Satu Hari Di Kazan, Rusia

Musim dingin adalah musim di mana saatnya saya jalan-jalan. Kenapa harus musim dingin? Ya karena udara dingin membuat orang malas jalan-jalan, dan harga tiket cukup murah di musim dingin walau resikonya harus siap dengan udara dingin yang cukup menusuk.

Kebetulan sekali pacar saya baru saja kembali dari Amerika Serikat, jadi kami memiliki rencana untuk jalan-jalan, awalnya kami berencana untuk berkunjung ke Eropa Selatan, tapi pacar saya tidak punya visa schengen dan untuk membuatnya diperlukan beberapa dokumen pendukung sedangkan waktunya tidak cukup banyak, akhirnya diputuskan lebih baik saya yang ke Rusia, karena visa Rusia lebih mudah didapatkan – terlebih lagi saya menggunakan invitation letter dari pacar saya yang notabene orang Rusia, berbekal dokumen tersebut saya berhasil membuat visa Rusia dalam 4 hari kerja dengan biaya 150€, dan tujuan kami adalah ke Kazan.

Memutuskan untuk sewa mobil

Setibanya di Bandara Sheremetyevo, saya langsung dijemput oleh pacar. Kami sempat makan siang dulu di Moskow, jarak dari Moskow ke Kazan adalah 719 kilometer, dan dapat ditempuh baik dengan pesawat (1jam 35 menit), kereta (11 jam 25 menit) maupun bis (sekitar 15 jam). Awalnya kami ingin menggunakan kereta, tapi ini musim dingin, kami tidak bisa jalan terlalu lama di udara dingin, apalagi ini musim dingin Rusia, bukan Belanda apalagi Spanyol, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil dengan pertimbangan harga bensin di Rusia yang murah, heater kendaraan yang bisa menyelamatkan hidup kami saat kedinginan dan karena memang saya pengen road trip, haha.

Mobil yang kami sewa adalah Renault Logan bertransmisi manual, dilengkapi dengan pemanas, head unit ala-kadarnya dan sudah di-cover asuransi pihak ketiga, mobil ini kami sewa seharga 1,200 RUB/hari tanpa batasan kilometer.

Catatan: SIM A Indonesia atau Belanda berlaku di Rusia, saat menyewa kendaraan, mereka tidak singgung soal SIM Internasional. Lihat juga: Di negara mana SIM Internasional Indonesia berlaku?

Masalah nyetir – kami gantian, 10 kilometer pertama pacar saya yang nyetir lalu 709 kilometer sisanya saya yang nyetir. Setelah keluar Moskow, saya memutuskan untuk isi bensin. Tidak seperti di Belanda, untuk bisa membeli bensin di Rusia, saya harus datangi kasir terlebih dahulu untuk memberi tahu pompa mana yang akan digunakan, berapa liter bensin yang akan saya beli dan bayar saat itu juga, setelah membayar kasir langsung mengaktifkan pompa tersebut, lalu setelah itu baru saya lakukan sisanya secara self-service dan bensin beroktan 92 seharga 45 Rubel/liter itu masuk memenuhi tangki mobil.

Isi bensin secara self-service.

(Hampir) ditilang

Beberapa kilometer setelah kami isi bensin, mobil kami diberhentikan oleh petugas ДПС (Дорожно-патрульная служба – Polisi Lalu Lintas). Petugas tersebut menghampiri jendela sisi pengemudi, dan memberi salam hormat ke saya, memperkenalkan dirinya dan jabatannya setelah itu meminta surat-surat kendaraan, saya berikan SIM, STNK, Asuransi dan Paspor, setelah memeriksa dokumen tersebut, baru dijelaskan bahwa saya harus ditilang karena lampu besar dan fog lamp belakang mobil kami mati satu.

