Review: GoPro Hero+ LCD

Setelah beberapa minggu ini asyik bermain dengan action cam Sony HDR AS50, ada yang buat saya penasaran, sebenarnya sebagus apa produk GoPro, dan kenapa produk ini bisa sangat mainstream, atas dasar itu, saya mencoba untuk mencari Action Cam GoPro, karena saya sudah memiliki Sony HDR AS50, maka saya mencari GoPro yang satu level dengan action cam yang saya punya, akhirnya saya membeli GoPro Hero+ LCD.

GoPro Hero+ LCD ini merupakan action cam jenis entry level, tidak seperti seri Hero4 yang diperuntukan untuk serious film-maker. walaupun untuk saya, action cam seharga €200 yang sanggup merekam dengan resolusi 1080p/60fps ini sudah cukup oke.

Tampak depan

Desain GoPro Hero+ LCD ini berbentuk layaknya action cam mainstream lainnya, banyak orang tidak biasa dengan bentuk Action Cam Sony, tapi saya sebaliknya, saya tidak biasa dengan bentuk action cam ini, tidak nyaman untuk dipegang, wajar karena kamera jenis ini bukan untuk dipegang.

Tampak samping

Ada hal yang cukup berbeda dari kamera ini, Case depan tidak bisa dilepas :O . Bahkan GoPro ini merupakan satu-satunya GoPro yang case-nya tidak bisa dilepas, buat saya ini kurang nyaman, karena ada kalanya saya harus merekam di kondisi normal, tanpa perlu waterproof case.

Kamera ini memiliki layar sentuh LCD kecil dibelakangnya, tentunya ini merupakan nilai plus, karena bisa bisa melihat objek yang kita rekam, dan bahkan playback video yang sudah kita rekam, disamping itu terdapat tiga tombol khas GoPro, jadi buat anda yang sudah terbiasa menggunakan GoPro tanpa LCD, kamera ini tetap dapat dioperasikan dengan tiga tombol tersebut.

Backdoor case

Kamera ini memiliki 3 backdoor cover. Cover pertama merupakan cover tanpa kaca(disebut juga skeleton backdoor), cover ini tidak waterproof ataupun dustproof, cover ini cocok untuk kondisi normal, dimana anda membutuhkan kualitas suara yang baik, karena cover ini tidak menghalangi mikrofon.

Cover kedua merupakan cover dengan lapisan plastik tipis, dimana kita masih dapat mengoperasikan layar sentuhnya dengan cover ini, cover ini juga bersifat waterproof walau hanya sedalam 10 meter. Menurut saya ini cover nanggung, cover ini menghalangi mikrofon dan saat perekaman saya jarang pencet-pencet layar sentuhnya.

Cover ketiga tentunya cover waterproof, ini merupakan cover paling kuat, layar sentuh sudah tidak bisa di-pencet-pencet.

Soal mikrofon dan baterai, kamera ini tidak mendukung mikrofon eksternal, dan sama seperti case depannya, baterai kamera ini non-removable alias tidak bisa dilepas, anda harus bergantung dengan powerbank kalau mau bermain dengan kamera ini di lapangan.

Kualitas video kamera ini hampir sama dengan Sony HDR AS50, makanya saya tidak akan menulis panjang lebar soal ini, untuk foto, kamera ini “hanya” mampu menghasilkan gambar 8 megapiksel, hasilnya buat saya tidak jauh berbeda dengan 12 megapiksel-nya Sony.

Nah, karena ini JaPro GoPro, dan produk mainstream, aksesorisnya banyak sekali beredar di pasaran, baik yang asli maupun abal-abal. Bahkan beberapa aksesoris kamera ini dengan mudah saya pesan di Ali Express 😀

Dan satu lagi, dalam paket penjualannya terdapat tiga stiker GoPro, seperti yang kita tahu, orang Indonesia cukup senang dengan stiker produk mainstream, sama seperti produk Apple, saat dapat stikernya, pasti mereka langsung tempel entah di motor, mobil, helm, atau kaca depan rumah anda, menandakan anda mampu beli GoPro baru(karena kalau beli second, stikernya sudah tidak ada).

Overall, kamera ini cocok buat anda yang senang mendokumentasikan kegiatan outdoor anda, pengguna amatir, ataupun untuk sekedar gaya-gaya.

One thought on “Review: GoPro Hero+ LCD”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *