Drama Pohon Cemara

Hampir satu bulan saya berada di Indonesia untuk menikmati hangatnya polusi udara Jakarta, dinginnya udara Bandung dan tidak lupa saya menikmati indahnya trotoar yang ada di Kota Depok.

Setelah kembali ke Belanda, seperti biasa beberapa minggu setelah natal, orang Belanda membuang pohon cemara di pinggir jalan, padahal pohon ini mereka dapat dengan susah payah, beberapa dari mereka kadang menebang langsung pohonnya jauh-jauh hari sebelum natal tiba.

Pohon cemara
Pohon cemara berserakan di pinggir jalan

Pohon cemara ini akan dibiarkan beberapa hari sampai petugas kebersihan mengangkut pohon yang berserakan.


Ada kejadian unik, hari sabtu sore tetangga saya yang berasal dari Rusia sudah ribut-ribut ga jelas, ternyata menurut pengakuannya ada segerombolan anak kecil iseng menggeser pohon cemara yang berserakan menuju depan pintu rumahnya, menekan bel lalu kabur, saya cuma bisa bilang “ya sudah sih namanya anak-anak” sambil membantu dia menggeser kembali pohon cemara tersebut ke tempat asalnya.

Pohon cemara menghalangi pintu

Keesokan harinya, tetangga saya ini kembali ribut-ribut ga jelas – ternyata anak-anak nakal ini masih belum puas, mereka kembali menggeser pohon cemara tersebut ke depan pintu rumahnya dan menekan bel lalu kabur.

Rupanya tetangga saya ini naik pitam karena ulah anak-anak londo yang nekat geser pohon cemara ke depan pintu rumahnya, dia mengancam akan lapor polisi, saya kira bercanda, ternyata dia serius DM ke polisi, dan dibalas oleh petugas dengan pesan seperti ini:

Saya cuma bisa ketawa dalam hati, ada-ada aja.

3 thoughts on “Drama Pohon Cemara”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.