Category Archives: Sekedar Tulisan

Klarifikasi mengenai nama saya di situs “Konfrontasi”

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat info dari teman saya yang mengatakan bahwa ada nama saya tercatut dalam sebuah artikel, dimana artikel tersebut sedang dipermasalahkan baik kalangan PERMIRA maupun pihak KBRI Moskow, tentunya saya penasaran, berikut tautan artikel tersebut.

Setelah saya baca artikel tersebut, ditemukan nama saya dalam artikel tersebut, dan inilah yang mereka tulis:

Yanuar dan Ridwan adalah anak bangsa yang direkomendasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama Anggie Soekarno dan  rekan-rekan lainnya.

Baiklah, di luar dari isi berita tersebut saya ingin klarifikasi beberapa hal:

  1. Saat masih di Indonesia saya memang pernah mengurus surat rekomendasi belajar di Luar Negeri dari Pengurus Besar Nahtadul Ulama, itu benar adanya.
  2. Mengenai pencatutan nama saya di artikel tersebut, tidak pernah ada izin dari saya, bahkan di artikel tersebut penulis menggunakan nama dari akun Facebook saya, bukan nama asli saya, dan saya tinggal di Penza, bukan di Voronezh.
  3. Karena tidak ada konfirmasi sebelumnya, saya tidak pernah merasa diwawancara, ataupun berkontribusi dalam artikel tersebut. Jadi, tulisan tersebut di luar pengetahuan saya.

Jadi, jangan tanya saya lagi mengenai isi dari artikel tersebut,

Terima kasih 🙂

————

Opini pribadi: Saya kurang setuju dengan tulisan tersebut, baik dalam tata bahasa, penggunaan foto tanpa izin, maupun isi dari artikel tersebut yang justru membuat citra mahasiswa Indonesia di Rusia terlihat buruk.

Крещение

Крещение
Gambar diambil dari http://sehmet.ru/zagovory-obryady-ritualy-na-kreshhenie/

Крещение (Kresheniye) dalam bahasa Indonesia bisa diartikan pembaptisan atau mensucikan diri dengan cara berendam di sungai pada musim dingin, ritual ini merupakan tradisi kristen ortodoks. di Rusia,  tradisi ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Januari setiap tahun, itu berarti saat negara ini sedang memasuki musim dingin.

Bagi saya sendiri tidak ada yang istimewa dengan ritual ini selain keberanian orang berendam di sungai dengan suhu air berkisar antara -5°C sampai -25°C.

Hanya saja, secara mendadak dosen saya mengajak saya dan Fris untuk melihat langsung tradisi ini, tentunya tawaran ini sulit untuk saya tolak 😀 .

Sekitar pukul 4 sore kami di jemput di sekitar Teater kota Penza, kami di bawa sampai ke pinggiran kota Penza, dan melihat sungai yang tentunya sudah membeku, disana ada beberapa orang mulai ‘mengantri’ untuk melakukan ritual ini. Dan saya cukup kagum (dan kaget) melihat mulai dari orang tua hingga anak-anak asik bermain dengan air yang saat itu bersuhu -15°C.

Ilustrasi, gambar di ambil dari http://drugoi.livejournal.com/3806500.html

Saya pun sempat diajak untuk ikut masuk ke air, sayangnya karena mereka mengajak saya secara mendadak, maka saya tidak membawa persiapan, seperti baju ganti dan lain-lain.

Lalu bagaimana tata cara melakukan ritual ini? Itulah pertanyaan yang saya ajukan ke dosen yang mengajak saya, ternyata tidak terlalu rumit, walau mungkin diperlukan niat yang tulus, mental yang kuat, dan fisik yang sehat tentunya.

Dia menjelaskan, pertama-tama harus berdoa sebelum masuk ke air, lalu secara perlahan masuk ke air, sambil terus memanjatkan doa, lalu masukkan kepala ke air secara tiga kali berturut turut, dan kembali ke atas air, sudah 😀

Saya pikir bakalan lama di air ternyata cuma 5-10 menit :p

Lalu bagaimana perasaan mereka setelah melakukan ritual ini? Mereka berkata, saat di dalam air, mereka merasakan kehangatan dan setelah itu merasa badan lebih segar. (meskipun aneh, tapi itulah mereka dengan kepercayaannya yang seperti itu).

