Ujian Nasional

Menyedihkan…¬† Ada 1 orang di sekolah saya yang tidak lulus Ujian Nasional…

Saya kenal sekali bagaimana sifat anak tersebut, dia baik,ramah, tidak pernah punya masalah selama di sekolahnya, nilai akademiknya baik yang normatif maupun produktif juga bisa dibilang bagus, kalau ada nilai yang kurang dia segera melakukan remedial.  Tapi hanya karena gagal di final exam dia harus mengulang lagi di tahun berikutnya? Bisa dibayangkan bagaimana perasaan dia?

Saya secara pribadi merasa kurang setuju dengan adanya Ujian Nasional, bayangkan saja perjuangan pelajar selama 3 tahun di sekolah hanya dipertaruhkan nasibnya oleh “Ujian” yang berlangsung 3 hari? Misalkan seseorang dari semester 1 sampai semester 6 mendapat rank 1 terus. Berarti dia bisa dibilang pintar, tapi hanya karena nilainya kurang 0,00…..1(kayak tarif operator selular aja :P ) saja, dia tidak lulus.. Tidak ada artinya dia mendapat rank 1 di setiap semester…

Untuk Ujian Nasional di SMK? Tentunya soalnya disamakan dengan SMA, lho..? Aneh kan? Ya.. Sama, di SMK-pun Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris masih dijadikan mata pelajaran standar Ujian Nasional, terus bagaimana yang produktif ? Tidak ada :D jadi kita mati-matian belajar pelajaran produktif sesuai dengan jurusan yang diambil sedangkan yang di-UAN-kan hanya 3(rencananya akan bertambah lagi) mata pelajaran tersebut?

Sebenarnya efektif tidak sih sistem Ujian Nasional ini ?

25 thoughts on “Ujian Nasional”

  1. kayaknya UN sama aja dengan bikin skripsi.. kalo menurutku kurang efektif. Q juga dulu punya temen kuliah yang nilainya selalu jelek, main di C terus, pas skripsi dapet A.. aneh sekali menurutku, skripsi maupun UN nggak bisa nentuin orang tu layak lulus pa nggak.. napa si nggak buat ujian yang menghasilkan sesuatu dari hasil serapan selama ini, bukan tes tulis.. q heran aja SMK kok UN nya matematika, indo dan inggris, lha? :D

  2. emmmm….
    jadi teringat dulu….
    waktu angkatanku yang gag lulus ada 5 org kynya…
    dan slh stuny skls ma aku…
    dan dia tu gag terduga sm skalii…..
    berkacamata, pendiem, rajin…
    gag pnah aneh2…
    tapi kok ndak luluss….
    anehhh dahh…

    yahhhh….
    memang rada ruwett pendidikan sekarangg…..

  3. Saya juga gak setuju dengan UAN. Kaya’nya belajar selama tiga tahun tuh terasa percuma karena nasib lulus kita ditentuin di pertarungan maut selama tiga hari. Kasian banget yang gak lulus hanya karena nilainya kurang 0,0000….. sekian. Nyebelin.

  4. sebenernya ya… dulu, sekitar 2 ato 3 taon yang lalu. Orang2 yang gak lulus pada demo. Kenapa kelulusan mereka cuman dinilai dari 3 mata pelajaran aja.
    Aku yang waktu itu masih jadi siswa mikir. Kalo 3 aja banyak yang gak lulus apalagi semua mata pelajaran? Apalagi itungannya kimia, fisika, biologi itu lumayan susah soalnya. Tapi, anak2 yang gak lulus dulu itu gelap mata. gak nyalahin sih, mereka sedih dan kecewa karena gak lulus. Tapi tuntutan mereka agak gak rasional. Mendebatkan, kenapa cuman 3 mata pelajaran?! Sekarang? begitu soal yang di ujikan jadi 6, kasian adek-adek kelas. Tambah banyak yang gak lulus. Belum lagi standar nilai tinggi… Semoga, sekarang yang mau demo karena banyak yang gak lulus, bisa mikir lebih rasional lagi. Jangan nuntut kenapa hanya 6 mata pelajaran? kalo ternyata besok yang di ujikan ada 10, siapa yang mau tanggung jawab?

  5. :-w wah, kayanya tuh anak emang di korbankan. Soalnya saya kebetulan punya beberapa temen cewek yang kemaren ikut ujian juga di beberapa sekolah, hampir semuanya mengaku dapet kunci jawaban.
    Emang ada juga yang ga dapet beberapa orang, ya.. yang korban itu.. penilaiannya sendiri untuk dijadikan korban ga tau gimana.. :-?

  6. Ku juga merinding neeh menghadapi UAN tahun depan, pasti stres! soalnya materi SMK dan SMA kan beda [-( Kalau sampai gak lulus, Wah mending minggat dari dunia ini :o

    @Nazieb : Iya emang pemerintah terus menerus tuh membodohi rakyatnya, lebih parahnya lagi membobrokan generasi muda, lebih bodohnya lagi pemerintah dibodoh – bodohin sama negeri luar sana yang sebelumnya berkuasa menjadi lebih berkuasa :-w Bingung gw sama negeri ini, pemimpinnya harus berpikir ekstra tuh :-?