Lalu petugas-pun menyuruh saya ke pos polisi untuk dibuatkan surat protokol tilang, tilang di Rusia memang tidak besar seperti di EU, tapi tetap saja saya sebal, walau memang saya mengaku salah, tidak terbesit di-pikiran saya untuk nyogok petugas ini, kalau saya lakukan itu bisa saja saya berakhir di gulag. Tapi, sebelum masuk ke ruangan petugas tersebut membolak-balikan SIM dan paspor saya dan terjadilah percakapan berikut:

Polisi Lalu Lintas: Saya bingung, paspor Anda dari Indonesia, SIM Anda dari Belanda, visa Anda berjenis turis, tapi Anda berbahasa Rusia sangat baik, Anda ini sebenenarnya siapa?

Saya:  Oh well, saya memang Warga Negara Indonesia yang menetap di Belanda, makanya saya punya SIM Belanda – saya juga memiliki SIM Indonesia. Soal bahasa Rusia, ya karena saya alumni PSU – makanya bisa bahasa Rusia, tujuan saya di sini karena saya pengena road trip ke Kazan dengan pacar saya, kami mengambil cuti musim dingin.

Polisi lalu lintas: Ooo.. Pantesan bahasa Rusia kamu bagus, Oke begini saja, segera ganti lampu mobil-nya, ada bengkel di balik jalan ini, buka 24 jam.  

Petugas tersebut mengembalikan dokumen, dan saya langsung menuju bengkel yang dimaksud. Sesampainya di sana, kami membeli lampu yang dimaksud seharga 850 rubel + 300 rubel untuk ongkos pasang. Untungnya saya bisa memasang lampu-lampu tersebut sendiri, cuma memasang lampu di udara -15°C tanpa sarung tangan itu cukup menyiksa.

Lampu besar kanan yang mati.
Fog lamp belakang yang mati.

Setelah itu saya menelepon pihak rental dan memberitahu kejadian yang baru saja kami alami, dan bersyukur biaya lampu tersebut dapat mereka ganti asalkan kami masih menyimpan nota pembeliannya.

Jalanan Rusia yang ekstrem

Setelah kejadian yang cukup melelahkan itu saya menyempatkan diri untuk tidur selama dua jam dalam kondisi mesin mobil dan heater menyala, lalu saya lanjutkan perjalanan kurang lebih 9-10 jam menuju wilayah Republik Tatarstan.

Kondisi jalan raya di musim dingin.

Kualitas jalan raya di Rusia jauh berbeda dengan di Uni Eropa, bahkan saya bisa bilang lebih parah dari jalanan Indonesia, terutama di musim dingin, seperti foto di atas, batas jalan hampir tidak terlihat karena tertutup salju, kadang perbedaan tinggi jalan bisa mencapai 10 sentimeter, cukup bahaya bagi mobil dengan ground clearance rendah, tapi jika bertemu dengan jalan seperti di bawah ini, sebaiknya dihindari.

Jalan yang harus dihindari

Jalan di atas adalah salah satu contoh jalan desa, jalan ini menghubungkan antar kampung, dengan melewati jalan ini bisa jadi waktu tempuh kita lebih cepat, tapi kondisi saljunya lebih parah, jika mobil sudah terjebak di salju, akan sulit mencari pertolongan karena jauh dari pemukiman warga dan kadang wilayah tersebut masih belum ada sinyal ponsel.

Setelah perjuangan menyetir 10 jam, akhirnya kami sampai di kota Kazan, kami menyempatkan diri sarapan hotdog dan kopi di SPBU “TatNeft”.

TatNeft adalah salah satu perusahaan oil and gas terbesar kedua di Rusia – dan terbesar di Republik Tatarstan. Wilayah Republik Tatarstan memiliki cadangan minyak yang cukup banyak. Uniknya, SPBU TatNeft hanya ada di wilayah Tatarstan dan harga bensin di wilayah ini lebih murah.

Republik Tatarstan dengan ibukota Kazan adalah subjek federal dari Federasi Rusia. Di sini tinggal dua juta lebih etnis Tatar yang mayoritas beragama Islam.

