang mengidap gejala triskaidekafobia akan bereaksi saat bertemu dengan angka 13, karena 13 merupakan angka, bukan situasi atau objek, maka akan sulit untuk menghindarinya, berikut beberapa gejala yang terjadi:

  • Menolak semua aktivitas yang berhubungan dengan angka 13
  • Merasa panik
  • Meningkatnya detak jantung
  • Pernapasan mulai terganggu
  • Tangan mulai bergetar
  • Terganggunya hubungan sosial dan pertemanan. Contohnya, tidak mau ngantor saat tanggal 13, tidak mau hadir ke rumah yang berlokasi di lantai 13, dan lain-lain.

Seperti fobia lainnya, tidak ada penyebab pasti seseorang dapat mengidap gejala ini. Triskaidekafobia bisa jadi merupakan hasil bad parenting karena mayoritas pengidap gejala ini adalah orang dewasa, gejala ini ada kaitannya dengan gejala bipolar.

Gejala ini dapat diatasi walau perlu waktu yang tidak sedikit, bahkan dalam beberapa kasus, bisa sembuh dalam kurun waktu hingga lima tahun. Beberapa terapis memilih untuk menggunakan terapi perilaku kognitif, terapi ini secara sistematis dan bertahap mengajarkan pasien menghadapi sumber ketakutan sambil belajar mengendalikan reaksi fisik dan mental, dengan menghadapi fobia secara langsung, pasien menjadi terbiasa dan akhirnya menyadari bahwa ketakutan awalnya tidak berdasar pada bahaya yang benar-benar nyata.

 

6 thoughts on “Triskaidekafobia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *