Masalah kemacetan di Bandung

Saya orang Bandung, memiliki KTP Kota Bandung, tapi saya termasuk dengan warga Bandung lainnya cukup kesal karena kemacetan di kota Bandung sudah semakin parah.

Banyak orang menyalahkan kemacetan ini dengan hal-hal teknis, seperti jalan sempit, traffic light tidak berfungsi, dan lain sebagainya, tapi ada satu aspek yang lebih penting, namun enggan mereka bahas, yaitu aspek manusia, dan saya akan bahas hanya aspek ini.

Menurut saya, masalah kemacetan di kota Bandung (dan mungkin kota-kota lainnya) terletak di egois, tidak sabar, dan tidak patuh terhadap peraturan. Mari kita bahas satu persatu.

  • Egois. Coba kalian berhenti saat ada pejalan kaki di zebra cross, pengemudi di belakang anda akan marah-marah, paling parah dia akan (tidak sengaja) menabrak anda dan menyalahkan anda, padahal jalan bukan hanya milik pengguna kendaraan, tapi juga milik pejalan kaki yang menyebrang, atau coba untuk memberi jalan kepada mobil lain, mobil belakang kita akan marah tentunya, padahal saya memberi jalan agar tidak terjadi deadlock.
  • Tidak sabar. Di Eropa, dari awal ujian SIM, saya selalu ditekankan bahwa mengemudikan kendaraan bermotor tidak ada jaminan perjalanan anda lebih cepat dari yang lain, seandainya jalanan lenggang, tapi ada speed limit, jangan coba-coba untuk ngebut, kamera lalu lintas akan menilang anda, berbeda dengan di Bandung, mereka beranggapan dengan menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan anda akan lebih cepat, efeknya, di jalan mereka menjadi pengemudi yang agresif, sedikit celah saja mereka sosor.
  • Tidak patuh peraturan. Yang ini masalah terbesar, dan pelanggar terbesar yang saya lihat adalah motor-motor yang lawan arus yang membuat jalan dari lawan arah menyempit dan akhirnya terjadi kemacetan, coba kamu tegur, dia akan lebih galak 😀

Solusinya? Ya patuh terhadap peraturan, bersabar, dan jangan egois 😀 Mudah? Tidak. Tapi jika kita ingin kemacetan ini berkurang, hal-hal tersebut harus dilaksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *