Category Archives: Curhat

Aturan Menyalakan Lampu Besar Pada Siang Hari di Eropa

Aturan menyalakan lampu besar di siang hari merupakan kewajiban di beberapa negara di Eropa, tidak cuma motor, tapi wajib bagi mobil dan kendaraan lainnya, fungsi utama menyalakan lampu besar(dipped headlights) ini adalah meningkatkan “keberadaan” kendaraan tersebut bagi para pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.

Tapi di negara mana saja kita perlu menyalakan lampu besar di siang hari? Saya akan jelaskan dalam bentuk peta, negara dengan warna merah mewajibkan penggunaan lampu besar, sedangkan negara negara dengan warna biru tidak mewajibkan penggunaan lampu besar.

Catatan: Untuk sepeda motor, lampu besar wajib dinyalakan pada siang hari untuk seluruh negara di Eropa.

Bagaimana dengan dendanya? Tentunya besaran denda berbeda di tiap negara dan saya hanya menuliskan negara yang pernah saya kunjungi(dengan mobil) saja, sisanya mungkin anda bisa menambahkan(atau mengoreksi).

Negara

Menyalakan lampu besar di siang hari

Besaran Denda Tilang

Catatan

Belanda Tidak wajib
Belarus Tidak wajib Diwajibkan jika kendaraan membawa trailer.
Belgia Tidak wajib
Denmark Wajib DKK 500 (€ 68)
Estonia Wajib Sampai dengan € 200 Denda maksimal untuk kendaraan dengan plat asing.
Finlandia Wajib € 50
Hungaria Wajib Mulai dari HUF 10,000 (€  32.20)
Inggris Tidak wajib
Jerman Tidak wajib Hanya direkomendasikan.
Latvia Wajib € 7
Lithuania Wajib Sampai dengan € 86
Norwegia Wajib Mulai dari NOK 2,000 ( € 208.66) 👿
Perancis Tidak wajib Hanya direkomendasikan.
Polandia Wajib PLN 200 (€  47.98)
Republik Ceko Wajib CZK 2,000 (€ 78.95)
Rusia Wajib RUB 500 (€ 6.62)
Swedia Wajib Mulai dari SEK 400 (€ 38.59)
Swiss Wajib CHF 40 (€ 33.40)
Turki Tidak wajib

Estonia, Latvia dan Lithuania merupakan negara yang berdekatan, bahkan jika berkendara dari Rusia ke Belanda tiga negara tersebut akan terlewati, tapi besaran denda tentunya berbeda, Estonia menerapkan denda paling tinggi terutama bagi plat asing, khususnya plat Rusia karena mereka keki banget dengan Rusia.

Inggris dan Perancis hanya merekomendasikan penggunaan lampu besar di siang hari, jika anda tidak menyalakan lampu besar, biasanya akan di-setop polisi untuk menyalakan lampu besar, tidak ada denda yang harus dibayar, sejauh ini saya juga tidak pernah di-omelin.

Alasan saya menulis ini adalah karena saya baru saja kena tilang di Norwegia karena lupa menghidupkan lampu besar, dan saya diharuskan membayar sebesar NOK 2,000 atau sekitar 3,5 juta Rupiah 🙁 😥

Tapi jika kendaraan anda sudah memiliki fasilitas daylight running lights, maka anda tidak perlu menyalakan lampu besar. Satu lagi, menyalakan foglamp atau lampu kecil selain lampu besar(dipped headlights) itu dilarang dan akan tetap kena denda.

So, untuk kalian yang ingin jalan-jalan di Eropa pakai kendaraan, jangan lupa periksa aturan negara setempat, jangan sampai kena tilang hanya karena masalah lampu 😆

Ketika Sang Malaikat Maut Lewat

10:40PM Seperti biasa saya tidak bisa tidur karena masih banyak yang harus dikerjakan, di depan komputer saya melihat tumpukan kode-kode PHP dan sekumpulan database, table, dan lain-lain. Tak terasa tubuh terasa lelah karena dipaksa untuk tidak beristirahat.

Karena lelah yang amat sangat, saya membuat kopi dan menaruhnya di samping laptop saya, saat sedang rehat, sayup-sayup terdengar suara yang sepertinya dari pengeras suara mesjid,

Innalillahiwainnaillahi Roji’un.. Telah berpulang ke Rahmatullah …. di jalan … Pada jam 22 lebih 50 menit, semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNya

Saya sedikit merenung, dan ikut berdoa, kemudian, saya baru bisa berpikir di tengah kelelahan itu, bahwa orang yang meninggal berada tepat di belakang rumah saya.

Entah mengapa saya merasakan keringat dingin yang luar biasa, dan tanpa sengaja cangkir berisi kopi tadi tumpah tepat di hadapan saya, dan entah mengapa aliran listrik ke laptop saya tiba-tiba terputus sehingga membuat laptop saya berpindah ke mode battery.