PS: Sialnya, undangan menghadiri ritual ini dadakan, sehingga saya tidak sempat membawa perlengkapan, dan dokumentasi yang berhasil saya ambil hanyalah foto yang diambil dari kamera dosen saya. 🙁

спутник
Akhirnya bisa ambil foto, walaupun sudah tidak ada orang

Tentang Maskapai LCC dan Maskapai Reguler

Saya baru-baru ini dengar tentang menteri perhubungan yang akan menghilangkan ‘tarif murah’, dan kebijakan ini tentunya menuai banyak kontroversi 😀

Jadi gini..

Apa benar yang namanya LCC semacam AirAsia itu murah? Iya jika kita memilih untuk melakukan perjalanan terjadwal, dan tidak jika kita memilih perjalanan secara mendadak, atau perjalanan bisnis.  Kenapa begitu? Sebagai contoh, saya sering jalan-jalan, dan tentunya jalan-jalan saya terjadwal, apa yang saya bawa? Hanya tas ransel kecil, dan saya yang biasa makan di mana saja, tidak perlu makan di pesawat. Dalam kondisi itu LCC memberikan solusi atas gaya perjalanan orang miskin seperti saya.

Coba kita lihat contoh lainnya, saat ada urusan pekerjaan saya diharuskan pergi ke suatu tempat, dalam waktu 3 hari ke depan saya harus sudah berada di tempat tujuan, maka dari itu saya harus cari pesawat di pagi hari, ditambah dengan sarapan di pesawat, dan bagasi yang diperlukan, apakah dengan naik maskapai LCC saya akan dapat harga lebih murah? Tidak, harganya akan (hampir) sama dengan maskapai full service.

Lalu apakah LCC mengurangi fasilitas keselamatan? Tentu tidak, LCC memotong biaya penerbangan berdasarkan*:

  • Jumlah kursi di pesawat.
  • Jenis kertas untuk tiket dan boarding pass.
  • Biaya bagasi dan makanan yang dijual terpisah.
  • Penggunaan satu jenis pesawat dalam satu maskapai.
  • Sistem penjualan tiket.

Tentunya tidak ada satupun aspek keselamatan yang dikurangi, bahkan bisa kita lihat di maskapai manapun, perlengkapan keselamatan tidak ada satupun yang dikurangi.

Jadi menurut saya, mematok harga tiket pesawat tidak akan mempengaruhi keselamatan ataupun perizinan terbang 😉

 

* Data diambil dari presentasi ELFAA “Variations in Airport Charges”, Jan Skeels – Secretary General, Aviation Industry Group – 2nd Annual Managing Airline Operating Costs Conference.

Mengurus Visa Pelajar Rusia

Kembali postingan telat 🙂

Akhirnya entry visa saya sudah habis masa berlakunya, sudah saaatnya perpanjang visa pelajar, dan sialnya saya hampir lupa perpanjang, untung tidak sampai di deportasi.

Berhubung ini tahun pertama saya di Penza, maka ada beberapa syarat tambahan yang harus di selesaikan, berikut syarat administrasi yang diperlukan:

  • Fotokopi semua halaman paspor (hanya yang terdapat cap/stempel).
  • Terjemahan paspor dalam bahasa Rusia.
  • Fotokopi kartu migrasi.
  • Pas foto 3×4, 12 lembar.

Oia, biaya yang diperlukan untuk perpanjang visa adalah 1000 rubel ( IDR 212.934 ).

Prosesnya cukup mudah, cari bank Sberbank terdekat, bilang ke Customer Service bahwa ingin perpanjang visa pelajar, setelah pembayaran dilakukan mbak CS yang cantik akan memberikan bukti pembayaran.