    @Anggie : Gie, nerusin SMS yang kemaren ahh, jadi gak tidur di rumah bill gates :o

  7. [-( gak efektif sama sekali….
    sistem ujian nasional kayak gini harus diubah!! lulus atau tidaknya seorang anak nggak bisa diukur dari hasil ujian akhir nasional-nya. Gimana kalo anak itu punya prestasi non-akademik yg bagus, misalnya jago sepakbola, jago basket, atau jago apalah…kan kasian juga…pemerintah harus memikirkan hal ini, masa’ capek2 3 tahun sekolah cuma dinilai dari final exam aja?? [-(

  8. iya makin menyedihkan aja liat sistem UN skr. ga adil banget…..huffff gimana bisa maju klo gini terus. eh anyway selamat buat yg lulus ya :D

  9. UN sebenarnya tidak efektif. Banyak terjadi kecurangan-kecurangan di sana. Tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa yang tidak lulus itu bodoh.

    Jadi yang pintar belum tentu lulus, dan yang bodoh belum tentu tidak lulus.

  10. :-w gitu aja kok repot. di mana-mana, segalanya harus dibuktikan dengan ujian. Ujian Nasional itu sebenarnya ujian yang sama seperti yang sudah-sudah. ujian itu perlu. mungkin yang tidak disetujui adalah masalah batas nilai. siapa yang nggak kaget, siswa dengan kemampuan tinggi, harus lapang dada menerima hasil GAGAL ujian? ya ya… i see… tapi sekali lagi, ujian harus tetap ada!

    eh, kamu tau SMA terbaik tahun ini menurut hasil UN? kalau tahun lalu ‘kan Madrasah Aliyah Insan Cendekia peringkat 1. kalau kamu tahu, posting di blog ini dong. biar orang-orang tau. sekalian dibandingkan. 10 SMA terbaik tahun lalu dengan tahun ini. itu kalau kamu tau lho ya…. (kayak order aja ni)

  11. @Elmo: Keren kan, SMK ada UN Mat,indo,b.inggris juga :))

    @Pink: Iya nieh, kasian banget

    @tAtA:Namanya juga pendidikan di Indonesia :D

    @Nazieb: Nah, itulah yang saya ga suka dari pemenrintah kita :(

    @KiMi: Nyebelin banget, cuma kurang 0,0001 aja ga lulus :|

    @Iphan: Nahh,, itu dia, pemerintah dengan seenaknya menambah mata pelajaran yang di UAN kan, 3 aja banyak yang ga lulus, apalagi 6…

    @Yorick: Yaah… Kasian bgt yang dijadiin korban nya..

    @RyZack: Minggat kemana? :D ke rumahnya bill get :P

    @Gelandangan: Susah bgt buat negeri kita untuk maju kalau gini caranya :|

    @SlametWidodo: Bener juga ya,, mending bimbel aja 6 bulan sebelum UAN :))

    @Panda: Yaa… Tapi dasar pemerintah, buat sistem yang aneh-aneh

  12. @Achoey: Makasih ya :)

    @Ojat: Yaah, inilah indonesia :P Ehh, makasih ya :)

    @tukangobatbersahaja:besok bisa 10 kali :)) makasih ya :)

    @EdiPsw: Nah, itu dia pak, sudah sistemnya kacau, kecurangan dimana-mana pula :(

    @akucintakdi: Ya, saya mengerti, memang ujian harus tetap aja,hanya saja content dari ujian tersebut, menurut saya tidak sebanding, sekolah selama 3 tahun hanya dipertaruhkan dengan ujian selama 3 hari dengan hanya 3 mata pelajaran. ?

    Ridu: =_=’

    @quelopi: Aku baru naik ke kelas 3 :))

  13. Wah…. aturan memang kelulusan tidak semata2 dipertimbangkan hanya melalui UN saja. Bobot2 dari semester2 sebelumnya aturan juga dipertimbangkan sebagai kriteria kelulusan, karena bagaimanapun juga pendidikan adalah proses yang berjenjang dan keberhasilan pendidikan tidak semata2 dinilai berdasarkan satu atau dua kali ujian saja….. tapi berkali2 lewat ujian2 atau ulangan2 terdahulu juga….

  14. setuju nggak setuju ya nggak ada gunanya… Toh dalam sistem pendidikan kita diterapkan seperti itu. Beda halnya kalau pelajar se-Jawa nggempur Gedung DPR atau Istana Negara… :))
    Walaupun aneh, dan kasihan sama yang nggak lulus, tapi life goes on kan? Buat yang nggak lulus juga gitu, Gie… Bisa jadi, yang nggak lulus itu nanti mengejar, dan malah anda2 yang lulus tuh tertinggal… :D Btw, ntar kamu ujian kan?? Goodluck yah, Gie… My pray’s on ur side

    v:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.