Ketika saya mencoba membersihkan tumpahan kopi, kembali saya merasakan keringat dingin yang sepertinya tak wajar.

Saya mengerti, mungkin malaikat maut baru saja lewat di hadapan saya, dan mungkin hendak mencabut nyawa saya juga, tapi mungkin niat itu diurungkan oleh beliau karena suatu sebab, mungkin dia enggan mencabut nyawa saya yang bergelimang oleh dosa seperti noda kopi yang mengotori seluruh meja kerja dan lantai kamar saya, atau beliau masih memberikan saya kesempatan hidup, entah sampai kapan. Saya yakin suatu saat beliau akan menjemput saya kelak.

Ya Allah, jika sudah saatnya, saya siap dipanggil olehMu, walau begitu saya tidak ingin masuk neraka yang begitu panas, dan saya belum pantas untuk menikmati surga yang Engkau berikan.


Macet saat mudik + Kendaraan Plat B diluar daerah

Salah satu keunikan tersendiri dalam menikmati tradisi mudik adalah Macet. Sudah menjadi rutinitas setiap lebaran, banyak orang-orang yang kembali ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi, dan hampir setiap perjalanan mudik selau diwarnai dengan yang namanya kemacetan. Bagi warga Jakarta itu mungkin sudah biasa :p

Yang unik kali ini adalah saat saya mudik berkunjung ke Yogyakarta, ada banyak sekali kendaraan dengan Plat B, termasuk saya. Sekumpulan kendaraan plat B tersebut memenuhi jalanan di Yogyakarta sehingga menimbulkan kemacetan, saya coba iseng menghubungi beberapa saudara di Bandung, Semarang dan Purwokerto, mereka pun mengalami hal yang sama, dimana di kota tersebut sekumpulan kendaraan dengan plat B memenuhi jalanan dan menimbulkan kemacetan. Bagaimana dengan di Jakarta sendiri? Sepi :))

Saya sedikit merenung, Sebagian kendaraan di Jakarta jika berpencar ke berbagai daerah saja bisa membuat daerah tersebut sangat ramai dan penuh, dan bagaimana jika sekumpulan kendaraan tersebut kembali ke Ibukota ? Tidak perlu saya jawab rasanya anda sudah mengerti 😀

Mobile Blogging

Posted from  S 7° 36.1582′ E 109° 20.4365′ (ditengah hutan ga tau dimana :p )

Boneka Horta

Well, tampaknya saya sudah sekian lama jarang update blog, ini tentu saja dikarenakan saya sekarang sudah mulai sibuk dengan urusan kuliah, pekerjaan, dan lain-lain dimana ketiga aktifitas tersebut membuat saya jarang sekali berhubungan dengan dunia maya. Oke, kalau begitu, mari kita isi kembali blog yang sudah hampir usang ini. Oia, kali ini saya akan mencoba menulis dengan bahasa yang santai saja 😀

Oke, back to the blog..

Hari ini akhirnya saya menyempatkan diri untuk bolos kuliah meliburkan diri. Kali ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga saya di Parung, Bogor… Dan akhirnya di kota hujan tersebut saya menghabiskan liburan saya bersama ___. Ya, Jalan-jalan keliling kota Bogor tentunya cukup mengasyikan, walau ternyata sebel juga saya dengan angkot yang berseliweran disana. Hingga Akhirnya saya kepikiran untuk membeli sebuah Boneka Horta untuk hiasan baik di rumah maupun meja kerja saya.

Sebelumnya? Apa itu Boneka Horta, sebenarnya boneka Horta itu adalah sebuah media tanaman, hanya saja dalam bentuk boneka, biasanya media tanaman tersebut disimpan di bagian kepala boneka, jadi saat tanaman tersebut tumbuh, dia akan menyerupai seperti rambut kepala yang “hidup”. Boneka ini sebenarnya cocok sekali untuk melatih anak-anak dalam merawat tumbuhan.

Singkat waktu akhirnya saya dengan ___, berangkat ke kawasan Kampus Dalam IPB, Dramaga, Bogor untuk hunting boneka horta tersebut, memang cukup jauh tempatnya dari kawasan Baranang Siang.

Akhirnya setelah sampai ke tempat tersebut, kami memilih-milih boneka sesuai dengan selera, sayangnya di tempat tersebut banyak boneka yang tidak ready, sehingga harus memesan terlebih dahulu, ya, banyak sekali bentuk boneka yang saya inginkan tidak tersedia, celakanya lagi saya ini orangnya tidak sabaran kalau menunggu, ya, sudahlah, Akhirnya saya membeli yang gambar kodok, sapi, panda, dan kura-kura. Lalu bentuknya seperti apa?Ya, ntar deh fotonya menyusul, belum sempat difoto 😀

Saya sendiri belum yakin apakah saya bisa merawat boneka ini, mengingat dulu saya sendiri senang memelihara tanaman kaktus, tapi apadaya, berkali-kali beli tapi mati terus 🙁

Ya, mudah-mudahan saya bisa mencoba untuk merawat tanaman ini..