Langkah berikutnya, bawa bukti pembayaran beserta seluruh syarat yang diperlukan ke kantor imigrasi kampus, berikan semua dokumen yang diperlukan, mereka kan meneliti setiap dokumen yang kita berikan, jika semua dokumen tidak ada masalah, pihak kampus akan mengambil paspor kita, dan visa jadi dalam 14 hari kerja, jangan khawatir selama tanpa paspor, kita akan diberi surat keterangan pengganti paspor 🙂

 

Repotnya Prosedur Buka Rekening Bank di Rusia

Ini kejadian satu bulan yang lalu, baru saya tulis sekarang, jangan tanya alasannya ya 😉

Pagi itu saat saya sedang di kelas, pegawai dekanat datang menghampiri saya, dia menyuruh saya membuka rekening di Bank VTB24 ( ВТБ24 ) untuk urusan biaya hidup dari Pemerintah Rusia. Kalau urusan uang tidak akan saya lewatkan kesempatan ini tentunya, saya bertanya apa saja syarat untuk membuka rekening Bank, dari dan menurut dekanat syarat yang diperlukan adalah:

  • Paspor asli
  • Dokumen asli terjemahan paspor yang di stempel oleh notaris setempat.
  • fotokopi semua halaman paspor ( versi dekanat bilang, saya harus fotokopi semua halaman paspor, termasuk yang kosong)
  • Fotokopi surat registrasi (izin tinggal)

Dokumen yang cukup keberatan bagi saya adalah dokumen asli terjemahan paspor yang di stempel notaris setempat. Biaya menerjemahkan dokumen ini sangat mahal, dan sudah saya berikan aslinya saat registrasi kampus, mosok harus saya berikan lagi untuk pembukaan rekening.

Oke, dengan modal nekat, saya siapkan persyaratan versi saya sendiri:

  • Paspor asli
  • Fotokopi terjemahan paspor 😀
  • Fotokopi semua halaman paspor, yang ada stempel saja 😀
  • Fotokopi surat registrasi

Berbekal syarat ‘bikinan sendiri’ saya coba datangi Kantor Cabang VTB24 di Jalan Moskovskii, saya disapa ramah oleh Mbak CS yang cantik, saya jelaskan maksud saya membuka rekening, saat saya bilang saya mahasiswa beasiswa pemerintah Rusia, saya dilimpahkan ke lantai dua, bagian pembukaan rekening korporat, di lantai dua, kondisinya tidak seperti Bank, berantakan, saya berikan semua berkas yang diminta dan diminta untuk kembali lagi 20 hari kemudian.

Hebatnya, dia tidak mempermasalahkan mengenai syarat yang ‘berbeda’.  20 hari kemudian saya datang ke Bank, dan bertanya, apa kartu saya sudah jadi?

Ternyata masalah terjadi, dia tidak bisa proses rekening saya karena tidak mengerti isi paspor saya

Kondisi di BankApa? Bagaimana bisa dia tidak mengerti isi paspor saya, ternyata mbak Costumer Service yang cantik dan jelita ini tidak bisa membaca huruf alfabet, dan tidak mengerti bahasa inggris yang tertulis dalam paspor saya, #doh

Oke, saya agak sedikit marah  dan menyangkal bahwa sudah menerjemahkan dokumen tersebut, dia membaca terjemahan yang saya berikan, sialnya, dia kekeuh dengan format nama saya yang tidak sesuai dengan format Rusia. Duh.. Jelas-jelas di hadapan dia adalah orang asing, masih mempertanyakan kenapa nama saya tidak sesuai dengan format mereka, di sini, saya berargumen, buat nama saya seperti format Rusia, karena nama saya sudah tiga suku kata. Akhirnya dia mengalah juga 😀

Selesai masalah? Belum! Yang terakhir adalah sistem komputer mereka tidak bisa input nomor paspor saya,  nomor paspor saya 8 digit, sedangkan input mereka disamakan dengan format paspor internal Rusia, 5 digit. Kali ini mereka tidak mau membantu karena field di komputer mereka tidak bisa ditambah sedangkan mereka harus input nomor sesuai dengan yang di paspor saya.