Kazan Kremlin

Kazan Kremlin

Pemberhentian pertama kami adalah Kazan Kremlin. Kazan Kremlin (Казанский Кремль) dibangun sekitar abad ke-10 sampai ke-16 oleh Ivan the Terrible, dibangun setelah dia menghancurkan dinasti Tatar.

Salah satu sudut di Kazan Kremlin

Memang Kazan Kremlin ini tidak sebesar Kremlin yang ada di Moskow, bahkan beberapa bangunannya sudah dihancurkan oleh Stalin saat negara ini masih berideologi komunis. Tapi tetap banyak bangunan menarik di dalam kompleks ini.

Söyembikä Tower

Söyembikä Tower

Di dalam kompleks Kazan Kremlin ada bangunan yang bentuknya seperti tower, yaitu Söyembikä Tower (Башня Сююмбикэ). Berdasarkan apa yang saya curi dengar dari tour leader, bangunan ini memiliki sejarah, konon katanya, Ivan the Terrible jatuh hati dengan Soyembika – ratu dari penguasa Tatar saat itu dan berkali-kali melamarnya, karena bangsa Rus dan bangsa Tatar sedang bermusuhan, terlebih Soyembika tidak suka dengan Ivan the Terrible maka Soyembika memberikan syarat sebelum dapat menikahinya; yaitu meminta Ivan untuk membuatkan tower tujuh tingkat selama tujuh hari – jika tower tidak setinggi tujuh tingkat dan/atau waktu pembuatannya lebih dari tujuh hari, maka Ivan tidak bisa menikahinya. Ivan pun menyangkupi – dan benar saja, di hari ke tujuh, pasukan Ivan the Terrible sudah selesai membuat tujuh lantai. Setelah bangunan tersebut jadi, Soyembika naik ke lantai tujuh dan bunuh diri dengan melompat dari bangunan yang baru saja dibuat oleh Ivan the Terrible.

Annunciation Cathedral of Kazan

Setelah dari Soyembika Tower, kami menuju ke Annunciation Cathedral of Kazan (Благовещенский собор Казанского кремля), kebetulan pacar saya yang beragama kristen ortodoks hendak berdoa, dan saya ikut masuk ke dalam untuk menghangatkan badan. Sayangnya, di semua gereja ortodoks tidak diperkenankan untuk mengambil foto. Uniknya, setiap wanita yang hendak masuk ke gereja wajib untuk menutupi rambutnya, saya di sini cukup kagum melihat ikon-ikon yang tertera di dinding dan langit-langit. Saya bahkan ingat ketika dulu saat kuliah sering mencari ketenangan di sini.

Masjid Qolsharif

Tampak depan Masjid Qolsharif
Pintu masuk masjid

Masjid Qolsharif (мечеть Кул-Шариф) berlokasi persis di samping Annunciation Cathedral of Kazan, tentunya setelah dari katedral kami mampir ke sini, karena saya juga perlu menunaikan sholat Maghrib dan Isya. Sama seperti katedral, wanita wajib menutup rambutnya untuk bisa masuk ke masjid, dan mereka yang tidak beragama Islam tetap boleh masuk ke masjid.

Sebelum masuk ke wilayah mesjid ada sejenis ruang utama, di ruang ini biasa digunakan untuk pameran kaligrafi atau lainnya jadi jika ada acara, maka tidak menggangu aktivitas ibadah.

Saat kami datang, tempat ini cukup ramai, tapi sedikit sekali mereka yang menunaikan ibadah sholat. Perlu diketahui, di Kazan sekalipun mayoritas beragama Islam, sedikit dari mereka yang wajib menunaikan sholat lima waktu, dan karena pengaruh dari bangsa Rus kebanyakan dari mereka tetap mengkonsumsi alkohol.

Di masjid ini juga disediakan tangga yang terhubung langsung ke lantai paling atas, di lantai ini, mereka baik yang non-islam maupun yang tidak sholat bisa melihat yang sedang sholat dari atas, sehingga tetap tidak mengganggu aktivitas ibadah.

