Telegram atau WhatsApp?

Jawabannya adalah dua-duanya.

Whatsapp or Telegram
Source : https://www.dignited.com/23969/whatsapp-vs-telegram-feature-feature-comparison/

Di penghujung tahun 2018 ini saya “hanya” punya dua aplikasi pesan instan, WhatsApp dan Telegram, kedua aplikasi ini menggantikan peran BBM  dan Yahoo! Messenger yang sudah saya tinggalkan sejak lama. Ya, saya pernah punya akun LINE, WeChat, Viber, dan lain-lain tapi itu hanya untuk urusan eksperimental saja, kalau memang menemukan username saya disitu dan Anda coba kirim pesan dijamin tidak akan masuk ke gawai saya.

Lalu apa alasan saya menggunakan kedua aplikasi tersebut? Banyak teman-teman saya menggunakan WhatsApp, bahkan dari group keluarga, alumni 212 sekolah sampai grup kantor ada di WhatsApp semua, saking banyaknya inilah yang memicu saya menggunakan Telegram sebagai aplikasi pesan instan alternatif.

Kedua aplikasi ini mirip, keduanya sama-sama memiliki fitur kirim pesan, gambar, suara, video dan file, sama-sama memiliki fitur untuk melihat apakah pesan sudah dibaca atau belum (bagi beberapa orang fitur ini menjengkelkan), keduanya juga memiliki fitur voice calling yang kualitasnya sudah mulai baik.

Saya menggunakan WhatsApp untuk keperlukan pekerjaan, dan urusan lainnya, akun WhatsApp saya bisa dibilang cukup dikenal karena sampai sekarang saya masih menggunakan nomor telepon Indonesia yang sudah saya pakai sejak 18 tahun yang lalu, sedangkan Telegram saya gunakan untuk urusan yang lebih personal, seperti menghubungi keluarga dekat dan teman-teman yang cukup dekat.

Meskipun begitu, ada beberapa fitur dari kedua aplikasi tersebut yang saya suka dan saya benci, berikut adalah fitur yang saya suka:

Keep Your Phone Connected - WhatsApp Web

Cloud dan Web version. Di jam kerja terutama saat konsultasi, saya dilarang menggunakan ponsel, maka dari itu saya menggunakan PC untuk urusan pekerjaan sampai hiburan, saya juga menggunakan WhatsApp dan Telegram di PC, hanya saya yang saya kurang suka dari WhatsApp adalah, semua pesan disimpan di ponsel yang menuntut ponsel tersebut untuk selalu aktif dan terkoneksi ke jaringan Internet, sedangkan Telegram menyimpan semua pesan di cloud, sehingga saya tetap dapat berkomunikasi meskipun ponsel dalam keadaan mati.

Panggilan suara. Dulu saya kurang suka fitur ini, dengan alasan koneksi internet yang kurang mumpuni, sekarang panggilan suara menggunakan kedua aplikasi tersebut lebih sering saya gunakan daripada panggilan reguler. Menurut saya, kualitas kedua aplikasi ini sama saja.

Ya sudah, hanya kedua itu saja yang sering saya gunakan, haha.. Sebenarnya masih banyak fitur dari kedua aplikasi tersebut, sayangnya saya tidak pakai semuanya, hanya pakai yang sesuai dengan keperluan saya, lalu bagaimana dengan fitur yang saya benci? Ada, tapi hanya dua, yaitu stickers dan GIF, saya tidak akan jelaskan, karena ini hanya masalah selera saja.

Apakah saya akan beralih ke aplikasi pesan instan lainnya? Tentu saja, jika ada aplikasi yang lebih baik, bukan tidak mungkin saya akan beralih :)

Bagaimana dengan Anda?

3 thoughts on “Telegram atau WhatsApp?”

  1. Rata-rata aplikasi perpesanan sama saja. Yang pasti, saya tidak tertarik ikut grup-grup-nya. Lebih suka japri.

    Pengen mencoba aplikasi PesanKita. Tapi tidak ada yang menggunakan. Jadi males.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *