Materialistis?

Sedikit Cerita tentang kehidupan nyata…

Saat saya berada di daerah Jl, Purnawarman, Bandung,(dekat BEC) saya menemukan kios isi pulsa handphone, karena kebetulan pulsa ponsel CDMA saya sudah menipis, akhirnya saya memarkirkan mobil saya tepat di samping motor Harley Davidson, yang sepertinya milik yang punya kios isi pulsa tersebut. Terjadilah percakapan singkat seperti berikut.

Anggie¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Permisi…

Datang seorang pria yang dari tampilannya terlihat seperti pria mapan dan sukses

Penjaga Kios    : Ya, mau beli pulsa? Yang berapa?

Anggie             : Tolong pulsa CDMA wxyx yang 50 ribu, elektrik ya,mas

Penjaga Kios    : Oke, sebentar ya.. (tampaknya ada kendala saat mengisi pulsa, maka proses pengisian pulsa tampak lebih lama dan saya dipersilahkan untuk menunggu)

Saat itu datang seorang anak perempuan  remaja, sepertinya itu anak sang penjaga kios tersebut. Dan anak tersebut memberitahu ayahnya untuk memasukan motor Harley tersebut, namun sang penjaga kios tersebut malah bilang.

Biar saja, biar orang lain tau kalau kita punya motor bagus, Papa belinya mahal tuh, kalau perlu harganya papa tempel di motor itu biar semua orang tau

Saya hanya terdiam menyaksikan kesombongan orang tersebut.

Belum juga 3 menit, datang ibu-ibu mengenakan mukena, yang sepertinya itu adalah istri penjaga kios tersebut, memberitahu suaminya untuk segera sholat, namun sang penjaga tersebut malah bilang.

Mama, ngapain sholat segala ah, liat tuh, papa udah beliin baju bagus, eh, mama malah tetep pake pakaian yang kayak pocong gitu, sholat tuh menghabiskan waktu, duit kagak dapet.. Kalau kita sholat terus, kapan dapet duitnya, kapan kita kaya?

Sekali lagi saya hanya terdiam.. Akhirnya setelah menunggu sekitar 10menit-an pulsa 50 ribu masuk ke ponsel CDMA saya, membayarnya, mengcucapkan terima kasih, dan segera pergi meninggalkan kios pulsa tersebut.

—-

Ternyata lembaran uang dan nominal rupiah bisa menjadi tuhan bagi orang-orang yang takabur…

33 thoughts on “Materialistis?”

  1. Segala sesuatunya memang harus diseimbangkan, kalau kita terus beribadah tanpa ada usaha? menurut me percuma juga :)
    Tapi ya jangan sampai lupa diri… Mungkin bisa dijadikan pelajaran.
    Btw thanks gie, koneksinya lancar, me tertarik untuk berlangganan kayanya :P

  2. da yak orang yg ampe ngomong kayak gitu !?!?

    wew, memang duit sekrang dh mjd tuhan :)
    kadang orang lupa bahwanya fitrah manusia mencari ketentraman…. dan itu yg sering di ambil jalan pintasnya :)

  3. aku percaya bahwa : Kaya itu suatu cobaan.
    orang tadi gagal menerima cobaan.
    semoga kita bisa melawati cobaan jika suatu hari nanti menerima cobaan menjadi kaya
    amin..

  4. wueueeeezz…segitunya…
    OMAIGOT!!
    Naudzubillah, kok bisa gitu si..emmm, gimana ya, seenggaknya kenapa dia membiarkan orang lain tau pemikirannya, apa ndak malu gitu..huff…

    bdw,
    sumpah, keren banget lay-out blognya…
    mbaaaaak…
    gimana caranya..
    huhu, sia pengen niii n_n

    salam knal yaaa,,
    mau tukeran link ndak??

    shei

  5. Astaghfirullahaladziim.. doakan saja semoga bpk itu kembai ke jalan yg benar Audzubikamindzalik.. semoga kita tidak menjadi takabur seperti itu bila diberi rezeki lebih.. krn kekayaan juga cobaan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.