Btw, Thanks buat ____ yang sudah mengingatkan saya untuk menyuruh beli boneka ini 🙂

Dan nanti saya akan coba review lagi jika tanaman dalam boneka tersebut sudah tumbuh 🙂

19 Tahun

Tadinya saya mau banyak menulis tentang “Akhir dari masa remaja” tapi entah mengapa, blog saya tidak bisa diakses dari koneksi Internet kampus maupun via Broadband Wireless saya, dan hanya bisa diakses via ponsel, tentunya dengan tampilan “Edisi musafir”. So, daripada gak ngeblog, lebih baik menulis di ponsel saja *tentunya sangat tidak nyaman* 🙁

Alhamdulillah, akhirnya saya menginjak umur 19, dimana umur tersebut adalah akhir dari masa remaja saya, karena kedepannya saya harus bisa lebih dewasa lagi. Insya Allah saya akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi 🙂
Thanks untuk sahabatku, Ahmad Fauzi Ridwan, Yunita Budipalupi, Fris Ardelia, dan teman-teman lainnya atas doa dari kalian semua 🙂

Kata Abonemen dan Pemakaian Minimum

Kebetulan sekali saya adalah pengguna kartu GSM paska bayar matrix, tentunya setiap bulan saya dikirimi surat tagihan yang berisi rincian penggunaan ponsel saya selama satu bulan terakhir, actually saya bukan orang yang boros dalam urusan telepon, saya memilih paket free abonemen karena saya memang tidak suka pakai sistem abonemen, apalagi yang sampai 100 ribu per bulan,dengan prefix 0814, tentu tidak akan saya pilih, abis-abisin duwit aja

Dan tidak seperti biasanya ada satu rincian tambahan yang tidak pernah saya temui di bulan-bulan sebelumnya.

Tagihan pemakaian minimum? Saya sendiri baru mengerti kalau ternyata jika pemakaian saya kurang dari 25.000 rupiah, maka saya akan dikenakan yang namanya tagihan pemakaian minimum, lah sama donk dengan abonemen-nya sendiri sebesar 25.000 juga. zzzzz

Ternyata diskon sana diskon sini, ujung-ujungnya segitu juga, =_=”

Intermezzo: Btw, kenapa ya biaya GPRS saya hanya Rp. 20(udah itu di diskon lagi….  )? Padahal sering saya gunakan untuk update status plurk,facebook dan twitter, bahkan saya sempat download aplikasi-aplikasi yang ukurannya mencapai 2 MB lebih :p

Everything About Alay

Disclaimer:Artikel ini cukup panjang dan tidak ada gambarnya, mungkin tulisan ini cukup membosankan bagi yang sering liat postingan bergambar,hehe

Apakah anda tahu apa yang dimaksud dengan Alay?

Saya sempat tahu sekilas tentang alay, bukan barang baru bagi saya pribadi, bahkan mungkin sejak SMP saya sudah kenal dengan beberapa teman-teman saya yang mulai alay waktu itu, walaupun mungkin dulu namanya bukan alay juga, entahlah saya lupa :p

Hanya saja, sekalipun saya tahu tentang alay itu, saya belum mencoba untuk menyelidikinya lebih lanjut, karena terlalu banyak tuntutan pelajaran(baca: terlalu malas), terlebih lagi saat itu saya masih siswa SMK yang kerjaanya masih bermain dengan programming, hardware, networking dan lain-lain, sehingga tidak terpikirkan oleh saya untuk membahas yang seperti ini :p

Sekian lama berkutat di dunia IT, sekarang saya sudah beralih profesi mendalami dunia kesusastraan, teringat kembali tentang urusan alay-alayan ini, hingga akhirnya saya mencoba untuk mendalami dan memahami apa dan bagaimana ke-‘alay‘-an ini bisa terjadi, akhirnya saya berbincang-bincang dengan dosen Sastra Indonesia Unpad, Drs. Djarlis Gunawan di Bale Café Padjadjaran sambil mengisi waktu kosong, dan berikut hasil diskusi kami.

