Efek Panik Dari Virus Corona di Belanda

Seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya bahwa saya menanggapi isu Corona ini dengan waspada tapi tidak panik, awal-awal virus Corona ditandai dengan habisnya stok hand sanitizer dan masker di beberapa toko dan apotek, bagi saya ini tidak jadi masalah, di kantor sudah disediakan hand sanitizer dan saya memang punya kebiasaan selalu mencuci tangan di rumah, masker pun saya bisa dapatkan hasil dari nodong teman yang kebetulan bekerja di tattoo workshop.

Bahkan pagi hari saya sempat mampir ke HEMA dan melihat stok hand sanitizer yang cukup banyak, walau harganya 2 kali lipat lebih mahal – tapi tersedia, juga membalas cuitan dari Zam bahwa stok tisu toilet yang aman di sini. Semua terlihat aman-aman saja.

Ternyata saya salah.

Tisu toilet dari yang paling murah dan paling mahal semua habis terjual.

Saya pindah ke rak bagian roti – sama, semua habis terjual, dari roti hitam, roti tawar sampai roti isi tidak tersisa satupun, walaupun ada sisa, hanya roti expired yang tidak sampai 10 menit diambil oleh petugas agar tidak dibeli.

Akhirnya saya menuju rak spageti dan mie – and guess what, kedua barang yang mengandung karbohidrat tersebut juga terjual habis, yang ada bumbu dan saus spageti.

Demikian pula dengan buah-buahan dan dan sayuran, semua habis, yang tersisa hanyalah buah yang sudah layu dan busuk.

Uniknya, hand sanitizer habis – kalaupun ada dibatas hanya dua buah untuk setiap pembeli.

Seumur-umur saya baru lihat supermarket dalam kondisi kosong seperti ini, terakhir bertemu kondisi hampir seperti ini kalau tidak salah saat pagi hari di tahun baru di Rusia, itupun kondisi kembali normal saat sore hari. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli döner di pinggir jalan.

Saya hanya berharap hal seperti ini tidak terjadi di Indonesia.

25 thoughts on “Efek Panik Dari Virus Corona di Belanda”

  1. walah.. di Berlin kayanya ngga sampe segitunya.. stok di supermarket masih aman, ngga sampe kosong banget.. cuma emang terasa sepi sih..

  2. Di Jogja belum ada kepanikan. Semua masih berjalan sebagaimana biasanya. Mahasiswa masih pada kuliah siang hari dan nongkrong di warung kopi malam-malam. Tapi nggak tau deh gimana nanti, soalnya sudah ada pasien corona yang meninggal di Solo dan FX Rudy, Wali Kota Solo, tadi malam sudah menetapkan Solo sebagai KLB corona. Btw, di supermarket lokal, satu orang sekarang cuma boleh beli maks 2 botol kecil supermarket.

    1. Menurut info yang saya dapat, beberapa daerah di Indonesia termasuk Jawa Barat sudah diberlakukan belajar di rumah bagi siswa, begitu pula dengan kampus-kampus yang menghentikan kegiatan tatap muka di kampus.

      Yes, beberapa item juga sudah mulai dijatah.

  3. wah ternyata di Eropa bisa begitu juga yaa.. di Indonesia, kalau di Padang masih aman2 saja, hanya masker dan hand sanitizer aja yg skrg susah dapat, kalaupun ada muahaaal.. di Jkt sih kmrin2 sempet viral orang2 banyak ngeborong ransum.. semoga semua terkendali..

    -Traveler Paruh Waktu

  4. Kalau kata ART di Bali keadaan masih normal, belum ada yang sampai kosong melompong mas. Semua masih aman terkendali. Memang hand sanitizer dan masker jadi mahal, tapi masih bisa didapatkan di beberapa apotek. Jahe juga jadi mahal, yang parah sih bawang bombay sekilo jadi 250.000 dong harganya :/

    Nah kalau di Korea, justru lebih aman nggak ada yang sampai kosong melompor. Masker pun disediakan oleh pemerintah, tapi boleh beli hanya dihari tertentu saja berdasarkan tahun kelahiran. Harga juga stabil nggak di upgrade gila-gilaan karena sudah ada aturannya. Terus kalau belanja bisa lewat coupang internet jadi nggak perlu ke supermarket hehe.

    Semoga corona cepat berlalu ya mas, biar semua bisa beraktivitas tanpa was was. Take care mas.

    1. Justru di Korea yang positif lebih banyak, tapi penanganannya juga cepat, makanya ga ada chaos di sana.
      Semoga cepat berlalu. Thanks, Take care juga ya buat kalian di sana.

  5. Di Indonesia, khususnya Jawa Barat tempat saya tinggal per hari ini 16 Maret 2020 sekolah2 sudah diliburkan selama 2 minggu mas, beberapa kota juga sudah menutup objek wisata dan tempat2 publik, semoga semua aman terkendali diantara upaya pemerintah, hoax yang tak terbendung, dan kepanikan warganya sendiri :)

    Salam BumiBlogger

  6. Ya ampun sampai amblas begitu stok barang-barang di supermarket ya Mas.

    Kalau di Sukabumi, yang nyata adalah sepinya pagi ini. Tidak ada terlihat anak sekolah berseragam, karena sudah ditetapkan mereka belajar di rumah selama 14 hari kedepan.

    Semoga semua akan segara kembali normal seperti sedia kala.

    Salam dari Sukabumi, Mas

  7. Di Depok masih aman tapi tetap waspada karena jumlah orang yang terkena corona terus bertambah.

    Keputusan lock down secara nasional belum ada. Kalau hal ini terjadi semoga saja tidak ada masyarakat yang bertindak anarkis. Karena yang menakutkan justru itu.

    Semoga corona cepat berlalu.

  8. Saya jadi inget belum belanja dong, jadi belum memantau kondisi barang masih ada apa uda ada kelangkaan hiks

    Di sini pun untuk apotek n minimarket kebanyakan majang 2 item tsb yakni hand sanitizer juga masker abis

    Malah kadang aku kepikiran, klo mentok mentoknya kudu keluar rumah pas beli bahan makanan buat semingguan apa pake masker kain yang biasa dijual di tukang aksesoris helm ya, tapi ga ngejamin aman sih kayaknya, saking langkanya masker, huhuhu

    1. Aku juga pakai masker kain mbak mbul, soalnya ya itu, masker biasa sudah ngga ada yang jual. Ada yang jual di toko online tapi harganya upgrade gila gilaan. Nangis Bombay deh.😂

Tinggalkan Balasan ke Pipit Widya Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.