Sampai tahap ini , pihak bank banyak diskusi, dan menyita waktu cukup banyak, bahkan sampai hari sudah mulai gelap (FYI jam kerja Bank sampai jam 4 dan saat itu sudah musim gugur, dimana jam 3 matahari sudah terbenam), hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memotong nomor paspor saya di komputer Bank, dengan beberapa surat pernyataan yang harus saya tandatangani.

WP_20141106_003
Akhirnya kartu  pun jadi 🙂

Setelah selesai tandatangan sana sini, akhirnya saya di beri kartu ATM (dengan kondisi nama saya susunannya salah), terakhir dia menawarkan aktivasi internet banking, saya setuju, tapi saya disuruh menulis username dan password dalam lembaran aktivasi, baru kali ini saya melihat aktivasi internet harus menulis password di lembar aktivasi, akhirnya saya tidak jadi aktivasi internet banking, ambil kartu dan kembali ke asrama.

Pengalaman isi bensin di Shell

Beberapa hari yang lalu, saya mengisi bensin mobil di Shell Jalan Sukarno Hatta. Setelah parkir kendaraan di samping pompa bensin, saya keluar dan disapa oleh seseorang trainee, dengan sopan dia menawarkan untuk mengisi bensin oktan 95, saya menolak dan menyuruhnya isi full dengan bensin super, lalu saya tinggalkan mobil menuju minimarket yang ada di tempat itu untuk membeli beberapa makanan. Dari dalam minimarket saya melihat beberapa petugas membawa pasir ke sekitar mobil saya, saat kembali ternyata handle bensin terjatuh setelah penuh dan membuat beberapa liter bensin tercecer di tanah. Saya memaklumi, dan memberikan uang ke petugas yang sedang disana, namun dia yang ternyata supervisor menolak uang saya, katanya saya mendapat bensin gratis karena kecelakaan kecil tadi. Ya, itu hari yang beruntung 😉

Seharusnya pertamina belajar dari pom bensin yang satu ini.

Selamat Ulang Tahun

Dengan ini saya mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” untuk siapapun yang pernah lahir di tanggal 29 Februari, tanggal yang hanya ada 4 tahun sekali.

Semoga diberikan yang terbaik olehNya. Dengan tidak lupa memberikan jatah traktiran kepada saya

Btw, saya sendiri baru sadar kalau ini postingan tanggal 29 Februari pertama dalam blog ini. 😀

Bermain dengan nDrive 11 di Samsung Galaxy Y

Well, saya katanya orang Bandung, tapi, saya memiliki kelemahan yang memalukan bagi orang Bandung, yaitu tidak hafal dengan jalanan yang ada di Bandung, entah mengapa. Contohnya, beberapa hari yang lalu saya berangkat dari rumah hendak ke daerah Salman, ITB, sialnya saya menyempatkan diri untuk muter-muter dulu di daerah Pasteur, bertanya sana dan sini, hingga 3 jam kemudian akhirnya saya berada di jalan yang benar 😀

Nah, orang ndeso seperti saya ini butuh perangkat yang namanya GPS, tapi, namanya mahasiswa bragajulan, mencari device GPS yang murah(sukur-sukur gratis), akhirnya saya memberdayakan ponsel Android mumer bin asbun saya, Samsung Galaxy Y yang sudah memiliki hardware GPS terintegrasi dan aplikasi pemandu jalan nDrive 11.

Aplikasi nDrive for Android ini bisa kita beli dengan harga EUR 29.99 lengkap dengan peta Indonesia dan Filipina, berhubung orang Indonesia banyak akal, saya bisa mendapatkan aplikasi ini lengkap dengan peta Indonesia, Singapore, dan Malaysia seharga cendol dan rate, thanks gan :))

 

 

 

 

 

Kalau kita perhatikan, interface dari nDrive ini cukup user friendly, semua icon dibuat dalam ukuran besar(berguna untuk menghindari kesalahan tap), dan menu dibuat sangat lengkap namun sederhana, saya sendiri bahkan dapat mengoperasikan aplikasi ini cukup dengan satu tangan(kecuali mengetik) saat mengemudi dengan kecepatan sangat rendah.

