Tag Archives: Samsung

Samsung XPress M2020 Laser Printer

Akhirnya setelah sekian lama, saya kembali membutuhkan printer, tentu saja tujuannya untuk menulis tugas akhir, biasanya saya selalu membeli printer jenis inkjet, karena menurut saya, hasilnya cukup tajam dan warnanya cukup cerah, hanya saja kali ini semenjak saya tinggal di Rusia, saya tidak menemukan tempat untuk melakukan refill printer inkjet, dan saya diharuskan membeli cartridge original, saya sebagai orang ga ada kerjaan rasanya males sekali kalau harus beli yang asli 😀 hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli printer jenis monochrome laser.

Keputusan saya memilih printer jenis ini adalah kapasitas toner yang diklaim dapat mencapai 1000 lembar, berbeda dengan cartridge inkjet yang hanya mencapai 100-150 lembar.

Setelah saya survey di toko setempat, akhirnya saya membawa pulang printer Samsung XPress M2020 seharga 4500 RUB

Note: Sebenarnya saya maunya tipe M2020W dengan fitur Wi-Fi dan NFC, tapi barangnya sudah habis, dan saya sudah tidak mau menunggu terlalu lama 😀

Samsung M2020
Tampak depan

Ini merupakan kali pertama saya membeli printer jenis monochrome laser, dan kesan pertama yang saya suka adalah bentuknya 😀 ya, printer ini minimalis, cocok untuk disimpan di meja kecil dan cocok untuk disembunyikan kalau ada teman yang mau numpang print.

Printer ini tidak memiliki banyak tombol dan indikator, cukup dua tombol, dan dua indikator, indikator pertama merupakan indikator paper out dan error lainnya, lalu ada tombol power untuk mematikan dan menghidupkan printer, setelah itu ada tombol yang menurut saya kurang berguna, yaitu tombol screenshot and print, tombol ini akan mencetak apapun yang ada di layar komputer, menurut saya, fitur ini lebih bermanfaat untuk printer berwarna, dan yang terakhir terdapat indikator toner, indikator ini akan berkedip jika toner yang dipakai mulai habis.

Kualitas dan kecepatan cetak

Samsung klaim bahwa printer ini dapat mencetak hingga 21 lembar per menit, cukup cepat untuk saya yang biasa pake inket printer yang ndut-ndutan 😀

Untuk kualitas hasil cetakan, dengan konten hanya teks, tentunya hasilnya cukup memuaskan, bahkan saat saya coba cetak grafik yang saya ambil dari handout PowerPoint, dan foto pemandangan resolusinya masih cukup baik, hanya saja, jangan coba-coba cetak foto pacarmu, hasilnya buat saya agak menyeramkan 🙂

Berhubung ini printer laser untuk pemakaian personal, tentunya tidak ada konektor LAN, tidak ada fitur duplexer(cetak bolak-balik), dan hanya terdapat satu paper handling,  tapi untuk saya itu bukan masalah besar.

Toner

Printer ini menggunakan jenis toner Samsung MLT-D111S, dan Samsung kembali klaim bahwa kapasitas toner ini bisa mencapai 1000 lembar, inilah yang membuat saya memutuskan untuk membeli laser printer.

Saat saya beli, printer ini sudah pre-installed toner sampel yang hanya mampu mencetak kurang lebih 100 lembar.

Karena toner sampel akan saya gunakan untuk eksperimen, maka dari itu saya beli lagi toner untuk printer ini seharga 1250 RUB, buat saya ini cukup murah, mengingat harga cartridge hitam dan berwarna untuk inkjet mencapai 800-1000 RUB dengan kapasitas 100-150 lembar.

Overall, printer ini cocok untuk mahasiswa tugas akhri yang kerjaannya print revisi skripsi :p

 

 

Note: Artikel ini opini pribadi saya, saya tidak dibayar oleh siapapun.

Bermain dengan nDrive 11 di Samsung Galaxy Y

Well, saya katanya orang Bandung, tapi, saya memiliki kelemahan yang memalukan bagi orang Bandung, yaitu tidak hafal dengan jalanan yang ada di Bandung, entah mengapa. Contohnya, beberapa hari yang lalu saya berangkat dari rumah hendak ke daerah Salman, ITB, sialnya saya menyempatkan diri untuk muter-muter dulu di daerah Pasteur, bertanya sana dan sini, hingga 3 jam kemudian akhirnya saya berada di jalan yang benar 😀

Nah, orang ndeso seperti saya ini butuh perangkat yang namanya GPS, tapi, namanya mahasiswa bragajulan, mencari device GPS yang murah(sukur-sukur gratis), akhirnya saya memberdayakan ponsel Android mumer bin asbun saya, Samsung Galaxy Y yang sudah memiliki hardware GPS terintegrasi dan aplikasi pemandu jalan nDrive 11.

Aplikasi nDrive for Android ini bisa kita beli dengan harga EUR 29.99 lengkap dengan peta Indonesia dan Filipina, berhubung orang Indonesia banyak akal, saya bisa mendapatkan aplikasi ini lengkap dengan peta Indonesia, Singapore, dan Malaysia seharga cendol dan rate, thanks gan :))

 

 

 

 

 

Kalau kita perhatikan, interface dari nDrive ini cukup user friendly, semua icon dibuat dalam ukuran besar(berguna untuk menghindari kesalahan tap), dan menu dibuat sangat lengkap namun sederhana, saya sendiri bahkan dapat mengoperasikan aplikasi ini cukup dengan satu tangan(kecuali mengetik) saat mengemudi dengan kecepatan sangat rendah.

 

 

 

 

 

Sama seperti device GPS lainnya, nDrive ini bisa memandu kita sampai ke tempat tujuan, ciamiknya, beberapa lokasi g403L penting di Bandung sudah ada dalam peta yang berukuran 100MB ini, dan rutenya bisa kita pilih, ada 3 pilihan, fastest, shortest, dan pedestrian mode. Sayangnya, dalam kondisi jalan di Bandung, ketiga pilihan ini tidak ada bedanya :p

Oia, secara default, panduan yang diberikan aplikasi ini diucapkan oleh mbak-mbak dalam Bahasa Inggris, tidak seperti device GPS yang lain, aplikasi ini tidak begitu cerewet, memang, dia mengingatkan beberapa ratus meter sebelumnya jika rute yang ditempuh mengharuskan kita berbelok ke arah tertentu, tapi, jika kita melanggar rute yang dia berikan, dia hanya diam sambil melakukan “recalculating”, sesekali menyuruh kita memutar balik :))

Bagaimana dengan penempatannya? Sebenarnya banyak yang jual dudukannya, tapi berhubung saya males beli terlalu kreatif, awalnya saya simpan di panel speedometer seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayangnya, penggunaan hardware GPS terlalu lama membuat ponsel saya mengeluarkan panas yang berlebih, hingga akhirnya saya pindahkan ke panel dashboard seperti ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Lumayan, dengan bantuan AC, ponsel ga terlalu panas 🙂