Pengertian. Banyak yang bilang alay merupakan singkatan dari `anak layangan` definisi ini diambil karena anak layangan yang berarti seorang anak kampung, yang berarti kampungan, padahal tidak semua anak yang bermain layangan itu anak kampung, ya kan? :p dan banyak juga orang yang mengartikan alay sebagai anak yang `sok keren` `gaul` dan lain sebagainya. Pada dasarnya alay ini terjadi normal bagi sebagian remaja yang cenderung ingin mengetahui hal-hal yang baru dan unik, tapi tidak mengetahui secara pasti hal-hal tersebut,dan tidak mencerna lebih dalam hal-hal apa yang mereka serap, sehingga muncul istilah dasar dari sifat alay itu sendiri yaitu yang `sok pede`, walau alay sendiri memiliki beberapa tingkatan dan ada juga alay yang masih masuk ke kategori `batas normal` 😀

Faktor-faktor. Lingkungan,psikologis, dan sosial remaja memiliki peranan kuat dalam penentuan seberapa `alay` mereka 😀

Kita ambil contoh pada faktor lingkungan, ternyata, faktor alay sendiri jarang  ditemui di kota besar, dan kebanyakan terjadi di pinggiran kota, karena mereka menangkap budaya dan lifestyle yang terjadi di kota besar tapi tidak dicerna lebih dalam apakah lifestyle tersebut cocok dengan lingkungan setempat, contohnya bahasa betawi seperti gue, elo dijadikan slang language/bahasa gaul, akhirnya banyak orang luar betawi mengucapkan gue, elo dengan logat lokal seperti jawa, tentunya tidak akan terasa match.

Faktor psikologis remaja  memiliki peranan yang cukup besar, rasa ingin tahu remaja cukup besar, remaja alay 10% akan mengikuti remaja yang alay 25%, ada juga remaja yang merasa sangat bangga dengan perbuatan dia sendiri, terlalu tinggi sifat `cari perhatian`nya, memancing perhatian atau bahkan emosi orang lain di social networking atau menggunakan media lain.

Faktor sosial juga memiliki peranan, sifat alay ini termasuk ke sifat yang terkelompok, jika kita tidak sama `alay`nya dengan mereka, kita akan kesusahan untuk bergabung dengan mereka.

Sifat/perilaku yang timbul dari hasil alay ini cukup beragam, terkadang jika kita mengamatinya, cukup lucu dan aneh, tapi bisa juga membuat sakit mata juga :p mungkin ini adalah beberapa contoh.

  • Menjadi seseorang yang merasa paling tahu ini – itu.
  • Tulisan yang cukup amburadul.
  • Selalu bicara seperti mengikuti tren yang ada, padahal tidak terlalu tahu :p
  • Selalu merasa ingin menjadi yang terkenal, dengan memiliki patokan komentar yang paling banyak di profile social networking mereka itulah yang terkenal.
  • Selalu berbicara tentang status relationship dia ke teman-temannya.
  • Pakaian yang tidak match(salah satu efek mengikuti budaya tapi tidak dicerna dulu pas atau tidak) seperti baju hijau, celana kuning, sepatu merah(Ya.. itu traffic light).
  • Nama di social networking site disingkat sesingkat mungkin sehingga jadi tidak jelas, seperti `Niken` jadi `qenz`, `Anggie` jadi `Gie`, atau bahkan diubah menjadi `pRinceSs cuTez ChaIanX AngGiE` atau `AngGiE ImoeDh SeDuNiA`.
  • Cenderung senang dengan dirinya sendiri, dan senang upload foto dirinya sendiri di internet atau ponsel.

Dan ada sedikit cerita(atau mungkin pendapat?) dari dosen saya tentang terjadinya huruf besar-kecil, yang akhirnya banyak orang yang meyebutnya salah satu bagian dari alay, walau tak ada bukti pasti tapi setelah dipelajari itu ternyata terjadi akibat sebuah ponsel Nokia 3310, begini ceritanya, sekitar tahun 2001, booming sebuah ponsel yang ga pinter-pinter amat, Nokia 3310, ponsel tersebut memiliki tombol `shift`yang cukup mudah, sehingga untuk menulis kata-kata seperti ini

`HaLLoW, aQ AngGiE naX InF, LeH KnALan Gax?`

akan terasa sangat mudah, ya sih, saat itu saya masih pakai Ericsson T10s yang susah sekali untuk menulis SMS seperti diatas(tombol `shift` tidak automatic).

Yaa… inilah sebagian hasil diskusi kami, actually artikel ini masih sangat kacau dan belum sistematis, hanya saja saya terlalu cepat posting tentang alay ini karena keburu ada yang protes tentang `alay` di sini dan sini :))

AngGiE SuKaRNo ImOeDh

Anggie Sukarno

Student of Russian Literature.

No more Idea(Не мнимая)

30 September 2009

0:00

I’ve finished my homework History of Russia(История России). And now, still no idea what should I do..

Learn how to read cryllic character? Forget it, I’ve already know :p

*my cellphone ringing*

Aha, I know what should I do now

С Днем Рождения, Пватмая Щептариелла Бурхани

17

Из Анггие Сукарно