I'm Anggie
Nothing But Anything
Black Green Blue Red Gold
RSS
  • Home PageHome
  • About Me
  • Social Media 2.0 & Elsewhere

Archive for October, 2009

Membuat Facebook nyaman digunakan

Information Technology, Tips 26 Comments »

Siapa sih yang tidak kenal Facebook?

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

Sudah saya kutip dari Wikipedia berbahasa Indonesia, seperti apa gerangan Facebook itu :D

Saya menggunakan situs jejaring sosial ini sudah cukup lama, sejak 2006, hanya saja saat itu situs ini belum seramai sekarang, masih sepi, dan isinya hanya sekumpulan orang asing semua, berbeda sekali dengan sekarang, dimana Facebook popularitasnya di Indonesia sudah mengalahkan Friendster.

Sayangnya semakin banyak user di Indonesia, semakin banyak pula user sampah, seperti promosi dan lain sebagainya, saya sendiri cukup kesal ketika banyak sekali orang yang menulis status update berisi hal-hal yang aneh dan gak penting, hingga akhirnya saya mengkonfigurasi account Facebook saya sedemikian rupa agar lebih nyaman digunakan, berikut adalah beberapa konfigurasi yang telah saya lakukan

  • Sembunyikan status update yang annoying. Cukup dilematis ketika temen SD saya tiap online hanya melakukan promosi, nge-junk, dan menulis status update yang tidak berguna lainnya, saya tidak bisa menghapusnya dari friendlist saya karena saya kenal dengan dia, so, let’s hide it
  • Hapus teman-teman yang  tidak begitu dikenal. Saya memiliki 1000 lebih teman, semuanya kenal, walau belum semuanya sempat bertemu, tapi apa boleh buat, saya terpaksa menghapus teman yang tidak begitu penting bagi saya, tapi terkesan menggangu, opsi ini jarang sekali saya gunakan.
  • Atur privacy, facebook memiliki fasilitas untuk mengatur siapa saja yang memperbolehkan melihat poin-poin yang ada di profile saya, seperti contohnya,saya tetap mempublikasikan nomor ponsel saja, tapi tentunya hanya orang terdekat saja yang dapat mengetahui.
  • Hilangkan tombol Add as Friend. Dan biasakan mengirim pesan terlebih dahulu, seperti ini contohnya

Banyak yang bertanya? Kenapa saya menghilangkan tombol Add as Friend? sombong, gak mau di add? bukan itu, saya memang menghilangkan tombol tersebut, tapi saya tidak menghapus tombol Send a Message. Biasakanlah jika ingin berkenalan, kirim pesan ke saya, toh jika niat anda memang baik ingin berkenalan, saya juga akan add kok :)

So, gunakanlah layanan ini dengan baik :)


October 28th, 2009  
Tags: anggie, facebook, pvatmaya, sczheptariella, sukarno



Everything About Alay

Curhat, Linguistik 20 Comments »

Disclaimer:Artikel ini cukup panjang dan tidak ada gambarnya, mungkin tulisan ini cukup membosankan bagi yang sering liat postingan bergambar,hehe

Apakah anda tahu apa yang dimaksud dengan Alay?

Saya sempat tahu sekilas tentang alay, bukan barang baru bagi saya pribadi, bahkan mungkin sejak SMP saya sudah kenal dengan beberapa teman-teman saya yang mulai alay waktu itu, walaupun mungkin dulu namanya bukan alay juga, entahlah saya lupa :p

Hanya saja, sekalipun saya tahu tentang alay itu, saya belum mencoba untuk menyelidikinya lebih lanjut, karena terlalu banyak tuntutan pelajaran(baca: terlalu malas), terlebih lagi saat itu saya masih siswa SMK yang kerjaanya masih bermain dengan programming, hardware, networking dan lain-lain, sehingga tidak terpikirkan oleh saya untuk membahas yang seperti ini :p

Sekian lama berkutat di dunia IT, sekarang saya sudah beralih profesi mendalami dunia kesusastraan, teringat kembali tentang urusan alay-alayan ini, hingga akhirnya saya mencoba untuk mendalami dan memahami apa dan bagaimana ke-’alay‘-an ini bisa terjadi, akhirnya saya berbincang-bincang dengan dosen Sastra Indonesia Unpad, Drs. Djarlis Gunawan di Bale Café Padjadjaran sambil mengisi waktu kosong, dan berikut hasil diskusi kami.