Setelah selesai menunaikan ibadah, kami keluar masjid dan melihat sekelilingnya, ternyata wilayah masjid ini luas sekali, apa di musim panas mereka juga sholat di sekitar wilayah masjid? Saya tidak tahu.

Tanda bahwa masjid ini dibangun atas bantuan Arab Saudi dan UEA.

Ada kejadian lucu di dari foto terakhir di atas. Saya iseng masuk ke bangunan kecil beratap biru yang di sebelah kanan, ternyata itu adalah kantor pengurus masjid, tentu saja kehadiran saya membuat mereka sukses omelin saya yang main masuk tanpa izin, haha.

Karena masjid ini merupakan ikon kota Kazan, dan saya hari ini ditemani oleh seseorang yang suka foto-foto, akhirnya kami mengambil gambar dengan latar belakang masjid yang indah ini.

Setelah selesai mengitari wilayah masjid, kami coba untuk mengelilingi sisa wilayah kremlin, yang ternyata tidak mungkin kami eksplorasi terlebih sudah malam. Salah satu kelemahan jalan-jalan di musim dingin adalah waktu yang cukup pendek, jadi kami hanya sampai di salah satu sudut kremlin, foto-foto lalu kembali ke mobil.

Bauman Street

Tidak ke Kazan kalau kita tidak ke Bauman Street (улица Баумана), jalan ini terletak di tengah kota, dimulai dari Kazan Kremlin dan berakhir di Tukay Square. Jalan ini tidak boleh dilalui oleh kendaraan, dan banyak pertokoan di sampingnya. Sayang sekali, kami sampai di sini jam 11 malam, semua toko sudah tutup, jalanannya pun sudah sepi, karena tidak ada orang gila yang mau jalan tengah malam di suhu -21°C. Akhirnya kami foto-foto sebentar lalu meninggalkan jalan tersebut.

Setelah jam menunjukkan pukul 1 dini hari, kami memutuskan untuk istirahat di penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya dan berakhir sudah liburan singkat kami.

26 thoughts on “Satu Hari Di Kazan, Rusia”

  1. Saya ngekek pas baca soal gantian nyetirnya: 10 km vs. 709 km. Tapi bergidik juga ngebayangin nyetir di jalan bersalju. Pasti licin banget itu!

    Dan pas sampai di bagian Kazannya, saya jadi sadar ternyata dunia memang penuh tragedi cinta…. :D

    1. Haha.. Ya selain licin, batas pinggir jalan jadi ga jelas juga, salah-salah mobil bisa nyangkut ke selokan atau tanah.

      Ya, tragedi cinta memang terjadi di mana-mana :D

  2. Wuih post terpanjang yang pernah saya baca di blog mas Anggie, kebetulan baru ikuti tulisannya belum lama ini ahaha seru juga :D

    By the way, visa Rusia memang gampang banget. Menurut saya bahkan jauh lebih gampang dari visa Korea dan beberapa negara ribet lainnya :D mana sekarang untuk beberapa negara bagian sudah free e-visa, berharap tahun depan betulan free e-visa sampai seluruh negara bagian biar bisa bolak balik Rusia :))

    Ohya, habis baca tulisan ini jadi penasaran juga sama Kazan, mau lihat katedralnya. Entah kenapa desain katedral di Rusia itu cakep cakep (menurut selera saya) :D dan penasaran juga rasanya road trip di sana, pasti seru ya mas. Too bad saya nggak bisa menyetir, jadi nggak bisa keseringan road trip (kasian pasangan saya nanti harus menyetir sepanjang hari) :””D

    Ps: si mba (pasangan mas) looks so pweeettyyy EHEHE. Semoga bahagia selalu selamanya ya, mas~ ditunggu kelanjutan cerita-cerita lainnyaaa.

    1. Visa Rusia memang gampang bisa dibilang pasti approved asal semua dokumennya lengkap. Tahun depan memang Rusia akan menerapkan e-visa tapi ga free ada fee-nya sekitar USD 50 ya kalau ga salah.