 

 

 

 

 

Sama seperti device GPS lainnya, nDrive ini bisa memandu kita sampai ke tempat tujuan, ciamiknya, beberapa lokasi g403L penting di Bandung sudah ada dalam peta yang berukuran 100MB ini, dan rutenya bisa kita pilih, ada 3 pilihan, fastest, shortest, dan pedestrian mode. Sayangnya, dalam kondisi jalan di Bandung, ketiga pilihan ini tidak ada bedanya :p

Oia, secara default, panduan yang diberikan aplikasi ini diucapkan oleh mbak-mbak dalam Bahasa Inggris, tidak seperti device GPS yang lain, aplikasi ini tidak begitu cerewet, memang, dia mengingatkan beberapa ratus meter sebelumnya jika rute yang ditempuh mengharuskan kita berbelok ke arah tertentu, tapi, jika kita melanggar rute yang dia berikan, dia hanya diam sambil melakukan “recalculating”, sesekali menyuruh kita memutar balik :))

Bagaimana dengan penempatannya? Sebenarnya banyak yang jual dudukannya, tapi berhubung saya males beli terlalu kreatif, awalnya saya simpan di panel speedometer seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayangnya, penggunaan hardware GPS terlalu lama membuat ponsel saya mengeluarkan panas yang berlebih, hingga akhirnya saya pindahkan ke panel dashboard seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Lumayan, dengan bantuan AC, ponsel ga terlalu panas 🙂

Bintang Iklan Merangkap Bos

Suatu hari saat saya dan Ridu jalan-jalan keliling kota Jakarta, kami melihat sebuah billboard yang berisi iklan produk ponsel TiPhone, dan Ridu bertanya,

“Siapa sih engkoh-engkoh yang di-iklan itu? Tiap iklan ponsel ini dia pasti selalu ada

Saya saat itu yang masih belum tahu siapa dia hanya menjawab dengan polosnya “entahlah..

 

Kurang lebih seperti ini iklannya(versi koran)

Ya, engkoh-engkoh ini adalah Hengky Setiawan, pria berusisia 49 tahun ini adalah pemilik TelesindoShop sekaligus Presiden Direktur dari Tiphone, dan satu-satunya pemilik mobil antik 1951 Mercedes Benz  220 Cabriolet B 😉

Apa yang unik dari beliau? Beliau adalah bintang iklan produk Tiphone, hampir di semua media(baik billboard, koran, hingga poster pada toko ponsel) beliau-lah bintang iklannya. Ya, dengan pakaian yang sopan, sambili menggenggam ponsel yang beliau iklankan,tentunya dengan senyum yang terlihat ramah seolah-olah beliau berkata “Belilah ponsel saya” . Di beberapa iklan ponsel Tiphone sempat terlihat adanya model lain tapi tetap selalu ada Pak Hengky ini disampingnya 😉

Ini sangat berbanding terbalik dengan beberapa ponsel lokal/cina yang sangat disayangkan menggunakan model perempuan berbaju minimalis 🙁

Tapi overall saya salut dengan gaya iklan seperti ini 😉

 

PS:

Foto diambil dari posterous-nya Paman Tyo

Gramatika dalam Bahasa Hongaria — Pengenalan dan Nomina

Catatan: Berhubung postingan ini bagi sebagian orang memabukkan, maka saya akan tulis dengan bahasa se-santai-santainya, tidak memakai bahasa formal seperti postingan sebelumnya, okeh?

Jadi begini..

Beberapa bulan saya sempat mencoba belajar(kembali) bahasa Hongaria, kenapa? kok tertarik? Ya, karena kebiasaan saya yang tertarik dengan bahasa yang cukup “aneh” bagi sebagian orang di Indonesia.

Dan kesimpulan saya setelah belajar bahasa hongaria(magyar) adalah,

Continue reading Gramatika dalam Bahasa Hongaria — Pengenalan dan Nomina