Pengertian. Banyak yang bilang alay merupakan singkatan dari `anak layangan` definisi ini diambil karena anak layangan yang berarti seorang anak kampung, yang berarti kampungan, padahal tidak semua anak yang bermain layangan itu anak kampung, ya kan? :p dan banyak juga orang yang mengartikan alay sebagai anak yang `sok keren` `gaul` dan lain sebagainya. Pada dasarnya alay ini terjadi normal bagi sebagian remaja yang cenderung ingin mengetahui hal-hal yang baru dan unik, tapi tidak mengetahui secara pasti hal-hal tersebut,dan tidak mencerna lebih dalam hal-hal apa yang mereka serap, sehingga muncul istilah dasar dari sifat alay itu sendiri yaitu yang `sok pede`, walau alay sendiri memiliki beberapa tingkatan dan ada juga alay yang masih masuk ke kategori `batas normal` :D

Faktor-faktor. Lingkungan,psikologis, dan sosial remaja memiliki peranan kuat dalam penentuan seberapa `alay` mereka :D

Kita ambil contoh pada faktor lingkungan, ternyata, faktor alay sendiri jarang  ditemui di kota besar, dan kebanyakan terjadi di pinggiran kota, karena mereka menangkap budaya dan lifestyle yang terjadi di kota besar tapi tidak dicerna lebih dalam apakah lifestyle tersebut cocok dengan lingkungan setempat, contohnya bahasa betawi seperti gue, elo dijadikan slang language/bahasa gaul, akhirnya banyak orang luar betawi mengucapkan gue, elo dengan logat lokal seperti jawa, tentunya tidak akan terasa match.

Faktor psikologis remaja  memiliki peranan yang cukup besar, rasa ingin tahu remaja cukup besar, remaja alay 10% akan mengikuti remaja yang alay 25%, ada juga remaja yang merasa sangat bangga dengan perbuatan dia sendiri, terlalu tinggi sifat `cari perhatian`nya, memancing perhatian atau bahkan emosi orang lain di social networking atau menggunakan media lain.

Faktor sosial juga memiliki peranan, sifat alay ini termasuk ke sifat yang terkelompok, jika kita tidak sama `alay`nya dengan mereka, kita akan kesusahan untuk bergabung dengan mereka.

Sifat/perilaku yang timbul dari hasil alay ini cukup beragam, terkadang jika kita mengamatinya, cukup lucu dan aneh, tapi bisa juga membuat sakit mata juga :p mungkin ini adalah beberapa contoh.

  • Menjadi seseorang yang merasa paling tahu ini – itu.
  • Tulisan yang cukup amburadul.
  • Selalu bicara seperti mengikuti tren yang ada, padahal tidak terlalu tahu :p
  • Selalu merasa ingin menjadi yang terkenal, dengan memiliki patokan komentar yang paling banyak di profile social networking mereka itulah yang terkenal.
  • Selalu berbicara tentang status relationship dia ke teman-temannya.
  • Pakaian yang tidak match(salah satu efek mengikuti budaya tapi tidak dicerna dulu pas atau tidak) seperti baju hijau, celana kuning, sepatu merah(Ya.. itu traffic light).
  • Nama di social networking site disingkat sesingkat mungkin sehingga jadi tidak jelas, seperti `Niken` jadi `qenz`, `Anggie` jadi `Gie`, atau bahkan diubah menjadi `pRinceSs cuTez ChaIanX AngGiE` atau `AngGiE ImoeDh SeDuNiA`.
  • Cenderung senang dengan dirinya sendiri, dan senang upload foto dirinya sendiri di internet atau ponsel.

–

Dan ada sedikit cerita(atau mungkin pendapat?) dari dosen saya tentang terjadinya huruf besar-kecil, yang akhirnya banyak orang yang meyebutnya salah satu bagian dari alay, walau tak ada bukti pasti tapi setelah dipelajari itu ternyata terjadi akibat sebuah ponsel Nokia 3310, begini ceritanya, sekitar tahun 2001, booming sebuah ponsel yang ga pinter-pinter amat, Nokia 3310, ponsel tersebut memiliki tombol `shift`yang cukup mudah, sehingga untuk menulis kata-kata seperti ini

`HaLLoW, aQ AngGiE naX InF, LeH KnALan Gax?`

akan terasa sangat mudah, ya sih, saat itu saya masih pakai Ericsson T10s yang susah sekali untuk menulis SMS seperti diatas(tombol `shift` tidak automatic).

–

Yaa… inilah sebagian hasil diskusi kami, actually artikel ini masih sangat kacau dan belum sistematis, hanya saja saya terlalu cepat posting tentang alay ini karena keburu ada yang protes tentang `alay` di sini dan sini :))

AngGiE SuKaRNo ImOeDh

Anggie Sukarno

Student of Russian Literature.


October 19th, 2009  
Tags: alay, pengertian



Ads

  • Calendar

    October 2009
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Archive

    • August 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • July 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • June 2008
    • May 2008
    • April 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • January 2008
  • Friends

    • Adham Somantrie
    • Ahmad Fauzi Ridwan
    • Anggun Adi P
    • Atrix
    • Elys Welt
    • Lady Joanne Tjahyana
    • Muhammad Riza Alifi
    • Novita Laksminingtyas
    • Raffaell Sanzio
    • Retno Ika Safitri
    • Ridho YP
    • Siteous
Categories
  • Apple
  • Curhat
  • Diary
  • Information Technology
  • Linguistik
  • Networking
  • Opini
  • Sekedar Tulisan
  • test
  • Tips
  • Пватмая
  • русский
  • фольклор
About Me

Anggie Sukarno, known as "ByteWalker", a freelance writer, programmer, Network Engineer, and sometimes become a social media junker.

--

Copyright © 2010 I'm Anggie All Rights Reserved XHTML CSS 2007 Pvatmaya Sczheptariella