      Katedral di Rusia memang cakep-cakep, It’s very eastern europe, ga akan ditemui di wilayah manapun selain di Rusia.

      Kebetulan aku memang senang road-trip, sayangnya jarang lakuin itu juga, karena di Eropa mayoritas transportasi publik udah cukup bagus, apalagi di Eropa Barat where the fuel price is damn expensive.

      Ahaha, Thanks anyway :D

  3. wow! -21 derajat? hahaha
    terima kasih deh,
    kayaknya kalau emang rezeki ada, saya ke Rusia-nya pas musim panas aja hahaha.

    gak kebayang bisa bertahan di suhu sedingin itu.

    1. Betul, lebih baik di musim panas aja, banyak atraksi di jalanan, waktu lebih panjang dan lebih puas menikmati pemandangannya.

      Jujur saja, musim dingin terutama di Rusia cukup berbahaya.

  4. Wahhh astga, saya baru sadar setelah baca cerita diatas sampai yang foto dengan background masjid yang indah tersebut. Dan ternyata mas nya cowo hehehe, soalnya awal-awal saya kira cewe kan, terus pas baca doi nyetir 10km dan sisanya 700+km kan tega banget.. Wah gokil sih, gak ketebak banget. Perjalanan dunia mas-nya juga emang keren banget, udah singgah ke berbagai belahan dunia, semoga bisa menjadi inspirasi lah studi disana juga hihi :D

  5. Kazan, apakah ini yang terkenal dengan klub sepakbola Rubin Kazan? Tempat salah satu yang dingin dan membuat pesepakbola kala Champions dll harus ekstra keras menahan dingin.

    Melihat jalana hamparan putih salju saja saya sudah membayangkan dinginnya. Hehehhheeh

    Menarik perjalananmu mas.

  6. Saya membaca seperti ikutan jalan-jalan di Kazan.
    Ternyata, setiap daerah punya kisah cinta tragis setelah memenuhi sebuah syarat yg diajukan sebelumnya, cinta memang tak bisa dipaksakan :D .

    Foto-fotonya tjakep2.
    Pasangannya juga adem, semoga rukun selalu ya.

  7. Oh ini blognya mas anggie yang traveler itu ya. Waktu kemarin mbak Rey posting para blogger traveler ada seseorang (saya lupa siapa) yang komentar kalo ada satu lagi blogger traveler yaitu mas Anggie, cuma dia ngga nulis alamat url nya.

    Wah untung juga ya alumni PSU, jadinya tidak jadi ditilang polisi karena lampu belakang mati.

    Serem juga ya jalanan dari Rusia ke Kazan, licin parah apalagi pas musim dingin, mana jaraknya jauh lagi 700an km, saya naik bis Jakarta Tegal 400km aja capek apalagi itu.

    Kisah cintanya Sayembika dengan Ivan kok mirip Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso ya.😃

    1. Err.. Mungkin salah orang kali ya, saya bukan traveler, haha. Hanya orang biasa saja ;)

      Kayaknya dia meloloskan saya bukan karena saya alumni kampus itu, tapi ya karena terbantu tampang bloon saya aja kali ya.

      Di Rusia, jarak 1000km itu masih terhitung dekat, ya jelaslah mengingat Rusia adalah negara terluas di dunia dan ya, nyetir 700+ km itu lumayan pegal-pegal.

      Saya malah tadinya pengen nanya, pasukan Ivan buat tower itu pakai bantuan jin ga ya? 😃

    2. Iya juga sih, Rusia memang negara terluas di dunia apalagi jaman uni Soviet dulu. Lihat foto-foto nya saja udah menggigil apalagi kalo beneran kesana, mungkin saya pengin kencing terus.😂

      Saya sendiri pernah kedinginan di Banten, saya cek suhunya 18°c, Pantesan dingin amat. Lha apalagi di Kazan -20°C, bisa langsung membeku kayak jajanan es krim.

      Mungkin Ivan pakai bantuan infinity stone kali, pinjam bentar punya Thanos.😊

  8. Kazan Kremlin khas eropa negri beruang merah yang punya suhu dingin yang boleh dikatan cukup extrem..😊😊

    Tapi Polisi disana tidak seperti di Indonesia yaa… Bilang sudah kena tilang bisa berbelit-belit. Dan Biasa Rusia memang hampir jarang ada cuaca panas Extrem. Atau mungkin ada disalah satu kota.😊😊

  9. ternyata di Rusia ada perempuan kayak Rara Jongrang atau Dayang Sumbi juga yaa 😆

    wah, menarik soal visa Rusia. ku pengen ke Moskow. pernah nulis pengalaman soal ngurus visanya ngga? terutama yang pegang resident permit EU? 😆

    btw, kenapa milih Kazan? apakah ada sesuatu yang istimewa selain Kremlin, masjid, dan gerejanya?

    1. Tadinya ada keinginan untuk nulis soal visa tapi tahun depan Rusia berencana untuk memberlakukan skema e-visa untuk sebagian warga negara asing, termasuk Indonesia, tulisan mengenai visa Rusia dijelaskan secara detail di blog Chika.

      Garis besarnya, visa Rusia itu cukup simpel – selagi ada invitation letter, tiket pp (berikut tiket kereta/pesawat domestik) yang sudah paid(bukan booking) dan bukti pemesanan hotel yang sudah dibayar full (bukan booking). Maka visa Rusia pasti langsung disetujui, ga perlu statement bank, bahkan asuransi aja tidak diperlukan.

      Resident permit EU juga tidak diperlukan, karena visa Rusia bisa diajukan di kedubes Rusia di mana saja, yang membedakan hanya harga, Rusia mematok biaya visa yang berbeda-beda untuk setiap warga negara.

      Kenapa Kazan? Kazan merupakan rumah bagi bangsa Tatar, bangsa Tatar ini memiliki budaya yang berbeda dengan bangsa Slav, orang Tatar ini dari segi bahasa, agama, budaya hingga kulinernya lebih memiliki kesamaan dengan bangsa Turki. Makanan khas Tatar itu menurutku enak banget dan pastinya halal. Di kota ini juga kita bisa melihat kerukunan antar bangsa Slav dan Tatar. Diversity-nya Rusia bisa dilihat kalau kita mengunjungi Kazan.
      Aku kebetulan udah 2 kali ke Kazan, ke situ lagi karena kangen kulinernya, cuma yang ini ga sempat karena waktu yang terbatas.

      1. ah, ok.. berarti emang sama aja ya ngga peduli resident permit.. karena di beberapa negara Eropa yang bukan Schengen bisa masuk tanpa visa kalo pengan resident permit EU..

  10. Aduh ini asik banget jalan-jalan ke Rusia, Mas. Apalagi bersama pacar. Pacarnya orang Rusia, Mas? Jadi inget judul film 007 nih “From Russia With Love”… film James Bond yang romantis.
    Saya terpesona dengan bangunan masjidnya yang luar biasa indah. Banyak muslim kah di daerah itu, Mas?
    Dan, foto-nya keren-keren. Sharp. Pake kamera apa ya Mas? Penasaran.
    Btw, titip salam buat pacarnya. Kapan rencana nikah nih Mas?

    Salam dari saya di Sukabumi

    1. Iya, dia orang Rusia, pak :)
      Kebetulan Kazan ini memang salah satu wilayah di Rusia yang mayoritas masyarakatnya adalah muslim.

      Foto yang diambil menggunakan kamera ponsel Samsung Galaxy S7, ini sharp karena yang mengambil gambarnya memang cukup pandai, dan itu bukan saya, haha.. Saya dipegangin kamera secanggih apapun tetap jelek hasilnya kalau saya yang ambil :D

      Secepatnya pak, mohon doanya saja :)

      Salam :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.